Hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenal batagor. Kata ‘batagor’ sebenarnya merupakan singkatan dari “bakso-tahu goreng”. Selain mengetahui kelezatan rasanya, banyak orang meyakini Batagor berasal dari kota Bandung. Namun dari sisi sejarah Batagor, apakah kamu tahu bahwa Batagor tercipta akibat ketidaksengajaan? Berikut ini ceritanya.


Seorang Perantau dari Purwokerto

Sejarah Batagor bermula dari makanan hasil karya seorang perantauan bernama Isan. Dari kota Purwokerto, Isan merantau ke Bandung untuk mencari pekerjaan dan mengadu nasib di sekitar tahun 1970-an atau 1980-an. Ia tinggal di sebuah kontrakan di Gang Situ Saeur, Bandung.

Namun mencari pekerjaan di kota Bandung saat itu tidak mudah. Isan bahkan sempat menganggur selama beberapa bulan karena tidak ada orang yang mau mempekerjakannya. Isan saat itu memang hanya seorang pemuda tanpa keterampilan atau pengetahuan yang cukup.

Sejarah Batagor Berawal dari Usaha Bakso Keliling

Akhirnya, Isan mencoba untuk menjual bakso. Ia berkeliling dari kampung ke kampung. Saat menjual bakso, tak jarang makanan dagangannya masih bersisa. Sebagai informasi, bakso termasuk makanan yang tidak tahan lama. Jadi tidak memungkinkan untuk dijual lagi keesokan harinya.

Berkreasi dengan Sisa Barang Dagangan dan Membagikannya secara Gratis

Tidak mau membuang bakso dagangannya begitu saja, Isan berinisiatif mengolah lagi dagangannya yang tersisa. Ia menggoreng bakso dagangannya, termasuk bakso tahu kukus yang menjadi salah satu variannya. Bakso tahu hasil gorengannya itu kemudian dibagikan secara gratis kepada tetangganya.

Kebiasaan ini berlangsung setiap dagangan Isan ada yang tidak habis. Selama bertahun-tahun, ia membagikan secara gratis bakso tahu kukus yang telah digorengnya. Para tetangga menjadi senang dan semakin mengenal Isan.

Bakso Tahu Goreng Isan Banyak Disukai

Ternyata bakso tahu kukus yang digoreng itu banyak disukai oleh tetangganya. Jika Isan tidak membagikan bakso tahu kukus yang digoreng, tidak sedikit orang yang menanyakannya. Akhirnya, penggemar bakso tahu kukus goreng mulai berniat membeli dari Isan. Mereka tidak lagi mau menerimanya secara gratis.

Bakso tahu kukus goreng buatan Isan itu semakin banyak dikenal. Pelanggannya menyebut menu ini sebagai batagor, singkatan dari “bakso tahu goreng”. Hingga pada akhirnya, Isan memutuskan untuk membuka usaha khusus bakso tahu kukus yang digoreng. Penggemar batagor Isan pun kian bertambah. Semakin banyak yang menyukai makanan hasil kreasi Isan itu.

Selanjutnya Isan mulai kewalahan menangani permintaan pelanggan. Itu karena makanan buatannya harus melalui dua tahap. Bakso tahu harus dikukus dulu, kemudian digoreng.

Solusi yang diperoleh Isan adalah menyingkat proses pematangan. Jika sebelumnya bakso tahu harus dikukus dulu, maka Isan memutuskan untuk langsung menggoreng adonan mentah tahu dan bakso.

Sejarah Batagor Haji Isan

Batagor buatan Isan semakin digemari. Usahanya semakin berkembang. Jika awalnya dia membuka warung kecil di kontrakannya, akhirnya tempat itu tidak lagi mampu menampung ramainya pelanggan.

Isan kemudian memutuskan pindah ke Jl. Bojongloa. Di sana, ia membuka warung batagor di sebuah rumah yang lebih luas. Dari keuntungan berjualan batagor, Isan bahkan bisa menunaikan ibadah haji sebanyak dua kali. Warung batagor yang tadinya bertuliskan “Batagor Isan”, kemudian diubah menjadi “Batagor H.Isan”.

Warung Batagor H.Isan kemudian menjadi kuliner legendaris di Bandung. Haji Isan sendiri telah wafat di tahun 2010, di usia 79 tahun. Usaha batagornya diteruskan oleh keponakannya yang bernama H.Suwarto. Kini, kita bisa menemukan Batagor H.Isan di beberapa cabangnya di Bandung.

Batagor Isan Menginspirasi Pengusaha Kuliner Lain

Batagor Isan semakin banyak menginspirasi pedagang lain. Dalam membuat batagor, kini semua menggunakan teknik satu kali proses pematangan, sehingga batagor bisa lebih cepat dinikmati pelanggan.

Bukan hanya H.Isan, kini kita bisa menemukan penjual batagor lainnya. Mereka menjual batagor klasik seperti yang dibuat H.Isan, dan ada juga yang menjual inovasi dan varian lainnya.

Misalnya ada batagor kuah atau batagor basah. Jika mulanya batagor dinikmati hanya dengan saus kacang, akhirnya ada yang berinovasi memberikan kuah hangat untuk menikmati batagor. Menu ini juga banyak disukai.

Inovasi terbaru batagor adalah Blacktagor. Seperti namanya, batagor ini berwarna hitam karena terbuat dari arang bambu. Arang bambu memang aman dikonsumsi bahkan dipercaya baik untuk kesehatan. Bukan hanya warnanya yang berbeda, cara menikmatinya pun berbeda. Blacktagor dinikmati dengan lelehan keju sebagai pengganti saus kacang. Menu ini memang diperuntukkan bagi para milenial.

Blactagor

Sejarah Batagor Terkini: Digemari Hingga Mancanegara

Bukan hanya digemari di Indonesia, batagor juga dikenal oleh wisatawan mancanegara. Misalnya batagor hitam disebut sangat disukai wisatawan dari Malaysia dan Singapura.

Selain itu, ada juga pemilik usaha Batagor Yoels yang bisa mengekspor barang dagangannya. Batagor buatannya itu dikirim dan bisa dinikmati oleh masyarakat di Jepang, Hongkong, Taiwan, Kanada Australia, dan Qatar.

Sementara itu di Seattle dan New York, Amerika Serikat, sebuah rumah makan Indonesia juga mengaku menu Batagor selalu digemari pelanggannya. Penggemarnya bukan hanya para perantau dari Indonesia, tapi juga warga lokal. Ini juga terjadi di restoran Nusantara di Berlin, Jerman.

Demikian cerita sejarah Batagor. Siapa sangka ternyata Batagor tercipta karena ketidaksengajaan. Berkat kesabaran, kreativitas, serta kebiasaan bersedekah seorang Isan, kini kita bisa mengenal Batagor.


sumber : https://umma.id/post/berawal-dari-hobi-bersedekah-inilah-sejarah-batagor-1039222?lang=id, akses tgl 24/09/2020.


Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours