Pandemi Covid-19 bukan halangan untuk membuka usaha, khususnya usaha makanan dan minuman. Justru saat pandemi banyak orang yang membuka usaha kuliner untuk menambah penghasilan.


Berapa jenis makanan makanan berikut ini naik daun di tengah pandemi. Kamu yang hendak terjun ke dunia bisnis kuliner bisa mencoba mencicipi berjualan beberapa produk makanan yang sedang naik daun. 

Kompas.com merangkum lewat podcast TravelCast "Tren Bisnis Kuliner di Masa Pandemi," yang dapat didengarkan di Spotify

1. Dalgona coffee 


Minuman ini populer dari Korea Selatan.  Awalnya ditayangkan dalam program reality show, kemudian pada masa pandemi dibuat banyak orang karena waktu luang untuk bereksperimen.  

Kopi ini sudah mulai dijajakan di beberapa kafe di Jakarta. Antara lain seperti Soguk Cheese Tea, Tanjung Duren, Dessert By Dare, Kebon Jeruk, Jumpstart, Pondok Indah dan masih banyak lagi.

Dalgona coffee dibuat dengan memadukan kopi instan, gula, dan air panas. Kopi ini semakin naik daun ketika proses pembuatannya ramai diunggah di jejaring media sosial seperti Twitter, Instagram, dan TikTok. Banyak orang yang ingin mencobanya tapi kadang tak berhasil membuatnya. 

2. Kopi susu literan 


Pandemi tidak membuat pencinta es kopi susu berhenti belanja minuman kegemaran mereka. Kini masyarakat tetap menyeruput es kopi susu gula aren kesukaannya meski mengandalkan ojek online.  Es kopi literan membuat konsumen hemat ongkos kirim. 

Kopi susu yang dikemas dalam botol literan ini sering diburu pecinta kopi yang tak bisa nongkrong di kafe. Kopi ini juga dapat dinikmati untuk beberapa hari ke depan atau dinikmati dengan keluarga. 

3. Bus kafe 


Bus kafe atau kafe di dalam bus dijalankan oleh sejumlah perusahaan otobus (PO) bekerja sama dengan kafe. Ngopi dalam bus dapat ditemukan di beberapa kota seperti Solo, Malang, Yogyakarta, Purwokerto, Gresik, dan Pekalongan.

Usaha ini ada sebagai upaya PO dan kafe untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19. Banyak PO yang menganggur karena PSBB sehingga mereka memutar otak dan melahirkan bisnis yang kreatif. 

Di dalam bus disusun layaknya seperti kafe, ada tempat duduk, pelayan, dan makanan serta minuman yang ditawarkan. Bahkan beberapa bus kafe menghadirkan atraksi membuat kopi manual brewing dan teh tarik langsung di bus. 

Pengunjung juga akan dibawa keliling kota, sehingga pengunjung bisa merasakan pengalaman yang berbeda. 

4. Dessert Box

Penampakan Tiramisu Dessert Box yang kini menjadi perbincangan di media sosial.(VIA COOKPAD)

Pada masa pandemi kini banyak orang punya hobi tambahan yaitu memasak. Dari memasak, tak sedikit yang merintis usaha kuliner. Salah satu sajian yang banyak diminati adalah dessert atau makanan manis.

Kamu bisa menjajakan dessert yang digemari masyarakat seperti tiramisu, Vanilla Panna Cotta, Dessert Box Chocolate Black Forest, Dessert Box Red Velvet Nougatine, Dessert Box Dalgona Strawberry dan masih banyak lagi. 

5. Frozen food atau makanan beku 


Seolah mendukung gaya hidup yang serba ringkas di era modern, bisnis frozen food melaju dengan pesat. Mereka yang berbisnis di frozen food pada masa pandemi mengaku mengalami peningkatan penjualan.

Peminat frozen food produksinya menyebar di seluruh Indonesia. Sistem yang digunakan ada pegusaha ke pengusaha  (reseller) atau menjual langsung ke konsumen.  

Selain dimsum, berbagai jajanan pun peminatnya banyak. Seperti batagor, basreng, cuanki instan, dan pempek. 

6. Sei sapi khas NTT 


Makanan khas Nusa Tenggara Timur ini juga bisa membuat peluang usaha kulinermu. Sei adalah sajian daging sapi yang diolah dengan cara diasap. Tekstur daging padat dan empuk, cocok disantap dengan tumisan daun singkong dan pepaya serta sambal luat.

Sei sudah menjadi tren sejak tahun lalu, saat ini malah semakin banyak kedai yang menjajakan sei sapi mulai merintis usahanya. Kedai sei sapi tersebut bukan hanya menjajakan sei yang bisa dimakan di tempat, tapi juga dalam bentuk frozen food

7. Salmon mentai 


Kini ada makanan khas Jepang lainnya yang digandrungi masyarakat Indonesia bernama mentai. 

Mentai atau mentaiko memiliki beberapa ciri khas seperti berlapis tobiko, dan ditaburi racikan mayonaise khas Jepang. Racikan inilah yang kerap disebut saus mentai.

PSBB membuat pebisnis mulai menjual salmon mentai. Salmon mentai ala rumahan ini dijual karena melihat masyarakat yang ingin menikmati sajian asal Jepang ini tapi enggan keluar rumah. 

8. Peach gum


Minuman manis dari getah pohon persik ini justru semakin banyak peminat pada masa pandemi virus corona.

Trend peach gum di Indonesia dimulai sejak setahun belakangan ini dan makin merebak sejak pandemi Covid-19. 

Sajian ini bisa diklaim banyak peminatnya karena rasanya yang manis alami, menyegarkan lalu banyak khasiat untuk kesehatan. Peach gum memiliki manfaat seperti memperkuat imun tubuh, menurunkan kolestrol, dan mengurangi diabetes. 

Peach gum memiliki rasa yang manis alami dan teksturnya kenyal serta lembut, bahan ini bisa diolah menjadi dessert dan hidangan utama seperti Herbal Chicken Soup

9. Choipan 


Layanan jasa titip atau jastip aneka jajanan Jakarta telah viral di sosial media sejak beberapa waktu lalu. Para pelaku jastip ini biasanya menawarkan untuk mengantar jajanan seperti Roti Srikaya TetFai, Dimsum Arsyif, Bakwan Pontianak, dan Tomaples Donut. Ada juga Suisse Bakery, Stumpy Coffee, Kopi Tuku, Asinan H. Asymuni, Choipan Manie, Agus Robaba, dan masih banyak lagi. 

Dari sekian banyak pilihan jajanan tersebut, ternyata Choipan Manie khas Pontianak dan Agus Robaba jadi dua yang paling sering dipesan oleh para pelanggan jastip. Sajian ini bisa membuka peluang bisnis kulinermu. 

10. Korean garlic bread


Sama seperti dalgona, Korean garlic bread adalah makanan yang berasal dari Korea selatan dan hasil kreasi masyarakat setempat di masa pandemi. Cream cheese garlic bread dapat ditemukan di penjaja street food di Korea Selatan, seperti terlihat pada akun Youtuber Korea, FoodyTrip. Ia mendapatkan jajanan tersebut di area Gangnam Station, Seoul. 

Proses pembuatan puluhan roti krim keju tersebut juga tampak pada video tersebut. Roti bulat dibelah bagian atasnya menjadi 6, diisi krim keju, dicelupkan ke dalam campuran bawang putih dan mentega cair, kemudian dipanggang. 

11. Bumbu jadi 

Bumbu jadi bisa menjadi salah satu peluang bisnismu pada masa pandemi. Masyarakat akan memilih berhemat tenaga dan waktu memasak dengan cara membuat stok bumbu dasar.

Pasalnya, hampir setiap masakan Indonesia biasanya menggunakan bumbu dasar yang sama sehingga akan mempermudah ketika harus memasak. 

Adanya PSBB membuat masyarakat lebih memilih menyetok bumbu jadi di rumah. 

12. Layanan cloud kitchen 

Cloud kitchen atau disebut juga ghost kitchen kian berkembang di tengah pandemi virus corona saat ini. 


Pengertian dari cloud kitchen adalah dapur yang ditujukan untuk membuat makan yang akan dijual melalui layanan pesan antar saja. Dapur bisa memproduksi makanan dari satu sampai beberapa merek restoran, disesuaikan dengan kebutuhan. Cloud kitchen juga bisa menjadi solusi bagi pemilik restoran offline

Sebab banyak biaya yang akan terpotong mulai dari sewa tempat, tidak perlu membayar gaji karyawan, biaya listrik dan lain-lain.


Penulis : Yana Gabriella Wijaya
Editor : Silvita Agmasari
sumber : https://www.kompas.com/food/read/2020/08/16/210900075/12-produk-makanan-yang-jadi-tren-pada-masa-pandemi-ide-jualan-online?page=all#page2, akses tgl 13/10/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours