Menghilangkan bau prengus pada daging kambing bukan semata merebusnya dengan air saja.


Tak sedikit orang yang beranggapan bahwa merebus daging kambing lalu membuang airnya dapat menghilangkan aroma prengus.

Namun, apakah hal tersebut benar dan bagaimana cara menghilangkan bau prengus pada kambing?

President of Association of Culinary Professionals Chef Stefu Santoso mengatakan, sebenarnya menghilangkan bau prengus pada daging kambing bukan semata merebus dengan air saja, tetapi juga sembari menambahkan rempah-rempah ke dalam rebusan tersebut.

"Daging kambing mempunyai aroma khusus karena berasal dari pakan atau makanan yang mereka konsumsi sewaktu hidup. Aromanya yang khas memang cukup kuat. Kalau mau mengurangi aroma tersebut harus dimasak dengan banyak rempah," kata Executive Chef Aprez Catering by Amuz Group dilansir Antara.

Stefu mengatakan, Anda bisa merebus daging bersama jahe, sereh, cengkeh dan kayu manis, kemudian kembali memasaknya dengan rempah-rempah lagi.

"Kalo hanya direbus dengan air saja kemudian buang airnya disebut sebagai proses blanching," tutur Stefu.

Selain itu, sebaiknya memilih daging atau kambing yang usianya masih sangat muda. Untuk bisa melihat apakah kambing tersebut usianya muda atau tua, biasanya bisa terlihat dari ciri ciri fisik yaitu kambingnya masih agak kecil.

"Tapi yang pasti kita harus bertanya sama yang jual, karena kadang bentuk fisik kecil belum tentu usianya muda. Yang paling pasti adalah ditanya usianya," kata dia.

Selain aroma, Anda juga sebaiknya menerapkan teknik khusus agar daging empuk saat dikonsumsi, salah satunya membungkus daging dengan daun pepaya tetapi tidak boleh terlalu lama karena bisa membuat daging menjadi pahit.

"Biasanya bisa sekitar 30 menit hingga satu jam, dan ini tergantung usia daging juga. Kalau sudah tua akan keras," ujar Stefu.

Setelahnya, Anda bisa mengolahnya menjadi beragam masakan dan disarankan yang sifatnya wet cooking seperti gulai, sop, tongseng, tengkleng dan lainnya karena akan membuat daging menjadi lebih empuk

"Cara yang terbaik, dimasak dengan cara stewed atau wet cooking atau masak yang dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan rempah-rempah," demikian ujar Stefu.

Sementara itu, berdasarkan data Departemen Pertanian AS, daging kambing (per 100 gram) menghasilkan paling sedikit 143 kalori dibandingkan daging ayam, sapi, babi dan domba.

Daging kambing mengandung 27 gram protein, serta lemak cukup rendah sebesar 3 gram. Namun, kandungan kolestrolnya tinggi yaitu sebesar 75 mg.

Seperti hal nya daging sapi, daging kambing juga mengandung zat besi, vitamin B12, fosfor dan selenium.

Berikut adalah beberapa manfaat daging kambing. 
  •  Pembentukan otot, kandungan protein di dalamnya sangat penting untuk pembentukan otot dan pertumbuhannya. 
  •  Mencegah anemia, hal ini disebabkan karena daging kambing mengandung zat besi yang besar. 
  •  Kesehatan tulang, kandungan phosphorus yang besar, 272mg atau 27 persen dari kebutuhan harian bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang. 
  •  Sumber energi yang besar untuk aktivitas sehari-hari. 
  •  Meningkatkan kekebalan tubuh, kandungan zat besinya yang tinggi, mencapai 100 gram memenuhi 26 persen kebutuhan zat besi harian, yang bermanfaat meningkatkan sistem imun tubuh. 
  •  Menjaga sistem saraf, kandungan vitamin B12 yang cukup tinggi baik untuk menjaga sistem saraf kita. 
  •  Menjaga kesehatan mata, Kandungan vitamun B2 atau riboflavin sebesar 0.3mg atau 18 persen dari kebutuhan harian penting untuk menjaga kesehatan mata.

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari
Baca selengkapnya di https://tirto.id/cara-hilangkan-bau-prengus-pada-daging-kambing-kurban-fUnq, akses tgl 02/08/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours