Susu sapi menjadi salah satu minuman yang kerap dikonsumsi masyarakat dunia. Olahan susu seperti keju dan mentega pun kerap menjadi bahan utama beragam makanan. Namun sebenarnya sejak kapan manusia mulai mengonsumsi susu sapi?  


Melansir BBC, sekitar 10.000 tahun yang lalu, masih banyak manusia yang tidak mengenal  apa itu susu dan orang yang mengonsumsinya masih jarang.

Berawal dari penggembala di Eropa Barat 

Orang pertama yang minum susu secara teratur adalah petani dan penggembala di Eropa Barat. Tradisi menggembala dan hidup berdampingan dengan hewan ternak membuat orang dari Eropa Barat memanfaatkan susu sapi sebagai bahan pangan. Hingga saat ini susu menjadi sajian yang rutin dikonsumsi oleh masyarakat di kawasan Eropa Utara, Amerika Utara, dan negara lainnya.

Sementara itu, manusia juga mamalia yang mengonsumsi susu dari mamalia lain.


Dilansir Time, sejarah mencatat bahwa pada zaman Romawi bayi yang ibunya meninggal atau tidak mampu menyusui memiliki dua alternatif untuk mendapatkan susu.

Ada cara alami dengan menggunakan jasa seorang perempuan yang disebut wet nurses yang bersedia memberikan asinya kepada bayi orang lain. Wanita yang bekerja sebagai wet nurses harus memiliki sikap dan sifat yang baik. Banyak aturan agar bisa menjadi wet nurses.

Sementara ada juga cara buatan agar bayi mendapatkan susu yaitu dari mamalia lain. Hal ini lebih kontroversial, karena susu tersebut mengandung jumlah lemak, protein, dan gula yang berbeda.

Banyak orang mempertanyakan kesehatan bayi yang menerima susu dari mamalia lain. Bukan hanya sapi, pada saat itu susu dari mamalia lain yang dianggap baik adalah susu unta, susu kambing, dan susu keledai.

Lalu kenapa yang kita kenal selama ini adalah susu sapi?  Jawabannya sederhana, karena sapi adalah yang paling produktif dan mudah untuk dipekerjakan dan diternak dibandingkan jenis mamalia lain.

Sebab tingkat produksinya yang sangat tinggi, jenis sapi Holstein yang memiliki motif hitam dan putih telah menjadi standar di seluruh dunia. Terlepas dari kenyataan bahwa susunya memiliki kualitas yang lebih rendah daripada mamalia lain yang kurang produktif.

Susu menjadi makanan pertama yang diuji di laboratorium 

Pada abad ke-18 dan ke-19, saat masa mengonsumsi susu menjadi gaya hidup, orang Eropa dan Amerika semakin gencar menggunakan metode ini sebagai pengganti ASI. Hal ini bukan menjadi inovasi tetapi berubah menjadi bencana.

Di kota besar seperti New York, Boston, Chicago, London, dan Paris, tingkat kematian pada bayi menanjak tinggi.

Hal yang memprihatinkan terjadi di Manhattan, terdapat perusahaan susu yang dibangun di sebelah tempat pembuatan bir. Sapi perahnya diberi makan sisa air kotor dari pembuatan bir. Pada tahun 1840-an, hampir setengah bayi yang lahir di Manhattan meninggal.

Akhirnya susu tersebut diteliti di laboratorium dan ditemukan organisme yang sangat kecil yang hanya dapat dilihat dalam mikroskop. Organisme ini sangat kuat dan telah mencemari susu.

Penemuan ini dikenal sebagai "teori kuman," dibuat oleh ilmuwan Perancis Louis Pasteur. Dia juga menemukan solusi untuk masalah ini yaitu susu bisa dipanaskan atau dimasak kembali agar kuman di dalamnya mati.

Pada tahun 1908, Chicago mengesahkan undang-undang pertama yang membuat pasteurisasi susu sebagai persyaratan hukum. Namun pola pikir masyarakat yang mengatakan jika susu mentah lebih sehat dan lebih enak rasanya tidak pernah hilang.

Susu yang dipasteurisasi memiliki tingkat kesehatan yang tinggi tapi sedikit yang menggemarinya.

Penulis : Yana Gabriella Wijaya
Editor : Yuharrani Aisyah
sumber : https://travel.kompas.com/read/2020/06/01/184139827/hari-susu-sedunia-2020-sejak-kapan-manusia-mulai-minum-susu?page=all, akses tgl 17/08/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours