Doping bukanlah hal yang asing terdengar di kalangan atlet atau olahragawan. Penggunaan doping di kalangan atlet biasanya berlandaskan alasan dan kepercayaan bahwa doping bisa meningkatkan stamina dan performa dari atlet itu sendiri. Benarkah demikian?


Menurut ahli gizi, Fillah Fithra Dieny, S.Gz, M.Si, dosen Ilmu Gizi dari Universitas Diponegoro, Semarang, penggunaan doping bagi para atlet sebenarnya tidak diperlukan bahkan dilarang keras. Doping memiliki efek yang berbahaya untuk para atlet sehingga pemakaiannya pun tidak disarankan.

“Doping memberikan beberapa efek tertentu salah satunya ialah meningkatkan performa para atlet yang akan menghadapi pertandingan. Namun, penggunaannya sangat tidak disarankan, karena akan menimbulkan bahaya bagi si atletnya sendiri. Penggunaan doping yang dibiarkan akan menjadi sebuah kebiasaan buruk yang berujung pada ketergantungan,” ujar Dieny.

Dieny memaparkan bahwa ada pula beberapa makanan dan minuman yang dipercaya oleh para atlet mampu membangkitkan stamina dan performa seperti layaknya sebuah doping. Sebut saja kopi. Minuman ini sering dikonsumsi oleh banyak orang karena kopi dianggap mampu membuat tubuh lebih bugar dan menambah stamina.

“Gula dan madu juga menjadi salah satu makanan yang bisa memberikan ekstra energi untuk seseorang karena keduanya merupakan sumber glukosa. Telur mentah juga sering menjadi makanan yang dipercaya dapat membuat fisik lebih tangguh, apalagi kalau dicampur dengan susu, madu dan jahe,” lanjut Dieny.

Menurut Dieny, meskipun dapat memberikan ekstra energi, namun baik minuman atau makanan ini apabila dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan tentunya tidak akan baik bagi tubuh dan performa para atlet. Seperti kopi, meskipun dapat meningkatkan stamina para atlet namun jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dan waktu yang tidak tepat justru malah akan menimbulkan masalah, salah satunya ialah insomnia. Jika hal ini terjadi pada atlet, bukannya menambah stamina, justru atlet akan mudah lelah karena kurang istirahat akibat insomnia.

“Hal ini juga berlaku pada gula, tidak mengonsumsi gula sama sekali justru tidak bagus. Namun jika konsumsi gula terlalu berlebih, hal ini dapat mengakibatkan shock insulin atau suatu kondisi di mana gula terlalu banyak masuk ke dalam tubuh. Tubuh kemudian akan merespon dengan mengeluarkan hormon insulin dalam jumlah yang berlebihan dan pada saat ini terjadilah kondisi hipoglikemia. Hipoglikemia sendiri akan membuat seorang atlet menjadi mudah lelah dan ini tentu tidak baik untuk mereka yang sering melakukan aktivitas fisik yang berat,” ungkap Dieny mengenai efek konsumsi gula berlebih.

Padahal, jika mengikuti prinsip gizi seimbang atau prinsip sport nutrition, tidak ada makanan khusus untuk menambah stamina dan energi ekstra bagi para atlet. Yang terpenting ialah dengan menjaga asupan gizi seimbang masuk ke dalam tubuh. Perhatikan jumlah karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral yang masuk ke dalam tubuh. Jika prinsip gizi seimbang ini diikuti dan disertai dengan latihan fisik yang rutin, maka stamina dan energi pun akan lebih terjaga bahkan meningkat.


Article By Claudia Ramadhani
sumber : https://www.1health.id/id/article/category/sehat-a-z/tak-hanya-obat,-makanan-dan-minuman-ini-juga-dianggap-jadi-doping.html, akses tgl 02/10/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours