Minuman alkohol seakan menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari dunia kuliner. Hadirnya minuman ini menjadi pelengkap dari beberapa jenis makanan. Selain itu, pembuatan berbagai minuman alkohol yang menggunakan biji-bijian atau buah-buahan membuatnya juga bisa dinikmati untuk merileksasikan diri.


Penasaran dengan berbagai varian minuman alkohol yang ada di dunia? Cari tahu dalam artikel ini!

Whiskey

Whiskey merupakan minuman alkohol yang disuling dari berbagai biji-bijian yang difermentasi. Biasanya, beberapa brewery juga mencampurkan gandum atau jagung untuk menghasilkan whiskey terbaik. Setelah proses penyulingan selesai dilakukan, whiskey akan dimatangkan dengan cara disimpan di dalam tong kecil dari kayu.

Dalam bahasa Irlandia, whiskey berasal dari kata uisce beatha yang memiliki arti kehidupan. Banyak yang percaya bahwa whiskey berasal dari Irlandia. Hal ini diperkuat dengan catatan pertama tentang whiskey yang dibuat pada tahun 1405. Catatan ini menceritakan whiskey yang dibuat oleh para biarawan. Namun, whiskey sebenarnya sudah dikenal sejak ratusan tahun sebelumnya.

Rum

Minuman alkohol yang satu ini dibuat dari hasil fermentasi dan penyulingan tetes tebu atau air tebu dari industri gula. Sama seperti whiskey, rum juga disimpan di dalam tong untuk dimatangkan.

Meskipun dapat ditemukan hampir di seluruh dunia, negara-negara di Kepulauan Karibia adalah produsen rum terbesar di dunia.

Rum memiliki kadar alkohol yang berbeda-beda jenisnya. Biasanya, hanya rum berkualitas tinggi saja yang biasa diminum polos tanpa campuran apa pun. Ada dua jenis rum yang biasanya dinikmati sebagai campuran kuliner lain. Rum putih bisa digunakan sebagai bahan campuran koktail sedangkan rum cokelat keemasan dipakai untuk memasak dan membuat kue.

Tidak ada yang tahu pasti kapan rum pertama kali ditemukan. Namun, bentuk awal rum sudah dibuat sejak zaman purbakala. Pada zaman ini, minuman hasil fermentasi air tebu sudah dibuat oleh orang India dan Tiongkok kuno. Dari catatan milik Marco Polo didapat fakta jika rum sudah menyebar hingga ke Iran pada abad ke-14. Rum di Karibia sendiri baru dilakukan pertama kali di abad ke-17 oleh para pekerja perkebunan tebu.


Gin 

Gin memiliki dua macam bentuk, yaitu gin distilasi dan gin campur. Keduanya hanya berbeda di penyulingan, di mana gin distalasi melalui proses penyulingan sedangkan gin campur tidak. Keduanya berasal dari hasil fermentasi sereal seperti gandum dan jelai. Gin dikenal memiliki aroma buah yang dihasilkan dari pohon juniper.

Sejarah awal lahirnya gin cukup unik. Diketahui bahwa gin merupakan minuman keras yang pertama kali ditemukan di Belanda pada tahun 1650. Pada tahun ini, Dr. Franciscus de le Boe dari Universitas Leiden sedang mencoba mencari dosis yang tepat untuk seorang pasien dengan penyakit ginjal. Ia kemudian mencampurkan minyak dari pohon juniper dengan minuman beralkohol hasil fermentasi. Hasil dari kombinasi ini diberi nama jenewer. Lama kelamaan, nama gin dari genévrier akhirnya dipakai untuk minuman ini.

Gin yang memiliki tekstur kering membuatnya menjadi minuman yang tepat untuk langsung dijadikan koktail. Salah satu varian gin yang paling sering dikonsumsi adalah London Dry.

Tequilla

Minuman ini adalah minuman spirit yang paling unik. Bagaimana tidak, tequila dibuat dari tanaman agave yang berada di kota Tequilla, Meksiko. Tanaman agave ini disuling untuk dijadikan sebagai tequilla. Setiap agave yang disuling di luar Meksiko tidak bisa dikategorikan sebagai tequilla. Tidak salah jika minuman ini menjadi salah satu minuman khas Meksiko.

Tequilla memiliki rasa yang cukup keras. Itulah kenapa tequilla sering dicampurkan ke hampir semua jenis koktail. Tak jarang pula tequilla sering dicampurkan ke dalam minuman yang dihidangkan dalam pesta karena memiliki kadar alkohol 40-50%.

Vodka

Vodka biasanya berasal dari penyulingan biji-bijian, antara lain gandum, jagung, atau kentang, yang telah difermentasi. Hasil fermentasi ini menghasilkan minuman spirit yang mengandung alkohol antara 35-60%. Dmitri Mendeleev, ahli kimia asal Rusia, menyebut kandungan alkohol dalam vodka yang paling tepat adalah 38%.

Rasa vodka yang cenderung netral membuatnya menjadi minuman spirit paling fleksibel saat ini. Vodka dapat ditemui dalam semua jenis rasa, mulai dari manis, asin, hingga pedas. Beberapa minuman populer di dunia yang menggunakan vodka adalah Bloody Mary, Bullshot, dan Vodka Martini.

Beberapa negara di dunia mampu memproduksi vodka dengan gaya masing-masing. Di Polandia vodka dapat diproduksi hanya dengan fermentasi larutan gula dan khamir. Di Amerika Serikat, banyak vodka dibuat dari etanol 95% yang diproduksi dalam jumlah besar oleh industri agrikultur besar.

Brandy

Brandy merupakan salah satu minuman alkohol yang disuling dari buah-buahan. Meskipun begitu, anggur merupakan jenis buah yang sering disuling menjadi brandy. Kadar alkohol dalam brandy cukup tinggi, yaitu berkisar antara 35-60%.

Uniknya, brandy memiliki klasifikasi sendiri. Klasifikasi ini dibuat berdasarkan lamanya brandy disimpan dalam tong kayu. A.C. berarti brandy sudah disimpan selama 2 tahun, V.S. berarti 3 tahun, V.S.O.P. memiliki arti 5 tahun, X.O. 6 tahun, dan Hors D’age berarti lebih dari 10 tahun. Ada klasifikasi lain, yaitu Vintage, dimana brandy ini berarti brandy sudah disimpan dalam tong sebelum dibotolkan.

Lama tidaknya brandy disimpan ini membuatnya banyak orang mencurangi brandy yang dijual. Brandy seringkali dihidangkan setelah makan. Brandy yang dibuat dari minuman anggur biasanya diberi pewarna karamel untuk meniru warna brandy yang lama disimpan di dalam tong kayu

Minuman Alkohol Lokal Indonesia

Seringkali hanya bisa menikmati alkohol yang diimpor dari luar negeri, ternyata sudah ada produk lokal Indonesia yang unjuk gigi. Bahkan, beberapa di antaranya begitu disukai hingga diekspor keluar Indonesia. Inilah dia beberapa contohnya!


Iceland
Minuman yang satu ini dibuat dari biji-bijian terbaik di Bali. Salah satu bahan baku utamanya, air, diambil dari sumber air murni. Air ini kemudian mengalami tiga kali proses penyulingan. Penyulingan terakhir dilakukan dengan bantuan filter arang untuk memastikan kemurnian dari Iceland.

Drum 
Mirip dengan Iceland, Drum juga dibuat dari biji-bijian terbaik di Bali. Yang membedakannya adalah drum ditambahkan dengan fermentasi dari malt, beras, dan karamel yang ikut disuling. Proses penyulingan ini kemudian diikuti dengan penyimpanan dalam drum dari pohon oak tanpa menambahkan rasa dan warna. Proses penyimpanan ini bisa dilakukan hingga 4 tahun lamanya.

Pramawidhi Setiono
sumber : https://www.nibble.id/kenalan-dengan-berbagai-minuman-alkohol-di-dunia/, akses tgl 17/07/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours