Fliosofi dari klepon bisa bermacam-macam dan tergantung pada masing-masing daerah. 


Sejarawan makanan sekaligus dosen Departemen Sejarah Universitas Padjajaran Fadly Rahman, menjelaskan bahwa klepon tak hanya ada di Jawa. Klepon dapat ditemui di daerah luar Jawa seperti Sumatera, Bali, Sulawesi, Kalimantan, bahkan sampai ke Malaysia dan Singapura.

“Ada orang menganggap jika filosofi klepon ini menggambarkan kecantikan dari dalam karena ada gula merah di dalamnya," jelas Fadly kepada Kompas.com, Rabu (22/7/2020).

"Hal yang seperti itu sudah biasa, karena masyarakat suka mengotak-atik makna sehingga mengesankan itu adalah filosofinya,” jelas Fadly.

Namun menurut pandangan Fadly sebagai Sejarawan, ia mengatakan jika klepon bentuk keharmonisan masyarakat Jawa kuno pada masa lalu. Klepon menurut Fadly adalah bentuk ucapan syukur kepada alam yang telah menyediakan bahan pangan untuk dikonsumsi masyarakat Jawa.

Pasalnya klepon hampir selalu ada dalam acara selamatan, bersama cucur dan kue-kue tradisional lain.

Selain keharmonisan, klepon mencerminkan bukti kreatifitas masyarakat Jawa dalam seni boga atau seni kuliner.

Keunikan dari klepon menunjukan jika pada dulunya orang sudah berkreasi dengan bahan pangan yang sederhana menjadi sajian yang unik.

“Bisa dilihat klepon itu membungkus gula aren dalam tepung beras yang kenyal dalam bentuk bola atau bulat-bulat kecil, itu sebagai sebuah karya seni kuliner,” kata Fadly.

Penulis : Yana Gabriella Wijaya
Editor : Silvita Agmasari
sumber : https://www.kompas.com/food/read/2020/07/22/180200875/filosofi-klepon-kue-tradisional-yang-sering-muncul-saat-hajatan, akses tgl 03/08/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours