Ada banyak mitos tentang kedelai yang memang sempat ramai diperbincangkan. Beberapa penelitian yang dilakukan awal tahun 90-an menyebutkan bahan dasar tahu dan tempe ini dapat menurunkan risiko kanker.

Namun demikian, pada tahun 1996, muncul penelitian yang menyebutkan kedelai justru dapat meningkatkan risiko kanker. Dilansir Women's Health, Selasa (20/2/2018), menurut para ahli, belum ada bukti yang mengatakan konsumsi kedelai memiliki efek negatif untuk kesehatan.

Oleh sebab itu, berikut tiga mitos paling banyak dibicarakan publik yang sebaiknya tidak Anda percaya.

1. Kedelai menyebabkan kanker payudara

Sempat beredar kabar mengenai kedelai yang dapat meningkatkan kadar estrogen, yang ditunjukkan melalui penelitian terkait kanker payudara dan ovarium.

Penelitian pada tahun 1998 terhadap tikus memang memunculkan rasa panik, karena kandungan isoflavon pada kedelai, yang bertindak serupa dengan hormon estrogen, dianggap menjadi pemicu munculnya tumor payudara.

Namun demikian, semua itu hanyalah omong kosong. Beberapa penelitian melihat efek mengonsumsi kedelai pada penderita kanker payudara. Ketika mengonsumsi kedelai, kanker pada tubuh cenderung menurun dan mereka dapat bertahan hidup.

Oleh sebab itu, Komunitas Sosial dan Peneliti Kanker di Amerika Serikat mengatakan pasien kanker payudara dapat mengonsumsi kedelai dengan aman.

2. Kedelai mengacaukan kesuburan

Sifat mirip Estrogen yang terdapat dalam kedelai memunculkan banyak pertanyaan, apakah konsumsi kedelai secara berlebihan dapat mempengaruhi kesuburan.

Namun demikian, jawaban atas pertanyaan tersebut yaitu tidaklah benar. Hal ini karena menurut studi keperawatan di Amerika Serikat, justru konsumsi kedelai dalam jumlah sedang dapat membantu wanita untuk segera hamil.

Masih dalam riset yang sama, protein hewani justru disebut dapat memunculkan masalah kesuburan, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.

3. Kedelai menumbuhkan payudara pada pria

Mitos ini terjadi pada dua pria yang mengalami pembesaran payudara karena mengonsumsi kedelai. Pria pertama bernama Vegan, yang diketahui mengonsumsi 12 hingga 20 porsi kedelai per hari. Lalu, pria kedua, yang berumur 60 tahun diketahui mengonsumsi tiga liter susu kedelai setiap harinya.

Berdasarkan kasus tersebut, kedelai memang dapat memicu munculnya payudara pada pria, namun jika dikonsumsi secara berlebihan. Konsumsi kedelai dalam batas wajar justru dapat menjaga kesehatan dan meningkatkan nutrisi dalam tubuh.

Aretyo Jevon Perdana
sumber : https://www.liputan6.com/health/read/3304833/3-mitos-konsumsi-kedelai-ini-ternyata-salah-besar, akses tgl 06/11/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours