Hampir semua orang suka konsumsi kerupuk khususnya masyarakat Indonesia, karena makan kerupuk punya sensasi tersendiri kriuk yang garing menimbulkan bunyi di mulut, membuat orang tak bisa berhenti mengunyahnya. Cemilan kerupuk sudah jadi tradisi masyakat jawa saat bersantap, Selain dapat dimakan sebagai teman makan kadang-kadang kerupuk juga dijadikan camilan.

Kerupuk terbuat dari tepung tapioka atau tepung kanji serta bumbu seperti garam, gula, bawang dan vetsin. Ada juga beberapa jenis kerupuk yang dicampur dengan bahan-bahan lainnya seperti ikan, sayuran ataupun umbi-umbian.

Dalam 100 gr kerupuk aci atau 6 buah mengandung 476 kalori, 0,1 gr protein, 21,1 gr lemak dan 71,3 gr karbohidrat. Akan tetapi biasanya kita sering mengonsumsi kerupuk aci yang biasanya dijual dalam kalengan berbentuk bulat yang biasanya disebut dengan kerupuk uyel.

Dalam satu bulat kerupuk tersebut memiliki berat sekitar 15 gr jika dikonversikan maka kandungan nya adalah 71,4 kalori, 0,015 gr protein, 3,3 gr lemak dan 10,6 gr karbohidrat.

Menurut studi dilakukan oleh Harvard School of Public Health (29/04/2014), dalam kelompok studi besar yang terdiri dari 37.000 responden pria dan wanita. Ternyata orang yang memiliki gen obesitas dapat mengalami risiko kegemukan saat mengonsumsi gorengan dalam jumlah banyak.

Harvard Medical School,melakukan penelitian yang melibatkan sebanyak 14.355 anak dengan usia 9-14 tahun. Diketahui mereka memiliki tingkat aktivitas dan kebiasaan makan yang berbeda baik di rumah ataupun di luar rumah.

Hasilnya anak-anak yang senang mengonsumsi gorengan memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi gorengan. Hal ini dikarenakan minyak goreng yang dikonsumsi dapat meningkatkan jumlah kalori, lemak jenuh dan lemak trans.

Dari kedua penelitian tersebut, makanan yang digoreng memang memiliki dampak buruk bagi kesehatan seperti obesitas. Mengonsumsi kerupuk boleh-boleh saja asalkan dalam jumlah yang wajar. Jangan sekali-kali menjadikan kerupuk sebagai camilan. Hal ini dapat memicu konsumsi berlebihan.

Jika dibandingkan antara konsumsi kerupuk dengan nasi, konsumsi kerupuk sekitar 100 gr atau sekitar 6 buah kerupuk akan sama dengan konsumsi dua setengah porsi nasi putih. Pasalnya dalam 100 gr nasi putih hanya mengandung kalori sekitar 175 gr.

Pakar gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Diana Sunardi, M.Gizi, SpGK, menjelaskan alasannya. “Kenapa kerupuk jahat? Karena dia karbohidrat sederhana, terbuat dari tepung. Ketika masuk ke tubuh dan kita tidak beraktivitas maka dia akan berubah menjadi lemak,” ujar Diana di Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Di samping itu, kerupuk diproses dengan cara digoreng dengan banyak minyak. Jumlah kalori akan meningkat drastis ketika sebuah panganan diproses dengan digoreng. Diana mencontohkan, satu buah kerupuk putih yang biasa kita makan, bisa mengandung sekitar 100-150 kalori. Ukuran tersebut sama dengan satu takaran nasi atau setengah piring nasi. Karena itu, banyak orang yang menjalani diet cenderung dilarang mengkonsumsi kerupuk oleh para dokter.

“Ingat, selain bahan baku kita juga harus lihat pengolahannya,” ujarnya. Lebih lanjut, Diana menjelaskan adanya pedoman gizi seimbang dari pemerintah, yakni Tumpeng Gizi Seimbang. Misalnya, makanan pokok 3-4 porsi, sayur 3-4 porsi, buah 2-3 porsi, lauk pauk dengan sumber protein lengkap, hingga membatasi asupan gula, garam dan minyak.

Diolah dari Kompas.com dan Detik.com
Sumber: https://kabarindonesia.news/2019/02/09/6-buah-kerupuk-dua-setengah-porsi-nasi/, akses tgl 28/08/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours