Sejarah Roti - Disebut Makanan Orang Barat Ternyata Asalnya Bukan dari Eropa, Ini Sejarah Sebenarnya

 Sarapan sangat diperlukan bagi tubuh sebagai asupan untuk menambah energi di pagi hari. Memulai hari dengan sarapan akan membuat aktivitas sepanjang hari menjadi lebih baik dan tidak terganggu.


Satu di antara menu sarapan yang sering ada di meja makan saat pagi hari adalah roti. Beberapa orang menyebut ini adalah sarapan atau makanan ala orang barat. 

Makanan ini terbuat dari tepung yang dicampur susu dan diberi ragi sebagai pengembang. Setelah diuleni dan didiamkan beberapa saat, adonan tersebut kemudian dipanggang hingga matang.

Lalu bagaimana awal mula adanya roti?

Konon, roti pertama kali dibuat di Mesir dan Mesopotamia. Pada saat itu, manusia hidup secara nomaden, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Untuk mengisi perut, manusia berburu sesuatu yang dapat dimakan.

Saat itu mereka secara tidak sengaja menemukan gandum dan dimakan begitu saja, tanpa diolah menjadi apapun. 

Karena merasa kurang lunak, mereka akhirnya menumbuk gandum dengan sedikit air supaya lebih lunak. Adonan tersebut kemudian dibawa sebagai bekal perjalanan.

Namun karena adonan tidak dikeringkan, adonan tersebut menjadi meragi, namun setelah dibakar ternyata rasanya menjadi lebih enak.

Sejak saat itu, bangsa Mesir sengaja meragikan adonan gandum dan kemudian dibakar. Namun saat itu proses pembuatan roti tidak semodern sekarang. Proses membuatnya sangat menjijikkan, yaitu dengan mencampur tepung, air, dan ragi kemudian diinjak-injak oleh para budak.

Dari bangsa Mesir, Yunani kemudian mengambil teknik pembuatan adonan gandum tersebut.

Teknik tersebut kemudian tersebar ke Eropa dan menjadikan roti sebagai menu yang dianggap penting oleh masyarakat Eropa. Hingga saat ini, roti menjadi menu andalan saat sarapan di negara-negara Eropa. Bahkan di Roma, roti dan gandum lebih penting daripada daging.

Seiring berjalannya waktu, teknik pembuatan roti pun menjadi terus berkembang dengan menggunakan mesin sebagai alat untuk mencampurkan adonan.

Berbagai jenis, bentuk, dan rasa roti dapat dijumpai dengan mudah.

Di negara-negara Timur Tengah, roti tradisionalnya berbentuk pipih. Sementara di Indonesia dapat dijumpai roti tawar dengan bentuk persegi panjang yang telah dipotong-potong.

Orang Perancis biasanya mengkonsumsi roti yang lonjong dan tebal, namun empuk. Orang Jerman dan Rusia menyukai roti yang terbuat dari gandum rye atau gandum hitam.


Laporan Wartawan TribunTravel.com, Sinta Agustina
Sumber : http://travel.tribunnews.com/2016/09/08/sejarah-roti-disebut-makanan-orang-barat-ternyata-asalnya-bukan-dari-eropa-ini-sejarah-sebenarnya, akses tgl 23/01/18.

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget