Mampu memberikan ASI secara optimal untuk bayi, khususnya ASI eksklusif tentu menjadi dambaan setiap ibu menyusui. Atas dasar ini, ibu menyusui mungkin bertanya-tanya mengenai makanan yang bisa dijadikan sebagai pelancar atau untuk memperbanyak ASI. Agar lebih jelasnya, simak informasi berikut seputar makanan yang boleh dimakan maupun sebaiknya dihindari untuk ibu menyusui.


Adakah makanan pelancar ASI untuk ibu menyusui?

Ada beragam mitos ibu menyusui yang banyak beredar, termasuk mengenai makanan. Bahkan, berbagai masalah ibu menyusui dan tantangan menyusui juga bisa terjadi, salah satunya yakni produksi ASI yang kurang optimal.

Solusinya, biasanya ibu mengonsumsi makanan maupun minuman galactagogues alias pelancar ASI atau untuk memperbanyak ASI. Galactagogues sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni “galacta” yang berarti susu.

Bagi ibu yang sedang dalam masa menyusui, sebenarnya tidak ada makanan atau minuman khusus untuk meningkatkan produksi ASI.

Anda bisa memperbanyak makan beragam sumber makanan untuk membantu memenuhi kebutuhan zat gizi harian selama masa menyusui bayi untuk mengoptimalkan manfaat ASI.

Berikut beberapa pilihan makanan ibu menyusui yang bisa sebagai pelancar ASI:

1. Daun katuk


Popularitas daun katuk sebagai salah satu makanan atau sayuran pelancar ASI memang sudah tidak diragukan lagi. Sebuah penelitian yang dimuat dalam Indonesian Journal for Health Sciences, membuktikan mengenai peran daun katuk untuk melancarkan ASI.

Pernyataan di dalam penelitian ini menyebutkan bahwa kandungan galactagogue di dalam sayuran daun katuk yang bisa diolah menjadi makanan. Makanan dari olahan sayuran daun katuk ini berperan penting sebagai pelancar dan peningkat produksi ASI ibu menyusui.

Di samping itu, daun katuk juga memiliki kandungan steroid dan polifenol yang dapat membantu memperbanyak kadar hormon prolaktin. Prolaktin, yang bisa terkandung dalam makanan, merupakan salah satu hormon yang bisa meningkatkan produksi ASI pada payudara.

Selain sebagai makanan pelancar ASI, pemberian daun katuk pada ibu menyusui juga bisa berpengaruh terhadap peningkatan berat badan bayi. Berbagai kandungan zat gizi lainnya seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, zat besi, kalsium, dan lain sebagainya, turut berperan dalam memenuhi kebutuhan zat gizi Anda dan bayi.

Selain daun katuk, daun kelor juga dinilai baik diberikan untuk ibu menyusui. Sama halnya seperti daun katuk, daun kelor juga dimanfaatkan untuk ibu menyusui karena dapat membantu melancarkan produksi ASI.

Namun sebaiknya, tetap konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi daun katuk dan daun kelor untuk melancarkan ASI pada ibu menyusui.

2. Pepaya hijau


Jika biasanya Anda lebih sering menemukan atau memakan pepaya dengan daging buah berwarna oranye, ternyata ada jenis pepaya lain yang bisa bantu melancarkan ASI. Pepaya hijau namanya atau yang juga dikenal dengan nama pepaya muda. Makanan buah pepaya hijau diyakini memiliki kandungan galactagogue atau makanan pelancar ASI ibu menyusui.

Dengan begitu, makanan pepaya hijau bisa membantu meningkatkan produksi ASI pada payudara.

Di sisi lain, pepaya hijau juga kaya akan sejumlah enzim, vitamin, dan mineral seperti vitamin A serta vitamin C.

Namun sebelum makan makanan pelancar ASI ini, pastikan Anda sudah mengolah buah pepaya hijau dengan baik. Pasalnya, jenis pepaya yang satu ini memiliki tekstur yang agak keras saat masih mentah. Jadi, usahakan untuk memasak makanan pepaya hijau hingga matang sempurna sebelum disantap oleh ibu menyusui.

3. Kacang arab


Kacang-kacangan merupakan makanan kaya akan beragam zat gizi untuk memenuhi kebutuhan harian ibu menyusui. Kacang arab yang memiliki nama lain kacang garbanzo ini biasanya digunakan dalam campuran makanan di daerah Timur Tengah.

Kacang arab dikenal sebagai makanan pelancar ASI karena kandungan proteinnya yang tinggi, yang mampu menyumbang cukup banyak estrogen disertai dengan adanya kandungan galactagogue.

Cara mengolah makanan pelancar atau untuk memperbanyak ASI yang satu ini tidaklah sulit. Anda bisa menambahkannya sebagai campuran pasta dan salad sayur maupun buah. Selain itu, menambahkannya ke dalam makanan favorit ibu menyusui juga bisa menjadi ide menarik.

Dalam 1 cangkir kacang arab terkandung 269 kalori, 45 gram (gr) karbohidrat, 15 gr protein, 13 gr serat, dan 4 gr lemak tanpa kolesterol.

4. Kurma


Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan buah kurma. Buah yang memiliki warna kecokelatan dan agak gelap ini juga dapat membantu meningkatkan kadar hormon prolaktin yang dibutuhkan untuk memperlancar ASI ibu menyusui.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Pediatric Sciences di tahun 2014 mendukung hal ini. Namun, menurut penelitian tersebut buah kurma bisa lebih efektif untuk mengoptimalkan jumlah ASI bila dikonsumsi bersama herbal fenugreek.

Masih sejalan dengan penelitian tersebut, penelitian lain yang dilakukan di kota Semarang melaporkan manfaat baik jika ibu menyusui minum sari buah kurma untuk memperlancar ASI.

Selain sebagai penambah ASI, penelitian yang dimuat dalam HEARTY Jurnal Kesehatan Masyarakat ini menemukan bahwa sari kurma bisa menambah berat badan bayi.

Selain untuk bayi, sari buah kurma yang diminum ibu selama menyusui juga dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan energi dan protein harian. Hal ini dikarenakan buah kurma dipenuhi oleh segudang zat gizi untuk ibu menyusui. Dalam 100 gr buah kurma mengandung 277 kalori energi, dan 75 gr karbohidrat. Disamping itu ada pula 2 gr protein serta berbagai mineral dan vitamin yang baik untuk ibu menyusui.

Perlukah minum susu untuk ibu menyusui?


Susu mengandung banyak sekali nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Ya, susu dapat menyumbang kalori tambahan, sehingga ibu menyusui dapat mencukupi kebutuhan kalorinya. Itu sebabnya, ibu menyusui disarankan untuk minum susu bila asupan hariannya belum mampu mencukupi kebutuhan nutrisinya.

Dalam segelas susu, Anda bisa mendapatkan protein, lemak, kalsium, yodium, zat besi, seng, fosfor, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E, asam folat, dan masih banyak lagi.

Namun, tidak semua ibu memerlukan susu khusus untuk menyusui karena susu bukan minuman wajib untuk ibu. Susu hanya membantu ibu dalam mencukupi kebutuhan nutrisinya saat menyusui.

Jika nutrisi ibu sudah bisa terpenuhi dari makanan sehari-hari yang ibu konsumsi, ibu menyusui tidak memerlukan susu.

Di sisi lain, Anda perlu berhati-hati juga saat minum susu ibu menyusui. Biasanya, susu ibu menyusui diolah dari susu sapi, susu kacang kedelai, dan susu kacang almond.

Meski tidak meminumnya secara langsung, bayi yang punya alergi dengan protein di dalam susu sapi bisa mengalami gejala alergi bila ibu minum susu sapi saat menyusui.

Ketika bayi alergi susu sapi, sistem kekebalan tubuhnya akan bereaksi secara berlebihan terhadap protein di dalam susu sapi.

Jadi, setiap kali protein susu sapi tersebut masuk ke dalam tubuh bayi dianggap sebagai zat asing yang berbahaya. Alhasil, bayi mengalami reaksi alergi akibat protein di dalam susu sapi tersebut.

Jika hal ini yang Anda dan si kecil alami, segera konsultasikan lebih lanjut dengan dokter. Dokter biasanya menyarankan Anda untuk mengganti susu sapi dengan asupan maupun susu jenis lainnya.

Bolehkah ibu menyusui makan makanan pedas?


Bawang putih, cabai, jinten, bumbu kari, dan paprika merah merupakan beberapa jenis rempah makanan dengan cita rasa khas, yakni pedas.

Bagi Anda pecinta makanan pedas, menyusui bukanlah halangan untuk menghindari makanan dengan rasa pedas. Pasalnya, beberapa bayi tidak mengalami masalah karena menyusu dari ibu yang makan pedas. Bahkan, beragam rasa makanan yang dimakan ibu selama menyusui dapat membuat bayi mudah menyukai aneka makanan saat dewasa.

Makanan pedas menjadi pantangan bagi ibu menyusui ketika bayi terlihat tidak nyaman atau mengalami gejala kurang mengenakkan.

Diare, perut kembung, perut penuh dengan gas, dan lainnya merupakan efek akibat ibu makan makanan yang menjadi pantangan saat menyusui.

Jika gejala tersebut dialami oleh si kecil, tandanya ibu harus mengurangi atau menghindari pantangan makan makanan pedas selama masa menyusui. Hal ini bertujuan agar cita rasa makanan pedas tidak memengaruhi rasa alami ASI. Hal ini berlaku khususnya bagi bayi dengan sistem pencernaan yang lemah dan belum bisa menerima kandungan rempah dan rasa pedas.

Jika Anda tetap makan makanan pedas, hal ini bisa menyebabkan bayi mengalami kembung, diare, dan masalah pencernaan lainnya karena ibu makan makanan yang menjadi pantangan saat menyusui.

Bolehkah ibu menyusui makan jengkol?


Jengkol pada dasarnya memiliki manfaat kesehatan. Namun di sisi lain, jengkol mengandung asam amino djenkolik yang dapat membentuk batuan kristal di kandung kemih. Selain itu, kandungan nitrogen pada jengkol juga sangat tinggi sehingga bisa mengganggu fungsi ginjal.

Jika Anda seorang ibu menyusui dan ingin makan jengkol, ada baiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

Dokter akan membantu mempertimbangkan apakah makanan ini memberikan manfaat lebih banyak atau sebaliknya.

Tak lupa, pertimbangkan juga efeknya pada bayi. Apabila terjadi perubahan ASI, baik rasa maupun aroma, saat ibu menyusui makan jengkol, sebaiknya hentikan kebiasaan ini.

Bolehkah ibu menyusui makan seafood dan sushi?


Beberapa ikan tertentu mengandung merkuri yang berbahaya bagi kesehatan ibu dan bayi. Jadi, lebih baik bila ibu menyusui memilih ikan yang paling rendah kandungan merkurinya. Ambil contohnya seperti ikan salmon, nila, ikan cod, atau ikan patin.

Merkuri merupakan kandungan dalam makanan yang harus dihindari saat menyusui.

Alangkahnya lebih baiknya lagi jika ibu membuat seafood dan sushi sendiri untuk memastikan keamanannya.

Anda tentu bisa memilih jenis ikan yang rendah merkuri, ikan yang lebih segar, dan tambahan sayur maupun buah agar lebih bernutrisi. Selain itu, kebersihan seafood dan sushi tentu lebih terjamin.

Bolehkah ibu menyusui minum es?


Ketika ibu menyusui minum es katanya dapat memengaruhi kesehatan bayi. Ini karena air es yang dingin diperkirakan bisa membuat bayi flu. Nyatanya, suhu air es yang diminum ibu menyusui tidak lantas membuat suhu ASI menjadi dingin.

Begitu ditelan, suhu makanan yang tadinya panas maupun dingin akan berubah mengikuti suhu di dalam tubuh ibu menyusui.

Dengan kata lain, suhu dingin dari es tersebut akan langsung hilang saat air sudah di dalam perut. Jadi, tentu minum es saat menyusui tidak akan menyebabkan bayi sakit atau kedinginan.

Suhu ASI akan tetap normal sebagaimana mestinya, terlepas dari apa yang ibu makan atau minum. Terlebih lagi, minum es itu sendiri tidak akan menyebabkan flu karena penyakit ini disebabkan oleh virus.

Bolehkah ibu menyusui minum kopi?


Makanan dan minuman dengan kandungan kafein bisa Anda temukan di dalam kopi, teh, cokelat, minuman bersoda, maupun minuman ringan lainnya.

Dalam jumlah yang sedikit, kafein yang ibu konsumsi selama menyusui sebenarnya bukanlah suatu pantangan. Bayi masih aman menyusu ASI selama jumlah kafein yang ibu konsumsi masih wajar dan tidak berlebihan.

Akan tetapi, karena kafein ini bisa bercampur bersama ASI, sebaiknya hindari konsumsi yang terlalu banyak. Ini karena sistem pencernaan dan metabolisme tubuh bayi masih kesulitan untuk mencerna kandungan kafein terutama di awal masa kehidupannya.

Selain itu, kafein juga berisiko menyebabkan penumpukan gas serta iritasi pada perut bayi. Apalagi jika kondisi bayi memang gampang mengalami perut kembung dan ibu menyusui makan makanan atau minuman berkafein dalam jumlah yang terlampau banyak.

Ini yang menjadi salah satu alasan makanan dan minuman berkafein menjadi pantangan saat ibu sedang menyusui.

Pasalnya, kafein akan menimbulkan rasa tidak nyaman di perut bayi sehabis menyusu. Bahkan di sisi lain, dosis kafein yang kecil sekalipun di dalam ASI dapat berpengaruh pada pola tidur bayi. Sama halnya seperti orang dewasa, bayi mungkin mengalami susah tidur sehingga lebih sering terjaga. Padahal, bayi membutuhkan waktu tidur yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa.

Itulah mengapa kafein merupakan kandungan dalam minuman dan makanan yang harus dihindari saat menyusui.

Jadi, pertanyaan mengenai bolehkah ibu menyusui mengonsumsi kafein, termasuk minum kopi? Jawabannya sebaiknya asupan kafein tidak lebih dari 3 cangkir per hari. Hal ini setidaknya bisa membantu mencegah masalah pencernaan pada bayi sekaligus menjaga waktu tidurnya senantiasa optimal.

Bolehkah ibu menyusui minum alkohol?

Melansir dari laman Healthy Children, American Academy of Pediatrics menyebut, alkohol merupakan pantangan bagi ibu menyusui. Alasannya, selain minuman ini dapat masuk dan bercampur bersama darah serta ASI, yang memungkinkan bayi menjadi 'peminum' alkohol secara tidak langsung, konsumsi alkohol pada makanan atau minuman dalam jangka panjang juga dapat menurunkan produksi ASI ibu menyusui.

Hindari kebiasaan langsung menyusui bayi jika ibu menyusui baru saja minum alkohol dalam jumlah banyak. Tunggu sampai tubuh ibu menyusui benar-benar bersih dari alkohol, yang menurut Children’s Hospital of Philadelphia, itu berarti sekitar 2-3 jam kemudian.

Adakah manfaat kunyit untuk ibu menyusui?


Selain bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar jamu pelancar ASI, kunyit juga diyakini mampu menjaga sistem kekebalan tubuh. Hal ini karena kunyit mengandung senyawa kurkumin yang bersifat antijamur, antibakteri, dan antivirus, yang memberi beragam manfaat seperti mengurangi peradangan, meredakan masalah pencernaan seperti konstipasi dan perut kembung.

Meski demikian, Anda tetap wajib bertanya kepada dokter sebelum menggunakannya agar mengetahui dosis yang aman.

Apakah makanan ibu menyusui memengaruhi rasa ASI?


Kualitas kandungan gizi di dalam ASI tidak dipengaruhi oleh asupan makanan dan minuman harian ibu menyusui. Namun, rasa dan aroma ASI ternyata dapat dipengaruhi oleh makanan ibu menyusui. Saat Anda makan buah dan sayuran, bayi juga bisa merasakan rasa dari makanan tersebut dari ASI.

Saat menyusui, sebaiknya Anda tetap mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang setiap hari. Hal ini dapat membantu bayi Anda terbiasa dengan rasa dari berbagai jenis makanan bergizi. Dengan begitu, nantinya bayi dapat dengan mudah makan berbagai jenis makanan padat yang Anda tawarkan.

Bayi yang disusui ASI mungkin memiliki pemilihan makanan yang lebih luas karena mereka terbiasa mencoba berbagai rasa yang berbeda dari ASI.

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
sumber : https://hellosehat.com/parenting/bayi/makanan-ibu-menyusui/, akses tgl 10/09/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours