Disamping kopi luwak, ada kopi fermentasi hewan lainnya. Seperti kelelawar, gajah, dan monyet yang membantu proses pengolahan biji kopi.


Kopi memiliki cita rasa dan aroma khas. Terlebih kopi unik yang disebut kopi fermentasi hewan ini. Biji kopi diproses dengan bantuan beberapa hewan.

Salah satu yang terkenal adalah kopi luwak dimana petani kopi akan memanfaatkan biji kopi yang dihasilkan dari feses luwak. Ternyata selain kopi luwak, ada juga kopi fermentasi hewan lainnya.

Beberapa diantaranya adalah kopi gajah, kelelawar, dan monyet. Seperti apa pengolahan dan rasanya? Detikfood merangkum informasi soal kopi fermentasi hewan yang nikmat ini.

1. Kopi Luwak

Kopi luwak sudah terkenal seantero dunia. Kopi asli Indonesia ini memiliki cita rasa dan aroma yang sangat khas. Kopi luwak pun disebut kopi paling mahal di dunia, padahal proses pembuatan kopi ini berasal dari feses hewan luwak (musang).

Kopi luwak ditemukan pada awal abad ke-18 ketika Belanda memiliki perkebunan tanaman komersial. Luwak (musang) tersebut mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi pun jadi incarannya.

Dari situ-lah kopi luwak tercipta lalu selanjutnya dilakukan pemanggangan sehingga kopi dapat dinikmati. Kopi luwak ini juga terkenal dengan harga yang mahal yaitu sebesar $700 atau senilai Rp. 9.700.000 per kilogramnya.

2. Kopi Gajah (Black Ivory)

Sama seperti kopi luwak yang terbuat dari fermentasi sisa kotoran, kopi gajah atau yang sering disebut Black Ivory ini juga terbuat dari fermentasi kotoran gajah. Kopi ini berasal dari Thailand dan diproduksi oleh sebuah perusahaan bernama Black Ivory Coffee Company.

Gajah di Thailand ini diberikan makanan berupa biji kopi jenis Thai Arabica yang hanya tumbuh pada ketinggian 5.000 kaki di atas permukaan laut. Gajah-gajah tersebut harus diberi makan 32 kilogram biji kopi hanya untuk memproduksi 1 kilogram biji kopi yang dapat dikonsumsi.

Kopi ini memiliki harga yang tinggi sama seperti kopi luwak. Setidaknya Anda harus mengeluarkan kocek sebesar $100 atau jika dirupiahkan senilai Rp. 1.400.250 untuk menikmatinya. Kopi gajah ini pun memiliki cita rasa yang khas, semakin banyak protein yang dikonsumsi oleh gajah maka rasanya semakin pahit.

3. Kopi Kelelawar

Baru-baru ini pencinta kopi dihebohkan dengan kemunculan kopi yang berasal dari kelelawar. Proses kopi tersebut diolah melalui kunyahan atau gigitan kelelawar yang diproduksi di Madagaskar, Afrika Timur, dan memiliki harga yang tinggi.

Kopi yang memiliki sebutan lain yaitu Bourbon Pointu ini berupa mutasi dari varietas kopi jenis Arabika. Kabarnya kopi tersebut memiliki cita rasa serta aroma yang khas dan dapat bertahan di dalam mulut selama kurun waktu yang cukup lama. Harga kopi kelelawar ini pun terbilang mahal yaitu $110 atau sebesar Rp. 1.505.515 per 500 gram kopinya.

Seorang pengusaha Hotel dari Belgia yaitu Ronald Van der Vaeken yang berkesempatan mencicipi uniknya kopi kelelawar ini menjelaskan kalau rasa kopi tersebut sangatlah istimewa. Rasanya normal, namun aroma dari kopi kelelawar tersebut akan bertahan di dalam mulut yang cuup lama. Ia mengatakan, "Ini (kopi kunyahan kelelawar) tidak asam... sangat enak."

4. Kopi Monyet

Sejenis kopi kelelawar, ada kopi yang berasal dari kunyahan monyet. Kopi ini berasal dari hutan liar bernama Ghat yang berlokasi di wilayah Barat dan Selatan India. Monyet yang berada di hutan liar tersebut tertarik pada buah kopi yang matang.

Lalu kopi tersebut dikunyah dan hanya dalam beberapa menit, kopi dilkeluarkan dari mulut. Kopi ini diberi nama Monkey Parchment Coffee. Sebelum bisa dinikmati kopi dicuci, bilas, lalu dikeringkan dan dipanggang.

Namun kopi jenis ini tidak dijual bebas, harus melakukan pemesan terlebih dahulu jika ingin mencicipinya. Jika penasaran dengan cita rasa dari kopi yang berasal dari kunyahan monyet ini harus pesan langsung dari websitenya di Kingsmen Coffee.

5. Kopi Burung

Satu lagi jenis kopi yang prosesnya berasal dari fermentasi hewan, yaitu kopi burung. Kopi burung ini terbuat dari biji kopi yang berasal dari kotoran burung. Burung yang digunakan untuk memproses kopi tersebut adalah jenis burung langka yaitu burung jacu.

Biji kopi tersebut dimakan oleh burung jacu dan dikeluarkan lewat kotoran. Kotoran biji kopi tersebut dipunguti oleh para pekerja di tempat produksi kopi burung yaitu Henrique. Lalu dicuci sampai bersih dan dipisahkan dari kotoran, layaknya mengolah kopi luwak.

Kopi yang berasal dari fermentasi burung jacu ini memiliki nama lain yaitu kopi camocim. Kopi tersebut berasal dari Brasil dan dibandrol dengan harga yang cukup tinggi. Mulai dari $200 hingga $3250 atau setara dengan Rp. 2.744.100 hingga Rp. 44.591.625.


Yenny Mustika Sari
sumber : https://food.detik.com/info-kuliner/d-4886058/kopi-gajah-hingga-monyet-5-kopi-fermentasi-hewan-yang-nikmat, akses tgl 07/10/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours