Omelet adalah makanan hasil olahan telur yang bisa dikombinasikan dengan berbagai macam bahan makanan lainnya. Tetapi siapa sangka bahwa makanan ini dulunya pernah menjadi makanan favorit seorang jenderal perang.


Makanan olahan telur

Telur sudah menjadi makanan favorit sejak zaman dulu. Bahkan sejak tahun 1400 sebelum Masehi, masyarakat Mesir sudah mengonsumsi telur. Mereka menyimpan ayam di gua-gua bawah tanah dan memanfaatkan telurnya untuk makanan sehari-hari.

Salah satu olahan telur adalah omelet yang masih kita kenal dan kita konsumsi hingga sekarang. Dulunya, omelet ini pertama kali diciptakan oleh bangsa Roma. Mereka memasak telur menjadi olahan telur dadar yang disiram madu. Rasanya manis dan gurih, sehingga mereka menyebutnya sebagai ovemele, artinya telur dan madu.

Kemudian, pembuatan omelet atau telur  dadar ini terus berkembang, dan tak hanya dihidangkan dengan madu saja. Nama omelet yang kita kenal sekarang sebenarnya berasal dari bahasa Perancis, amelette.

Pernah menjadi makanan favorit jenderal perang

Pernah mendengar nama Napoleon Bonaparte? Yap, beliau adalah jenderal perang asal Perancis yang sangat menyukai omelet. Konon, suatu hari Jenderal Napoleon sedang beristirahat di sebuah desa sebelah Selatan Perancis.

Di sana sang jenderal merasa sangat lapar, kemudian meminta seorang warga desa membuatkan makanan untuknya. Sang juru masak menghidangkan omelet dan Jenderal Napoleon sangat menyukai rasanya sehingga ia meminta omelet dibuat lebih banyak lagi untuk kebutuhan makanan para prajurit yang ikut bersamanya.

Omelet terbesar di dunia

Selain itu, masyarakat Jepang pernah membuat omelet raksasa lho! Tercatat bahwa omelet terbesar di dunia pernah ada dan dibuat tahun 1994, tepatnya pada 19 Maret.

Omelet raksasa milik masyarakat di Yokohama ini menghabiskan kurang lebih 160.000 butir telur dan tingginya 1.3832 kaki.

Nah, olahan telur seperti apa yang menjadi favoritmu dan sering kamu makan di rumah?

Petronela Putri
sumber : https://bobo.grid.id/read/08675022/omelet-pada-zaman-dulu-disiram-madu?page=all, akses tgl 16/11/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours