بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 Ibu/Bapak yang dimuliakan Allah,

Di saat marak wabah Covid-19 ini, seringkali kita menunda belanja bahan makanan. Kita tidak masak di rumah, namun untuk buka puasa kita membeli makanan siap santap dari rumah makan atau dari gerai-gerai makanan di sekitar kita. Pertanyaannya, apakah salah kalau kita membeli makanan jadi di luar rumah? Tentu tidak salah. Namun mohon kita lebih berhati-hati dan cermat ketika membeli...

Ibu/Bapak yang dirahmati Allah,

Standar sikap (SOP) ketika kita harus membeli makanan siap santap adalah kita membeli dari warung atau resto yang resmi bersertifikat halal. InsyaAllah  kita aman. Semua produknya dijamin halal, tanpa kita harus repot bertanya ke penjualnya. Namun, ketika kita kesulitan atau gagal mendapatkan gerai atau resto bersertifikat halal, bagaimana kita mesti bersikap?

Ibu/Bapak…,

Mohon lebih memperhatikan ketika koki memasak produk olahannya. Kita cermati bagaimana koki mengoleskan minyak, mentega/margarin, bumbu basah, atau telur di permukaan produk kue maupun masakan-masakan bebakaran. Apakah sang koki menggunakan alat oles berupa pisau, palet plastik, sendok, atau kuas? Jika menggunakan kuas, kira-kira dari bahan apa bulu kuas yang dipakainya?

Ibu/Bapak yang budiman,

Memang saat ini di pasaran sudah banyak tersedia kuas yang aman. Umumnya dari bahan plastik polyester, contohnya merk: Kenmaster, Sellery, KingOrigin, Tactix, ACE, dll. Kuas-kuas ini insyaAllah aman dipakai.  Namun pada kenyataannya, saat ini masih banyak koki atau juru masak masih menggunakan kuas standar cat tembok yang berbahan dasar dari bulu binatang. Jika dari bulu binatang, kira-kira binatang apa yang paling populer?

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Majalah Jurnal Halal LPPOM MUI No. 41/VII/2002 menunjukkan bahwa negara kita pernah mengimpor bulu babi dari China sebanyak 282,983 ton, atau senilai US $ 1.713.309. Untuk apa bulu babi tersebut diimpor? Pada mulanya, bulu tersebut diimpor untuk membuat kuas cat tembok. Namun sayangnya, banyak pengusaha makanan yang tidak paham, kemudian menggunakan kuas berbulu babi tadi untuk mengolah makanannya.

 Contoh jenis makanan yang terkadang diolah menggunakan alat bantu kuas adalah:
  • Ikan asap
  • Ikan bakar (termasuk lele bakar)
  • Sosis bakar
  • Ayam bakar (ayam panggang)
  • Jagung bakar
  • Kue pukis
  • Martabak manis (kue terang bulan)
  • Zuppa soup
  • Kue nastar,
  • Kue bolen,
  • Kue kastengel,dll.
Nah, kalau produk roti atau masakan tersebut di atas semua bahannya halal, namun terkena sapuan kuas bulu babi yang najis, maka berarti ia terkena najis. Tidak halal tentunya kita menyantapnya…! Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ…

Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena sesungguhnya semua itu kotor – atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah.”(QS. Al An’am: 145).

Abu Bakr Ash Shiddiq ra. berkata, Rasulullah SAW. bersabda:

مَنْ نَبَتَ لَحْمُهُ مِنَ السُّحْتِ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ

Barangsiapa yang dagingnya tumbuh dari pekerjaan yang tidak halal, maka neraka pantas untuknya.” (HR. Ibnu Hibban 11: 315, Al Hakim dalam mustadroknya 4: 141)

 Ibu/Bapak yang disayangi Allah,

Bagaimana cara mengidentifikasi, bulu kuas yang dipakai berbahan dasar bulu babi (najis) dan bulu plastik (suci).

Perbedaan Kuas Bulu Binatang dan Plastik:
  • Warna asap: Jika dibakar, asap bulu binatang berwarna putih (karena berasal dari bahan organik), sedangkan plastik berwarna hitam (karena berasal dari bahan anorganik).
  • Aroma/bau asap: Saat dibakar, bau asap kuas bulu babi sangat menyengat khas bau bulu/rambut yang terbakar (khas bau protein keratin). Sedangkan bau asap bahan plastik khas bau plastik yang terbakar.
  • Warna bulu: Bulu binatang warnanya tidak seragam, namun agak mengkilap. Kalau bulu plastik, satu adonan pewarna cat maka pasti warnanya seragam.
  • Ketebalan bulu: Bulu binatang pangkalnya lebih tebal, dengan ujung yang lebih tipis. Bulu plastik ketebalan atau ketipisannya sama dari pangkal ke ujung.
  • Ukuran panjang: Bulu babi tidak seragam panjangnya, ada yang panjang dan ada yang agak pendek. Sedangkan bulu plastik biasanya dicetak panjang, lalu dipotong dengan ukuran yang dibuat seragam.
Setelah kita paham dan dirasa ini penting, silakan saudara-saudara kita diingatkan ketika membeli masakan atau ketika mengolah masakan menggunakan kuas.

Semoga bermanfaat…

 Allaahu a’lam bish-showwab.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selasa, 28 April 2020

Nanung Danar Dono, Ph.D.
Pengurus Bidang Dakwah MIUMI DIY
sumber : http://www.halalunmabanten.id/halal/index.php/component/k2/item/327-pesan-ramadhan-hati-hati-kuas-bulu-babi-hari-ke-5, akses tgl 06/07/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours