Tidak ada larangan untuk ibu hamil pergi ke pesta atau merayakan malam tahun baru yang meriah bersama sahabat dan keluarga. Namun, bagaimana jika di pesta itu Anda meminum minuman yang mengandung alkhohol, apakah boleh minum alkohol saat hamil? Kita cari tahu jawabannya.


Apakah minum alkohol saat hamil masih boleh dalam jumlah sedikit?

Menurut Jacques Moritz kepala ilmu kandungan di rumah sakit St. Luke’s Roosevelt di New York, masalah minum alkohol saat hamil yang sering dipertanyakan adalah tidak ada fakta yang membuktikan bahwa minum alkohol sedikit atau banyak tidak akan berbahaya untuk janin.

Menurut ahli di American College of Obstetricians and Gynecologists dan American Academy of Pediatrics serta pejabat kesehatan di Amerika Serikat merekomendasikan bahwa wanita hamil dan wanita yang sedang berusaha untuk hamil sebaiknya tidak minum alkohol baik dalam jumlah sedikit atau banyak

Wanita yang minum alkohol saat hamil, meningkatkan risiko terjadinya fetal alcohol spectrum disorder (FASD) atau sindrom alkohol pada janin. FASD adalah kondisi yang diakibatkan oleh ibu yang minum alkohol saat hamil atau selama masa kehamilan. FASD mengakibatkan anak terlahir cacat, memiliki masalah dengan perilaku dan proses belajarnya, dan masalah lain yang mungkin terjadi akibat konsumsi alkohol pada ibu hamil.

Efek minum alkohol saat hamil

Menurut Central for Disease Control and Prevention, alkohol bisa menyebabkan masalah untuk perkembangan janin selama masa kehamilan, termasuk jika ibu hamil tidak mengetahui jika dia sedang mengandung. Minum alkohol saat hamil di trimester pertama bisa menyebabkan bayi memiliki masalah dengan ciri wajah yang tidak normal. Alkohol juga menyebabkan masalah pada perkembangan sistem saraf pusat. Otak bayi yang baru berkembang sepanjang masa kehamilan bisa terpengaruh oleh alkohol.

Ketika Anda minum alkohol, alkohol dengan cepat masuk ke dalam aliran darah, melewati plasenta dan sampai ke bayi dalam kandungan. Bayi akan memecah kandungan alkohol lebih lambat dan akibatnya menyebabkan kandungan alkohol sangat tinggi dalam darah bayi.

Bagimana dengan bir dan wine?

Istilah non-alkohol terkadang menyesatkan dan istilah ini sering kali digunakan pada produk bir dan wine. Minuman yang berlabel non-alkohol terutama pada produk bir dan wine bukan berarti tidak ada kandungan alkohol di dalamnya. Anda harus bisa membedakan minuman berlabel non-alkohol dengan bebas alkohol atau alcohol free.

Produk bir dan wine yang berlabel non-alkohol sebenarnya masih mengandung alkohol namun tidak banyak, hanya setengah persen berbeda dengan bir atau wine biasa yang mengandung alkohol sebanyak 5 persen.

Minum alkohol saat hamil, memang masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli kandungan. Namun, tidak ada salahnya demi buah hati, Anda harus menahan minuman alkohol selama 9 bulan. Hanya 9 bulan.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
sumber : https://hellosehat.com/kehamilan/perkembangan-janin/minum-alkohol-saat-hamil-apakah-boleh/, akses tgl 20/07/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours