Penderita diabetes mellitus sebaiknya konsumsi 200 ml kefir per hari.


Duduk perkara kefir menurunkan kadar gula darah.

“Kefir suplemen antidiabetes,” kata Dr. Judiono, MPS. Menurut peneliti kefir dari Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Bandung, Jawa Barat, itu kefir berbeda dengan obat karena berperan sebagai nutrisi. Mengonsumsi kefir sebagai terapi pengobatan diabetes lebih aman lantaran tidak menimbulkan residu dalam tubuh. Meski begitu Judiono mengatakan pasien mesti yakin ketika mengonsumsi minuman probiotik itu.

Potensi kefir sebagai antidiabetes memang terbukti empiris dan ilmiah. Bukti empiris antara lain pada kasus Marsma (Purn) Djauhari yang terdiagnosis diabetes mellitus. Kadar gula darah Djauhari 200 mg/dl. Meski demikian ia tidak berobat ke dokter. Namun, ia rutin berolahraga seperti lari dan golf untuk menjaga kesehatan. Pada 2000 ia pulang kampung ke Semarang, Jawa Tengah.

Konsumsi kefir

Ketika kembali ke kampung itu Djauhari mendapati adik ipar yang sering opname di rumah sakit kelihatan bugar. Setelah mengobrol, Djauhari mengetahui sang adik ipar rutin mengonsumsi kefir. Lalu pria yang pada 2017 berusia 81 tahun itu membeli 5 botol kefir. Ia mengonsumsi 200 ml kefir setiap menjelang tidur, ketika terbangun pada tengah malam, dan setelah bangun tidur.

Selang 3 pekan kadar gula darah Djauhari menurun menjadi 120 mg/dl. Ia pun senang dan menganjurkan teman yang terdiagnosis diabetes meminum kefir. “Beberapa teman juga menurun kadar gulanya setelah mengonsumsi kefir,” kata mantan penerbang pesawat tempur itu. Menurut Djauhari kefir minuman sangat istimewa. Bagaimana mekanisme kefir menurunkan gula darah?

Hasil riset Judiono menunjukkan, cara kefir mengatasi diabetes antara lain meningkatkan antioksidan, menurunkan sitokin proinflamasi, dan penurunan radikal bebas dan stres oksidatif. Penelitian itu mengungkapkan pemberian kefir menurunkan gula darah pasien diabetes di beberapa rumah sakit di Bandung dan Cimahi, keduanya di Jawa Barat.

Penderita mag

Uji ilmiah itu berlangsung 30 hari dan peneliti mengukur HbA1c, gula puasa, gula setelah makan, peptida C, dan insulin setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan HbA1c dan gula puasa dan peningkatan peptida C. Penurunan terbesar HbA1c pada kelompok I yaitu 0,13 pg/ml dari semula 6,56 pg/ml menjadi 6,43 pg/ml.

Peptida C pada kelompok I juga meningkat 0,68 pg/ml. Sementara kadar gula puasa anjlok dari 188,94 mg/dL menjadi 154,89 mg/dL atau terjadi penurunan 34,06 mg/dl pada kelompok II. Dalam Functional Foods in Health and Disease Judiono menyatakan kefir menormalkan hiperglikemia melalui penurunan stres oksidatif. Peptida dan asam amino dalam kefir juga terbukti meregenerasi sel pankreas yang rusak karena hiperglikemia.

Peptida memberikan protein dan nilai ketercenaan yang mempertahankan dan memperbarui sel. Dampaknya fisiologi dan sekresi insulin berangsur normal sehingga kadar gula darah terkontrol. Judiono menyarankan pasien diabetes mengonsumsi 200 ml kefir per hari. Waktu pemberian menjelang tidur atau setelah bangun tidur. Meski bercita rasa masam kefir aman bagi penderita mag.

Menurut Judiono pemanfaatan kefir bagus untuk penderita berkadar gula darah kurang dari 200 mg/dl atau kadar HbA1c kurang dari 7. “Untuk pasien berkadar gula lebih dari 200 mg/dl atau lebih dari 7 sebaiknya kombinasikan kefir dengan pengobatan standar,” kata doktor Ilmu Kedokteran, Program Pascasarjana, Universitas, Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, itu. (Riefza Vebriansyah/Peliput: Muhamad Fajar Ramadhan dan Muhammad Awaluddin)

TRUBUS, 01 JULY 2017
Sumber : 
- t r u b u s – o n l i n e . c o . i d
- https://thehijau.com/cara-kefir-atasi-diabetes/, akses tgl 06/08/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours