Pernah dengar nutritional yeast, Bunda? Bagi beberapa orang, nutritional yeast alias kaldu jamur sering disebut pengganti MSG dan digunakan dalam menu makanan pendamping air susu ibu (MPASI).


Nutritional yeast merupakan jamur dan ragi yang dinonaktifkan. Artinya, sel-sel ragi telah mati selama diproses dan tidak aktif dalam proses akhir.

"Nutritional yeast digambarkan memiliki rasa seperti kacang, keju, yang gurih. Bisanya dijadikan resep makanan vegan," kata Kaitlyn Berkheiser, RD, LDN, ahli nutrisi, dikutip dari Healthline.

Bentuk nutritional yeast yang umum dijual adalah bubuk. Berkheiser mengatakan, ini menjadi sumber vitamin dan mineral, yang menawarkan sejumlah manfaat kesehatan.

Dilansir laman Plant Based Junior, salah satu alasan utama orang mengonsumsinya karena mengandung vitamin B12. Meski tak semua produk mengandung banyak vitamin ini.

Jumlah vitamin B12 yang dibutuhkan tubuh memang rendah, tetapi nutrisi ini penting untuk pembelahan sel dan pembentukan darah, sehingga juga sangat penting untuk anak-anak. Menggunakan nutritional yeast adalah salah satu cara mudah untuk membantu anak mendapatkan cukup nutrisi, bersama makanan lain seperti susu kedelai yang diperkaya dan suplemen B12.

Sebuah studi tahun 2000 dilakukan terhadap 49 orang vegan. Studi yang diterbitkan di Annals of Nutrition & Metabolism ini menemukan bahwa mengonsumsi 1 sendok makan nutritional yeast per hari (yang mengandung 5 mcg B12) efektif dalam memenuhi kembali kadar vitamin B12 dari orang-orang yang kekurangan.

Kandungan nutritional yeast

Nutritional yeast adalah sumber protein, vitamin B, dan mineral yang sangat baik untuk tubuh. Nutritional yeast yang difortifikasi mengandung lebih banyak vitamin B daripada yang tidak difortifikasi.

Namun, varietas yang tidak difortifikasi tetap mengandung vitamin B dalam jumlah sedang. Vitamin ini terbentuk secara alami saat ragi tumbuh. Nah, berikut 3 kandungan nutritional yeast atau kaldu jamur yang bernutrisi dan baik untuk kesehatan:

1. Sumber protein lengkap
Nutritional yeast mengandung semua 9 asam amino esensial yang harus didapatkan manusia dari makanan. Satu sendok makan mengandung 2 gram protein.

2. Mengandung banyak vitamin B
Satu sendok makan nutritional yeast mengandung 30 sampai 180 persen dari rekomendasi asupan harian untuk vitamin B. Selain itu, di dalamnya juga kaya tiamin, riboflavin, niasin, vitamin B6, dan vitamin B12.

3. Mengandung trace mineral
Satu sendok makan nutritional yeast mengandung 2 sampai 30 persen dari rekomendasi asupan harian untuk trace mineral atau mineral makro. Kandungan tersebut adalah zinc, selenium, mangan, dan molibdenum. Dalam tubuh, mineral terlibat dalam regulasi gen, metabolisme, pertumbuhan, dan imunitas.

Manfaat nutritional yeast
  1. Mencegah kekurangan vitamin B12, yang dibutuhkan dalam menjaga kesehatan sistem saraf, produksi DNA, serta metabolisme dan pembentukan sel darah merah.
  2. Melindungi tubuh dari penyakit kronis karena stres. Nutritional yeast mengandung antioksidan glutathione dan selenomethionine.
  3. Meningkatkan imunitas tubuh karena nutritional yeast mengandung karbohidrat alfa-manan dan beta-glucan yang telah diteliti bisa meningkatkan imunitas.
Pemberian nutritional yeast pada bayi

Belum ditemukan alasan bayi tidak boleh mengonsumsi nutritional yeast. Terutama jika si kecil dalam kondisi sehat.

Kadar vitamin B12 yang direkomendasikan untuk anak berusia 1-3 tahun adalah 0,9 mcg per hari. Sekitar dua sendok teh nutritional yeast yang telah terfortifikasi mengandung vitamin B12 sebanyak 2,4 mg per hari untuk orang dewasa.

Oleh karena itu, kurang dari satu sendok teh per hari harusnya sudah cukup memenuhi kebutuhan vitamin B12 untuk anak-anak. Penting untuk Bunda ingat, pemberian nutritional yeast dapat bervariasi sesuai merek dan porsi makan anak ya.

Namun, nutritional yeast dapat memiliki beberapa efek samping bagi bayi. Kandungan seratnya yang tinggi bisa menyebabkan gangguan pencernaan jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Apalagi kalau bayi tidak terbiasa mengonsumsinya dalam menu MPASI.

Beberapa bayi mungkin mengalami reaksi khusus saat makan nutritional yeast. Misalnya, wajah memerah yang disebabkan tingginya niasin atau vitamin B3.

Meski begitu, efek samping ini tidak berbahaya karena akan hilang dengan sendirinya. Beberapa orang juga melaporkan bahwa makan nutritional yeast dapat menyebabkan air seni menjadi warna kuning.

Jika bayi Anda memiliki mutasi genetik methylenetetrahydrofolate reductase (MTHFR), mungkin sebaiknya menghindari nutritional yeast yang mengandung tinggi asam folat, yaitu bentuk sintesis vitamin B9. Sebab, mutasi MTHFR dapat menyebabkan gangguan metabolisme asam folat.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan makanan komersial tertentu dari nutritional yeast (mengandung Saccharomyces cerevisiae) mungkin berisiko tinggi untuk patogen oportunistik. Namun, para peneliti menyatakan bahwa jenis ragi ini memiliki tingkat keamanan yang sangat baik.

Nutritional yeast bisa digunakan dalam menu MPASI dengan takaran yang sesuai. Rasanya yang gurih cocok dicampurkan dalam pure daging, sup, atau saus keju untuk dicocol dengan roti.

Annisa Karnesyia
sumber : https://www.haibunda.com/parenting/20200619184158-59-147235/bolehkah-menambahkan-nutritional-yeast--kaldu-jamur--untuk-menu-mpasi-anak, akses tgl 11/08/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours