Harus Tahu! Inilah Perbedaan Telur Konsumsi dengan ‘Hatching Egg’

 Bagi Sobat Agri yang biasa mengkonsumsi telur tentu harus cerdas saat memilihnya. Pasalnya, ada telur konsumsi dan juga telur ayam tetas atau dikenal Hatching Egg (HE) di pasaran. Lantas, bagaimana membedakan telur yang mana telur konsumsi dan mana telur tetas? Berikut penjelasan dari Asosiasi Masyarakat unggas Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).


Ketua Asosiasi Masyarakat Unggas Provinsi Sumsel, Ismaidi Chaniago, menjelaskan bahwa kandungan gizi yang terdapat di telur ayam tetas tidak sama dengan telur ayam konsumsi.

Menurut dia, telur ayam tetas mengandung banyak bakteri dan salmonella, memiliki cangkang lebih tipis dan terdapat embrio ayam. Bahkan, kata dia, telur tersebut juga tidak dapat bertahan lama. “Nah, berbeda dengan telur ayam konsumsi yang dihasilkan peternak. Yang mana, telur ini mengandung banyak vitamin dan Omega 3,” ujar Ismaidi kepada SariAgri.id Palembang.

Dirinya pun berbagi informasi terhadap telur infertil pada penetasan telur. Menurut dia, telur ayam infertil merupakan telur yang tidak dapat menetas. Telur infertil yang berasal dari telur tetas dapat diperoleh saat candling pada proses penetasan.

Candling itu proses peneropongan telur menggunakan cahaya untuk melihat perkembangan embrio dalam telur,” kata dia.

Bahaya atau tidak jika dikonsumsi, ia menjawab bahwa usaha penetasan telur akan menghasilkan telur infertil (telur yang tidak dibuahi) yang berpeluang cukup besar sebagai telur konsumsi. Telur infertil pada penetasan dengan mesin tetas biasanya dimanfaatkan sebagai telur konsumsu, namun belum diketahui mutunya.

Adapun faktor yang menyebabkan telur infertil gagal menetas. Menurut dia, hal itu karena perbandingan (rasio) antara pejantan dan induk kurang seimbang pada saat proses pembuahan. Kemudian, gizi pejantan dan induk ayam kurang sempurna (vitamin A dan E).

“Selanjutnya adalah umur pejantan dan induk itu biasanya terlalu tua ataupun masih muda. Bahkan, kualitas sperma kuang baik atau kurang aktif,” tambah dia.

Ada cara yang paling mudah dilakukan Sobat Agri untuk mengetahui jenis telur yang masuk dalam kategori telur tetas dan telur konsumsi.

Telur ayam ras konsumsi:

  1. Berwarna coklat merata dengan bobot 50-60 gram,
  2. Jika diteropong dengan cahaya maka seluruh bagian akan tembus oleh cahaya,
  3. Jika telur dipecah pada bagian kuning telur, bewarna kuning merata tidak terdapat bercak darah ataupun benda asing lainnya, dan
  4. Telur ayam berasal dari peternakan layer dimana telur yang dihasilkan tidak dibuahi pejantan karena bertujuan memproduksi telur untuk dikomsumsi.

Telur ayam tetas:

  1. Warna kerabang putih kecoklatan berukuran relatif sama dengan ayam ras konsumsi dengan bobot kurang dari 50 gram atau lebih dari 65 gram (dua kuning telur) kasus double yolk,
  2. Jika diteropong dengan cahaya maka akan tampak bagian yang tidak tembus cahaya. Sebab terhalang oleh embrio (bakal tunas anak ayam),
  3. Jika telur dipecah, pada bagian kuning telur ayam akan nampak titik ataupun bercak darah yang merupakan embrio (bakal tunas anak ayam), dan
  4. Telur ayam tetas berasal dari perusahaan penetasan atau hatchery dan pembibitan ayam atau breeding dengan tujuan menghadilkan anak ayam atau Day Old Chick (DOC).

Nah, sekarang Sobat Agri sudah tahu khan, bagaiman membedakan antara telur tetas dan telur konsumsi. Semoga bermanfaat. (Rio P/SariAgri Sumatera Selatan)

Editor: Arya Pandora
sumber : https://peternakan.sariagri.id/57392/harus-tahu-inilah-perbedaan-telur-konsumsi-dengan-hatching-egg, akses tgl 29/11/2020.

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget