Waktu bergulir melewati bulan keempat sejak kasus Covid-19 pertama kali ditemukan di Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun, persentase kematian karena Covid-19 di Indonesia tertinggi dialami kelompok umur ≥ 60 tahun. Seperti yang kita ketahui lanjut usia (lansia) adalah salah satu kelompok rentan dan mudah terpapar Covid-19.


Lalu bagaimana posyandu lansia berperan di tengah pandemi? Pemerintah saat ini sudah berupaya untuk memutus mata rantai penularan virus Korona. Himbauan untuk physical distancing, bekerja, belajar dan beribadah di rumah terus digaungkan. Semua kegiatan yang membuat kerumunan harus dihindari termasuk kegiatan posyandu lansia. Peran posyandu lansia melalui kader sangat penting untuk selalu memonitor kondisi para lansia.

Meski kegiatan posyandu lansia ditiadakan sementara, namun peran kader masih berjalan. Kader berperan memberikan informasi kepada lansia tentang perilaku hidup sehat dan menjaga kesehatan selama pandemi berlangsung. Informasi tersebut diberikan pada saat kader bertemu dengan lansia di jalan atau di masjid. Kader juga membagikan masker kain untuk lansia, baik yang dibeli sendiri dari kas posyandu maupun dari bantuan lembaga lain. Peran lain yang tak kalah penting adalah kerjasama antar stakeholder, seperti dengan pihak RT. Oleh karena cakupan wilayah kecil dan saling berdekatan, maka akan lebih memudahkan dalam memantau kondisi lansia.

Lalu apakah lansia merasakan dampak pandemi Covid-19? Dampak sosial dirasakan lansia dengan tidak adanya posyandu lansia, ternyata menurunkan kesehatan psikologis. Kegiatan posyandu lansia tidak hanya mempertahankan kesehatan fisik agar selalu bugar, namun posyandu lanisa juga sebagai wadah bertemu dengan teman sebayanya, lansia bisa saling berkomunikasi dan berinteraksi. Pada masa pandemi ini mereka merasa kesepian karena tidak bisa berkumpul.

Selain dampak sosial, dampak ekonomi juga dirasakan oleh lansia. Seperti yang dialami oleh Mbah Marto (70) yang biasanya menjual beras di Pasar Kota Gede Yogyakarta. Namun selama pandemi dia tidak lagi berani ke pasar. Beliau hanya menjual beras di rumah yang berdampak pada berkurang pendapatan. Kisah yang sama, juga dialami oleh banyak lansia lain yang senasib dengan Mbah Marto.

Dampak yang tidak kalah penting adalah kesadaran lansia untuk melindungi diri sendiri masih kurang. Contoh nyata yang terlihat pada saat lansia beraktivitas di luar rumah, banyak yang tidak menggunakan masker. Tidak sedikit juga lansia yang menanyakan kenapa harus pakai masker, kenapa harus di rumah saja.

Keluarga lansia sendiri tidak bisa menyampaikan informasi dengan jelas, lansia banyak yang tidak menonton berita di televisi, kader posyandu tidak bisa banyak berperan di situasi seperti sekarang. Hal ini membuktikan bahwa informasi yang mereka terima tentang Covid-19 masih kurang sedangkan mereka rentan tertular.

Apa yang perlu dilakukan untuk membantu lansia yang terdampak Covid-19?

Kelompok usia lanjut merupakan golongan yang memerlukan perhatian khusus. Sesuai amanah “Panduan Perlindungan Lansia” oleh KPPPA diperlukan peran dari kader posyandu lansia di level masyarakat untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi lansia di masa pandemi Covid-19 dengan melibatkan dan bekerja sama lintas sektor.

Kader posyandu berharap adanya bantuan berupa sembako dan makanan bergizi. Lansia masih kurang diperhatikan, belum ada bantuan yang khusus menyasar mereka. Bantuan lain yang diterima lansia adalah masker kain, sembako, hand sanitizer. Namun demikian bantuan tersebut belum diterima semua lansia di posyandu. Harapannya, jika menyalurkan bantuan pemerintah desa dapat bekerja sama dengan kader posyandu dalam pendistribusiannya.

Tak kalah penting yang harus diperhatikan bagaimana lansia bisa mendapatkan informasi yang tepat dan jelas mengenai Covid-19. Menurut kader posyandu, mereka sebaiknya diberikan informasi dari sumber yang berkompeten, seperti petugas dari puskesmas. Namun di masa pandemi seperti ini, petugas kesehatan sudah memiliki banyak tugas untuk menangani pasien di garda terdepan. Langkah bijak yang bisa dilakukan salah satunya dengan mendokumentasikan informasi tentang Covid-19 dari berbagai sumber terpercaya seperti yang diterbitkan oleh kementerian terkait.

Pemerintah desa bisa membantu melakukan koordinasi untuk pendokumentasian, selanjutnya disampaikan melalui karang taruna, RT, RW, atau kader posyandu. Kader dengan networking yang luas akan menyampaikan informasi kepada lansia. Libatkan juga keluarga dan masyarakat agar secara aktif menjelaskan informasi tentang Covid-19 kepada lansia. Selaras juga dengan pedoman umum menghadapi Covid-19 yang dikeluarkan oleh Kemendagri, bahwa pastikan lansia memperoleh kesadaran dan perlindungan pribadi terkait Covid-19.

_______

*Tulisan pertama kali dipublikasikan di rubrik “INSPIRASI UNTUK KEBIJAKAN” SKH Kedaulatan Rakyat, Edisi Jumat 10 Juli 2020.

Hendri Setyo Nugroho, S.H., M.I.P.
sumber : https://surveymeter.org/id/node/571, akses tgl 27/10/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours