Diadaptasi dari kuliner Arab, martabak jadi jajanan favorit sepanjang masa. Disukai semua kalangan, baik yang manis maupun yang gurih.


Rasanya yang enak dengan pilihan isian dan topping beragam membuat martabak tak pernah kehilangan penggemarnya di sini. Banyak sejarah menarik seputar perkembangan martabak yang sudah eksis sejak dulu.

Meski belum diketahui pasti kapan pertama kali martabak diciptakan, tapi awal mulanya berasal dari wilayah Arab dan Timur Tengah. Saat itu muncul hidangan Mutabbaq yang memiliki arti 'dilipat'.

Dulu Mutabbaq disebut juga sebagai omelette gulung dengan potongan sayuran di dalamnya. Adonan kulit muttabaq yang terbuat dari tepung atau telur ditambah dengan isian yang royal.

Isian Muttabaq ini memang tak jauh dari campuran daun bawang, daging cincang yang dikocok dengan telur.

Karena rasanya yang enak, dan pengaruh kuliner Arab yang menyebar. Akhirnya hidangan yang satu ini sering disebut sebagai pancake Arab ini populer di Asia Tenggara. Seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand sampai Brunei.

Tentunya setiap negara memiliki versi mutabbaq yang berbeda. Di Indonesia sendiri, makanan yang satu ini lebih dikenal dengan nama martabak. Jenisnya lebih variatif karena hampir setiap daerah memiliki jenis dan racikan martabak yang berbeda.

Mulai dari martabak manis gaya Bangka, atau martabak telur gaya Aceh atau Padang semuanya memiliki penggemar masing-masing. Kisah dibalik penyebaran martabak telur dan martabak manis di Indonesia juga berbeda.

Contohnya martabak telur yang awalnya dipopulerkan oleh seorang pemuda asal Tegal bernama Ahmad bin Abdul Karim. Saat itu Ahmad pergi merantau ke Semarang untuk berjualan di tahun 1930. Ia kemudian menciptakan martabak yang rasanya disesuaikan dengan selera orang Jawa.

Sementara untuk martabak manis, awalnya martabak ini dipopulerkan di Bangka Belitung dengan sebutan Hok Lo Pan. Berbeda dengan martabak telur yang erat dengan kuliner Arab, kalau martabak manis dibuat oleh orang keturunan Tionghoa di Bangka.


Seiring dengan berjalannya waktu, martabak menjelma menjadi jajanan kaki lima yang populer. Seperti martabak legendaris Encek yang terkenal di Bogor. Kemudian ada juga Martabak Sinar Bulan di Muara Karang yang disebut sebagai martabak terenak di Jakarta, dan jadi langganan para artis dan food vlogger.

Kalau mau coba martabak telur yang klasik dan legendaris ada Martabak AA di Jakarta Selatan yang usianya hampir menyentuh angka 40 tahun.


Tak hanya yang legendaris, beberapa tahun terakhir mulai banyak gerai martabak kekinian dan premium yang bertebaran di berbagai kota. Karena dari sisi bisnis menguntungkan.

Gerai martabak modern ini tak hanya menyajikan martabak manis dan telur saja, tapi juga memadukan makanan hingga aneka topping untuk menghasilkan martabak dengan sentuhan baru.

Sonia Basoni - detikFood
sumber : https://food.detik.com/info-kuliner/d-5219744/dari-arab-martabak-jadi-jajanan-populer-sepanjang-masa, akses tgl 30/10/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours