Jumat Berkah - Oh, Ternyata Begini Hukumnya Makan Sayuran Mentah Menurut Islam

 Anda penyuka sayuran mentah? Sebagian orang memang menyukai sayuran mentah, sebagian lagi tidak. Malah, untuk sajian tertentu sayurannya memang harus dihidangkan mentah.


Warung makan-warung makan yang menyediakan menu lalapan, biasanya menyuguhkan sayuran macam kol, kacang panjang, daun selada, tomat, dalam bentuk mentah. Namun, konsumsi sayuran mentah tidak selamanya baik bagi kesehatan, sebaliknya, justru bisa membahayakan kesehatan. Berdasar penelitian, bahaya tersebut di antaranya keracunan hingga gagal ginjal, ditimbulkan akibat pestisida, pupuk hingga sayuran yang dikemas dengan plastik.

Soal makanan, Islam menyuruh umatnya mengonsumsi makanan yang halal juga thoyyiban atau baik alias tidak membahayakan kesehatan yang mengonsumsinya.


Seorang warga Banjarmasin, Kifli mengaku doyan mengonsumsi lalapan seperi kol, kacang panjang dan daun kemangi.

Ditambah lauknya lele goreng dan sambal terasi yang pedas, tidak lengkap tanpa sayuran tersebut.

"Bersyukur, selama ini baik-baik saja mengonsumsi sayuran mentah. Bahkan sayuran bagus untuk kesehatan," kata Kifli.

"Saya lihat dulu sebelum mengonsumsi, kebersihannya. Memang tidak menutup kemungkinan bisa saja ada ulatnya," ujarnya.

Menurut Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel, KH Abdussamad Sulaiman, sah-sah saja mengonsumsi sayuran mentah, sepanjang tidak menimbulkan mudarat. Dalam artian tidak mendatangkan penyakit, tetapi selama ini tidak pernah mendengar mengonsumsi sayuran yang justru menimbulkan penyakit.

"Boleh saja, umumnya orang Jawa senang mengonsumsi sayuran mentah karena memang kandungan gizinya masih ada," kata KH Abdussamad Sulaiman.

Menurut Ahli Gizi dari RSUD Ulin Banjarmasin, Wahyu Hardi Prasetiyo apabila mengonsumsi sayur, perhatikan sayuran apa saja yang boleh dimakan mentah.

Ada beberapa jenis sayuran yang bila dimakan mentah dan perlakuannya tidak tepat, maka bisa menyebabkan keracunan makanan. Seperti sawi, perlu diperhatikan dalam sawi terselip cacing-cacing, maka harus bersih dan perhatikan pula apakah mengandung pestisida ataukah tidak.

"Jika mengandung pestisida, maka cara membersihkannya harus dengan cairan yang bisa melunturkan pestisida tanpa mengubah warna sayuran tersebut," katanya.

Wahyu Hardi Prasetiyo mengatakan, pada prinsipnya sayuran berbagai macam, ada daun-daunan, batang dan ubi.

Mengonsumsinya ada yang melalui proses pemasakan ada yang tidak, atau langsung dikonsumsi. Apabila mengonsumsi sayur mentah, perhatikan sayuran apa saja yang boleh dimakan mentah.

Menurutnya, mengonsumsi sayuran mentah kurang bagus. Sayuran yang baik adalah ditumis, tentunya tidak mengubah warna sayuran. Dicontohkannya kecambah, memasaknya tidak perlu menggunakan api, tetapi cukup direndam dengan air panas.

“Perhatikan proses pencuciannya dan perlakuannya. Mengonsumsi sayuran hendaknya menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh,” katanya.

Adapun kebutuhan serat dalam tubuh, 30 gram dalam sehari dan dalam mengonsumsinya tiga jenis sayuran yang berbeda dan jenisnya juga berbeda.

"Harus cerdas dalam memperlakukan dan memproses sayuran untuk dikonsumsi, apakah memilih mengonsumsi mentah ataukah harus dimasak," ujarnya.


Editor: Royan Naimi
sumber : https://banjarmasin.tribunnews.com/2017/10/06/jumat-berkah-oh-ternyata-begini-hukumnya-makan-sayuran-mentah-menurut-islam?page=all, akses tgl 30/11/2020

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget