Selama ini orang Asia selalu distereotipkan bertubuh pendek.


Memang kenyataannya dulu tubuh orang Asia cukup pendek jika dibandingkan dengan ras lainnya. Namun itu dulu, kini tubuh orang Asia sudah tidak pendek lagi. Sehingga stereotip yang mengatakan bahwa tubuh orang Asia itu pendek harus segera dihapus.

Melansir dari Worldofbuzz.com (6/3/2017) sebuah studi menunjukkan bahwa tinggi rata-rata wanita Asia telah meningkat selama seabad terakhir. Laki-laki Malaysia mendapatkan peningkatan tinggi rata-rata dari 157cm pada tahun 1886 menjadi 168cm pada tahun 1996.

Tinggi perempuan Malaysia meningkat dari 147cm menjadi 158cm. Sementara itu, untuk wanita Korea Selatan, tinggi rata-ratanya meningkat sebesar 8 inci atau 20.32cm. Ini merupakan kenaikan tinggi badan terbesar yang pernah ada.

Adapun Amerika, tampaknya mereka malah tertinggal dalam kategori tinggi badan. Pria Amerika pernah disebut sebagai orang tertinggi ke-3 di dunia pada tahun 1886. Tetapi baru-baru mereka berada di peringkat ke-37. Sedangkan wanita Amerika berada di peringkat ke-42.

Persoalan tinggi badan orang Amerika telah mengalami stagnasi selama bertahun-tahun. Tapi saat ini justru mengalami penurunan. Ya, orang Amerika benar-benar menyusut!

Majid Ezzati, peneliti utama dari Imperial College London mengatakan, "Ada saat ketika di AS memiliki banyak tanah. Tapi semakin dari waktu ke waktu, kualitas gizi justru memburuk".

"Dalam beberapa hal, mereka memiliki bagian besar penduduk yang tidak mendapatkan kualitas makanan. Yang hampir menyeret seluruh tempat," tambahnya.

Dengan kata lain, orang Amerika mengkonsumsi terlalu banyak junk food. Itu sebabnya mereka tidak bisa tumbuh jadi tinggi, malah menyusut.

Butuh 800 ilmuwan untuk mempelajari dan memilah 1.500 survei dan data soal tinggi badan di 200 negara.

Selain Korea Selatan, orang-orang Jepang dan Cina jauh lebih tinggi hari ini daripada seratus tahun yang lalu. Orang dengan peningkatan tinggi badan yang cukup besar adalah Iran dengan 6,5 inci (16.51cm).

Ezzati menjelaskan bahwa mungkin makanan menjadi faktor utama dalam penurunan tinggi badan orang Amerika. Tapi penurunan tinggi badan di Afrika disebabkan oleh rendahnya tingkat kesehatan.

Setelah era kolonial berakhir, banyak negara di Afrika, orang-orangnya juga menyusut.

Tidak hanya itu, tinggi badan suatu bangsa juga dapat menunjukkan kesehatan penduduknya, terlepas dari gen.

"Dan ada bukti yang semakin baik bahwa orang-orang yang lebih tinggi cenderung hidup lebih lama. Itu karena risiko yang lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular," kata Ezzati.

Para pria terpendek dengan tinggi sekitar 160cm berasal dari Timor Timur. Para wanita terpendek adalah dari Guatemala, Amerika Tengah dengan tinggi badan 150 cm.

Di sisi lain, orang-orang tertinggi adalah orang Belanda. Mereka punya tinggi badan sekitar 183cm sedangkan wanita tertinggi adalah Latvia dengan 170 cm.


Penulis: Mohammad Rifan Aditya
Editor: Cecylia Rura Patulak
sumber : https://style.tribunnews.com/2017/03/07/ini-bukti-orang-asia-zaman-sekarang-gak-pendek-sementara-amerika-justru-sebaliknya-kok-bisa?page=all, akses tgl 26/09/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours