بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ibu/Bapak yang dimuliakan Allah,

Ada teman kerja mengatakan kalau daging anjing itu tidak haram. Mengapa? Karena sangat jelas bahwa tidak ada penyebutan anjing haram di Al Qur'an (mungkin yang dimaksud QS. Al An'aam: 145). Apakah memang demikian?

Ibu/Bapak yang dirahmati Allah,

Pegangan hidup umat Islam tidak hanya Al Qur'an, namun juga sabda Rasulullah SAW. di Al Hadits.Beliau SAW. bersabda:

 تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

"Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya."(HR. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali di dalam_At Ta’zhim wal Minnah fil Intisharis Sunnah_, halaman 12-13).

Ibu/Bapak...

Jika tidak ada keterangan tentang sesuatu perkara di Al Qur'an, maka mestinya kita mencari petunjuk yang ada di Al Hadits. Termasuk ketika kita tidak menemukan keterangan tentang status kehalalan anjing di Al Qur'an, maka kemudian kita akan mencari keterangannya di Al Hadits.

Ibu/Bapak yang dimuliakan Allah,..

Saat kita membuka kitab-kitab hadits, ternyata kita temukan banyak keterangan yang menunjukkan bahwa daging anjing adalah haram.

Mengapa? Mari kita simak beberapa uraian sebagai berikut:

A. Anjing tidak mau makan lotek, pecel, sayur lodeh, jus durian, maupun salad buah. Mengapa? Karena anjing adalah karnivora atau binatang pemakan daging, bukan herbivora (pemakan tanaman) maupun omnivora. Para ulama bersepakat, karena anjing adalah karnivora, maka dagingnya haram dikonsumsi.

  • Dari Abu Hurairah, Nabi SAW. bersabda: “Setiap binatang buas yang bertaring adalah haram dimakan.” (HR. Muslim no. 1933).
  • Dari Ibnu Abbas berkata: “Rasulullah melarang dari setiap hewan buas yang bertaring dan berkuku tajam.”(HR. Muslim no. 1934).
  • Dari Ibnu Abbas berkata: “Rasulullah melarang dari setiap hewan buas yang bertaring dan burung yang berkuku tajam.”(HR. Muslim no. 1934).
  • Abi Tsa’labah ra. berkata: “Sesungguhnya Rasulullah SAW. melarang memakan daging binatang buas yang bertaring.”(HR. Bukhari dan Muslim).

B. Anjing termasuk dalam kelompok binatang yang disuruh untuk dibunuh. Karena disuruh dibunuh, maka ulama bersepakat daging anjing haram. Mengapa demikian? Karena kalau anjing itu halal, maka ia tidak akan disuruh untuk dibunuh, tapi disembelih. Dibunuh itu sekedar dimatikan, bukan untuk dimakan. Kalau untuk dimakan, istilahnya adalah disembelih, bukan dibunuh.

Sapi, kambing, domba, ayam itu halal. Mengapa ? Karena tidak ada hadits dimana Rasulullah SAW. menyuruh membunuh hewan-hewan tersebut.

  • Imam ibnu Hazm mengatakan dalam Al-Muhalla (6/73-74): “Setiap binatang yang diperintahkan oleh Rasulullah supaya dibunuh maka tidak ada sembelihan baginya, karena Rasulullah melarang dari menyia-nyiakan harta dan tidak halal membunuh binatang yang dimakan.” (Lihat pula Al-Mughni (13/323) oleh Ibnu Qudamah dan Al-Majmu' Syarh Muhadzab (9/23) oleh Nawawi).
  • Dari Aisyah ra. berkata: Rasulullah bersabda: “Lima hewan fasik (al-hayyawan al-fawwasik) yang hendaknya dibunuh, baik di tanah halal maupun haram yaitu: ular, tikus, anjing hitam.” (HR. Muslim no. 1198 dan Bukhari no. 1829 dengan lafadz ‘kalajengking’: gantinya ‘ular’).
  • Rasulullah SAW. bersabda: “Ada 5 macam binatang fawwasik yang hendaknya dibunuh di tanah halal maupun di tanah haram, yaitu: rajawali, burung gagak, tikus, kalajengking, dan anjing gila!”(HR. Bukhari dan Muslim).
  • Anjing termasuk binatang pemakan kotoran (Al Jalaalah). Binatang jalaalah haram dimakan dagingnya. Dalam sebuah riwayat disebutkan: “Rasulullah melarang dari memakan jalaalah (binatang pemakan kotoran) dan memerah susunya.” (HR. Abu Daud : 3785, Tirmidzi: 1823 dan Ibnu Majah: 3189). 

Kesimpulannya, Sangat jelas keberadaan dalil naqli yang menyebutkan tentang keharaman anjing. Oleh sebab itu, umat Islam yang bermartabat tidak selayaknya memakan daging anjing.

Semoga bermanfaat…

Allaahu a’lam bish-showwab.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sabtu, 2 Mei 2020

Nanung Danar Dono, Ph.D.
Pengurus Bidang Dakwah MIUMI DIY
sumber : https://www.halalunmabanten.id/index.php/component/k2/item/335-pesan-ramadhan-daging-anjing-halal-hari-ke-9, akses tgl 17/07/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours