Dalam dunia medis, sembelit didefinisikan sebagai keadaan sulit buang air besar (BAB) yang ditandai dengan aktivitas BAB kurang dari tiga kali per minggu. 


Bila Anda adalah salah satu orang yang kerap mengalami sembelit, jangan merasa malu karena ini merupakan masalah yang cukup umum dan dialami oleh banyak orang. Bahkan, seperti dilansir dari Healthline, (31/1/2020), sebanyak 27% orang dewasa di seluruh dunia mengalami sembelit beserta gejalanya, seperti kembung dan gas. 

Meski demikian, jangan juga membiar-biarkan kondisi sembelit yang Anda alami. Segera redakan dan kurangi risiko sembelit Anda dengan menghindari tujuh makanan dan minum penyebab sembelit ini: 

1. Alkohol 

Alkohol sering disebut sebagai sumber sembelit, karena ketika dikonsumsi secara berlebihan bisa mengakibatkan dehidrasi dan meningkatkan risiko sembelit. Pasalnya, konsumsi jumlah alkohol yang banyak bisa meningkatkan jumlah cairan yang hilang melalui urin. 

Meski demikian, memang belum ada penelitian yang dapat menemukan hubungan langsung antara konsumsi alkohol dan sembelit. Selain itu, beberapa orang justru melaporkan gejala diare, daripada sembelit, setelah minum-minum semalaman. Hal ini mungkin disebabkan oleh efek alkohol yang berbeda-beda dari satu orang ke orang lainnya.

2. Makanan yang mengandung gluten 

Gluten merupakan protein yang ditemukan dalam biji-bijian seperti gandum dan barley. Pada orang-orang yang memiliki intoleransi gluten, misalnya penyakit seliak, mengonsumsi makanan yang mengandung protein ini bisa menimbulkan berbagai gangguan pencaraan dengan gejala yang paling umum yaitu sembelit. 

Selain penderita seliak, orang-orang dengan sensitivitas gluten lainnya serta penderita sindrom iritasi usus besar juga mungkin perlu menghindari gandum dan biji-bijian yang mengandung gluten lainnya. 

3. Biji-bijian yang telah diproses 

Biji-bijian yang telah diproses dan produknya, seperti roti putih, nasi putih, dan pasta; lebih berisiko menimbulkan sembelit daripada biji-bijian utuh. Hal ini karena biji-bijian yang telah diproses lebih rendah serat akibat hilangnya bekatul yang kaya serat ketika diproses. 

Sudah ada banyak penelitian yang mengaitkan asupan serat tinggi dengan risiko sembelit yang lebih rendah. Akan tetapi, bila Anda tergolong orang yang banyak mengonsumsi serat, tetapi masih mengalami sembelit; mengonsumsi serat tambahan mungkin malah dapat memperburuk sembelit.

4. Susu dan produk susu 

Produk susu bisa menjadi salah satu penyebab umum sembelit, setidaknya bagi sebagian orang yang sensitif terhadap protein pada susu sapi yang disebut laktosa. Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nutrients, anak-anak berusia 1-12 tahun dengan sembelit kronis akibat minum susu sapi menunjukkan perbaikan kondisi ketika menggantinya dengan susu kedelai. 

Meski demikian, perlu dicatat bahwa mereka yang tidak toleran laktosa mungkin malah mengalami diare, bukan sembelit, setelah mengonsumsi produk susu. 

5. Daging merah 

Ada tiga alasan mengapa daging merah dapat memperburuk sembelit. Pertama, makanan ini mengandung sedikit serat, nutrisi yang menambah massa kotoran dan membantunya bergerak. 

Kedua, daging merah juga secara tidak langsung dapat mengurangi asupan serat harian total seseorang dengan menggantikan pilihan makanan yang berserat lebih tinggi. 

Ketiga, daging merah mengandung jumlah lemak yang lebih tinggi sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna oleh tubuh. 

Untuk mengurangi risiko sembelit, Anda bisa menggantikan daging dengan makanan yang mengandung protein dan serat seperti kacang-kacangan, lentil, dan kacang polong.

6. Gorengan dan makanan cepat saji 

Makan gorengan atau makanan cepat saji dalam porsi besar dapat meningkatkan risiko sembelit, karena kedua jenis makanan ini tinggi lemak dan rendah serat. Kombinasi ini dapat memperlambat pencernaan dengan cara yang sama seperti daging merah. 

Selain itu, makanan yang digoreng dan cepat saji biasanya mengandung terlalu banyak garam yang membuat tubuh menyerap lebih banyak air dari usus untuk mengimbangi garam yang berlebih. Akibatnya, usus bergerak lebih lambat dan menyebabkan sembelit. 

7. Kesemek 

Meskipun termasuk dalam golongan buah, beberapa varietas kesemek yang sepat dapat menyebabkan sembelit bagi sebagian orang. Hal ini karena kesemek mengandung tanin, sejenis senyawa yang dapat memicu sembelit dengan memperlambat pergerakan usus sehingga bisa mengganggu pencernaan. 

Untuk alasan ini, orang yang mengalami sembelit harus menghindari terlalu banyak mengonsumsi kesemek, terutama varietas yang rasanya sepat (astringent).


Penulis : Dinda Zavira Oktavia
Editor : Shierine Wangsa Wibawa
sumber : https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/10/180300123/7-makanan-yang-harus-dihindari-saat-sembelit-dari-daging-hingga-kesemek?page=all#page2, akses tgl 18/10/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours