بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ibu/Bapak yang dimuliakan Allah, Ibadah Qurban adalah persembahan terbaik kita kepada Allah Swt. Maka mestinya, ibadah mulia ini dilakukan dengan cara istimewa, agar amal kita diterima...

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. dalam hadits berikut: Dari Syaddad bin Aus ra., bahwa Rasulullah SAW. bersabda:“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan (baik) dalam segala hal. Jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara ihsan, jika kalian menyembelih (hewan), lakukan dengan ihsan. Hendaknya kalian mempertajam pisaunya dan menyenangkan sembelihannya.”(HR. Muslim no. 1955).

Ibu/Bapak yang dirahmati Allah, Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan agar kita bisa menyembelih hewan Qurban secara ahsan (baik):

1. Asah pisau setajam mungkin

Syari'at Islam tentang penyembelihan hewan mewajibkan pisau diasah super tajam. Hewan tidak boleh disembelih menggunakan pisau yang tumpul, bergerigi, apalagi gergaji.  Ibnu Umar ra. berkata:

أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحَدِّ الشِّفَارِ ، وَأَنْ تُوَارَى عَنِ الْبَهَائِمِ

Rasulullah SAW. memerintahkan untuk mengasah pisau, tanpa memperlihatkannya kepada hewan.”(HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Hadits lain dari Ibnu ’Abbas ra., beliau berkata:

 أَتُرِيْدُ أَنْ تَمِيْتَهَا مَوْتَات هَلاَ حَدَدْتَ شَفْرَتَكَ قَبْلَ أَنْ تَضْجَعَهَا

”Rasulullah SAW. mengamati seseorang yang meletakkan kakinya di atas pipi (sisi) kambing dalam keadaan ia mengasah pisaunya, sedangkan kambing itu memandang kepadanya. Lantas Nabi berkata, “Apakah sebelum ini kamu hendak mematikannya dengan beberapa kali kematian? Hendaklah pisaumu sudah diasah sebelum engkau membaringkannya.” (HR. Al Hakim no. 4/257, Al Baihaqi no. 9/280, ‘Abdur Rozaq no. 8608).

2. Hewan jangan dibuat stres dan ketakutan

Rasulullah SAW. menegaskan bahwa kita harus berbuat baik (ihsan) ketika menyembelih hewan, termasuk hewan Qurban. Hewan tidak boleh dibuat stres dan tidak boleh dibuat ketakutan ketika hendak disembelih. Hewan juga tidak boleh dibuat tersiksa ketika disembelih. Di antara perbuatan yang dapat membuat hewan ketakutan maupun stres saat akan disembelih adalah:
  • Memperlihatkan proses pengasahan pisau.
  • Membuat suasana sangat gaduh dan ramai.
  • Memperlihatkan hewan yang disembelih dan atau dikuliti serta dipotong-potong anggota tubuhnya di hadapan hewan lain yang masih hidup.
  • Membiarkan ada genangan darah di area penyembelihan.
Perbuatan membiarkan pelanggaran-pelanggaran tersebut terjadi tidak hanya membuat hewan teraniaya saat disembelih, namun secara ilmiah juga dapat membuat kualitas daging menjadi turun (drop).

3. Dilarang menyiksa hewan Qurban

Hewan qurban tidak boleh dipotong kakinya, tidak boleh dipotong ekornya, dan tidak boleh dikuliti, jika ia belum mati secara sempurna.

Apabila hewan dipotong kakinya, dipotong ekornya, atau dikuliti ketika masih hidup, maka hewan bisa kesakitan yang luar biasa. Bahkan, dalam keadaan tertentu, hewan bisa mati bukan karena disembelih, namun karena kesakitan yang luar biasa. Hal ini tentunya diharamkan secara syari'at agama. Selain menyakiti, memotong-motong anggota tubuh hewan ketika masih hidup atau belum mati sempurna juga akan membuat daging hewan tersebut menjadi haram. Abu Waqid al-Laitsi berkata, Rasulullah SAW. bersabda:

مَا قُطِعَ مِنَ الْبَهِيْمَةِ وَهِيَ حَيَّةٌ فَهُوَ مَيْتَةٌ.

"Bagian tubuh  bahiimah (hewan ternak) yang terpotong ketika hewannya masih hidup, maka ia adalah bangkai." (HR. Ibnu Majah no. 2606 dan II/1072, no. 3216; Abu Dawud VIII/60, no. 2841). Daging bangkai itu haram dikonsumsi. Di Qur'an ada 4 ayat dimana Allah Swt mengharamkan kita memakan daging bangkai.

4. Pantang memutus sumsum tulang belakang

Pada saat menyembelih hewan Qurban, hanyalah 3 saluran yang diijinkan untuk diputus, yaitu: hulqum (saluran nafas), mari' (saluran makanan), dan wadajain_(dua pembuluh darah: arteri karotis dan vena jugularis). Spinal cord atau kabel sumsum tulang tidak boleh diputus pada saat proses penyembelihan. Mengapa?

Pada saat  hewan disembelih, maka akan nampak darah  memancar sangat kuat, deras keluar, lewat lubang yang terbuka di leher bagian depan. Darah memancar kuat karena jantung berdenyut,  menarik darah dari semua bagian organ dan memompanya keluar tubuh. Jantung memompa darah itu karena perintah otak yang dikirimkan lewat (kabel) sumsum tulang belakang.

Maka jika pada saat hewan disembelih (kabel) sumsum  tulang belakang tersebut juga diputus, maka akibatnya jantung akan kehilangan kontak dari otak. Akibatnya, jantung segera berhenti berdetak (atau berdenyut). Akibatnya, jantung tidak dapat melaksanakan tugasnya untuk memompa darah keluar tubuh. Akibatnya, akan ada darah dalam jumlah banyak tertahan di jaringan tubuh dan menjadi stok makanan yang berlimpah bagi bakteri pembusuk. Akibatnya, pertumbuhan bakteri pembusuk tidak terkendali dan daging menjadi cepat busuk.

Ibu/Bapak yang dimuliakan Allah, mari kita sempurnakan amal ibadah Qurban kita dengan memahami dan melakukan proses penyembelihan hewan Qurban dengan benar dan sesuai Syari'at Islam. Semoga amal ibadah Qurban kita diterima Allah Swt., dan daging Qurban yang kita bagikan berkualitas.

Allaahu a'lam bish-showwab.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Jum'at, 10 Juli 2020

Nanung Danar Dono, Ph.D.
Direktur Halal Research Centre, Fakultas Peternakan UGM
sumber : https://www.halalunmabanten.id/index.php/component/k2/item/395-qurban-ibadah-mulia-maka-sembelihlah-secara-ihsan-bagian-ke-6, akses tgl 28/07/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours