Hukum Makan Ikan Mentah dalam Islam

 Ketika kita hendak makan ikan, umumnya kita mengolahnya terlebih dahulu. Misalnya diolah menjadi ikan goreng, tumis ikan, dan berbagai macam olahan ikan lainnya, dan ada juga yang dipanggang. Namun terkadang kita temui seseorang yang makan ikan mentah. Bagaimana jika seseorang makan ikan mentah, apakah boleh?


Ulama telah sepakat bahwa ikan halal untuk dimakan tanpa harus disembelih. Baik dimakan dalam keadaan masih hidup atau sudah mati menjadi bangkai, hukumnya sama-sama boleh dan halal mengonsumsinya.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

واما السمك والجراد فحلال وميتتهما حلال بالاجماع ولا حاجة الى ذبحه ولا قطع رأس الجراد

Adapun ikan dan belalang maka hukumnya adalah halal dan bangkai keduanya juga halal menurut kesepakatan para ulama. Dan juga tidak perlu menyembelih ikan dan memotong kepala belalang.

Meskipun boleh dan halal makan ikan mentah, namun para ulama berbeda pendapat mengenai status hukumnya. Setidaknya, ada dua pendapat ulama dalam masalah ini.

Pertama, makan ikan mentah hukumnya makruh. Meskipun halal, namun jika dimakan hidup-hidup hukumnya makruh, sebaiknya dihindari. Sebaiknya ikan dimakan dalam keadaan sudah mati, baik dengan mati sendiri, dipotong kepalanya terlebih dahulu, dan lainnya.  Ini adalah pendapat yang shahih dari kalangan ulama Syafiiyah.

Kedua, makan ikan dalam keadaan masih hidup hukumnya haram. Meskipun halal, namun jika dimakan hidup-hidup hukumnya haram. Karena itu, makan ikan dalam keadaan masih hidup harus dihindari karena hal itu termasuk bagian dari menyakiti hewan yang tidak dibenarkan. Ini merupakan pendapat Syaikh Abu Hamid.

Penjelasan ini sebagaimana telah disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

ولو ابتلع سمكة حية أو قطع فلقة منها وأكلها أو ابتلع جرادة حية أو فلقة منها فوجهان (أصحهما) يكره ولا يحرم (والثانى) يحرم وبه قطع الشيخ أبو حامد

Jika ada orang yang makan ikan masih hidup atau mengambil sepotong daging ikan hidup, lalu dia makan atau menelan belalang yang masih hidup atau mengambil sepotong dagingnya, di sana ada dua pendapat. Pendapat yang lebih benar, hukumnya makruh dan tidak haram. Pendapat kedua, hukumnya haram. Ini merupakan pendapat Syaikh Abu Hamid.

Penulis Moh Juriyanto
sumber : https://bincangsyariah.com/kalam/hukum-makan-ikan-mentah-dalam-islam/, akses tgl 23/11/2020.

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget