Sejumlah pasien Covid-19 di Jakarta menjalani isolasi di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran. Mereka menjalankan perawatan mulai dari pemberian obat sampai makanan tertentu. 


Menurut berita Kompas.com, makanan merupakan bagian dari pengobatan pasien. Makanan berkualitas dan enak mampu meningkatkan imunitas tubuh. Beberapa pasien yang masih dirawat maupun sudah keluar dari Wisma Atlet mengaku bahwa makanan yang diberikan memiliki rasa enak dan bergizi seimbang. 

Salah satu pasien Covid-19 yang sudah keluar dari Wisma Atlet adalah Edika Ipelona. Ia dirawat di Wisma Atlet Kemayoran pada Agustus 2020, keluar pada 31 Agustus 2020. Ia yang ditempatkan pada tower 6 lantai 9 mendapatkan makanan sesuai jadwal makan dan snack

Makan 3 kali sehari 

“Jadi makan itu 3 kali sehari sekitar jam 6 pagi sarapan, lalu jam 11 siang, lalu jam 6 sore makan malam. Lalu ada snack pukul 8 pagi,” jelas Edika kepada Kompas.com, Rabu (7/10/2020). 

Ia menjelaskan, snack yang ia dapat adalah roti. Terkadang susu atau sari kacang hijau. Sesekali ia juga mendapatkan gorengan saat jam snack tiba. Ia mengatakan bahwa rasa dari makanan yang ia dapat nikmat dan tidak hambar. Hidangan yang ada di dalam makanan pasien menyimpan gizi seimbang. 

Edika menjelaskan ada aneka lauk yang sering berganti setiap harinya. Kadang ayam, daging sapi, hingga ikan. 

“Jadi dalam satu box itu banyak sekali isinya, ada buah juga. Namun yang pasti ada itu kacang-kacangan itu pasti ada,” jelasnya. 

Lauk kacang-kacangan ada tahu dan tempe yang wajib disajikan. Dika menyimpulkan bahwa produk kacang-kacangan banyak mengandung vitamin E. 

Ia juga menuturkan bahwa setiap kotak makan pasti ada buah di dalamnya. Buah-buahan yang diberikan seperi jeruk dan apel. 

Setiap kali jam makan tiba, pasien diharapkan mengambil sendiri makanan di pos. Di sana makanan sudah tersedia dan bisa langsung diambil. Makanan yang diberikan dikemas seperti nasi box. Makanan yang biasa diberikan adalah makanan Indonesia.

Pantangan atau diet selama di Wisma Atlet 

Sebelumnya, pasien yang baru masuk akan melewati pemeriksaan terlebih dahulu. Jika ada pasien yang memiliki alergi, porsi diet, atau menghindari makanan tertentu maka nasi box yang disediakan akan berbeda dengan nasi box pada umumnya. 

“Kalau untuk pasien yang tidak ada alergi, porsi diet atau pantangan biasanya box-nya warna putih kalau yang ada pantangan dan requests biasanya warna hijau dan diberi tanda,” jelas Dika. 

Pada makanan yang diberikan oleh petugas tidak ada pantangan atau makanan yang dihindari. Namun Edika sengaja menghindari sambal dan makanan asam yang bisa mengakibatkan sakit perut. 

Pasien lain dengan gejala bernama Dimas yang sedang dirawat di Wisma Atlet mengaku tidak ada sambal dan kerupuk dalam setiap makanannya. 

"Saya tidak tahu itu pantangan atau bukan tetapi pada satu box makanan selalu dan pasti tidak ada sambal dan kerupuk," jelasnya. 

Bisa pesan makanan secara online 

Dika mengatakan bahwa pihak Wisma Atlet mengizinkan pasien memesan makanan online melalui jasa ojek online. Namun ada protokol kesehatan yang harus ditaati. Ketika pasien memesan via ojek online, makanan yang tiba tidak boleh diambil sendiri melainkan harus ditaruh di lobi. 

Kemudian perawat akan menginfokan kepada orang yang memesan dan makanan bisa diambil di lobi.


Penulis : Yana Gabriella Wijaya
Editor : Yuharrani Aisyah
sumber : https://www.kompas.com/food/read/2020/10/12/193100375/serba-serbi-menu-makanan-pasien-di-wisma-atlet-ada-makanan-yang-dirindukan?page=all#page2, akses tgl 02/11/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours