Perjalanan Saffron, dari Bunga Jadi Rempah Termahal Dunia

 Safron dikenal sebagai remah termahal di dunia. Rempah ini juga dikenal sebagai rempah emas.


Saffron adalah rempah-rempah yang berasal dari bunga Crocus sativus, umumnya dikenal sebagai "saffron crocus". Dari bunga yang berwarna ungu, bagian tengah bunganya yang menyerupai benang berwarna merah, dikumpulkan dan dikeringkan sebagai bahan penyedap dan pewarna makanan.

Meskipun beberapa keraguan tetap mengenai asalnya, diyakini bahwa saffron berasal dari Iran. Namun, Yunani, dan Mesopotamia, Kashmir, juga telah disebut sebagai kemungkinan wilayah asal tumbuhan ini. Harold McGee dalam bukunya On Food and Cooking menyatakan bahwa tanaman ini didomestikasi di atau ada di dekat Yunani selama Zaman Perunggu.

C. sativus atau saffron kemungkinan adalah bentuk triploid dari Crocus cartwrightianus, yang juga dikenal sebagai "kunyit liar". Saffron crocus perlahan-lahan berkembang biak di sebagian besar Eurasia dan kemudian dibawa ke beberapa bagian Afrika Utara, Amerika Utara, dan Oseania.

Saffron mengandung pigmen karotenoid, crocin, yang memberikan rona kuning keemasan. Ini juga yang menyebabkan rempah ini bisa jadi pewarna makanan dan juga tekstil.

Mengutip berbagai sumber, berdasar sejarahnya dalam risalah botani abad ke-7 SM, dan telah diperdagangkan serta digunakan selama ribuan tahun. Pada abad ke-21, Iran menghasilkan sekitar 90 persen dari total komoditas dunia untuk saffron.

Bagaimana perjalanan Saffron dari bunga menjadi rempah termahal di dunia?

Saffron Kashmir

Kashmir juga menjadi penghasil saffron yang besar. Dikelilingi oleh pegunungan rendah dan tersebar di hamparan luas ladang kecil dan subur, lautan bunga ungu terbuka di Kashmir Himalaya untuk menghasilkan salah satu rempah-rempah paling berharga di dunia. Mengutip Economic Times, di akhir musim gugur, keluarga di wilayah mayoritas Muslim berpacu dengan waktu untuk memanen bunga crocus saffron, yang mekar hanya dua minggu dalam setahun.

Proses pemanenan

Pria, wanita, dan anak-anak membungkuk saat mereka dengan susah payah untuk memetik bunga-bunga halus dan meletakkannya di keranjang anyaman. Selanjutnya mereka akan memisahkan kelopak ungu dengan tangan, dan dari setiap bunga muncul tiga putik kecil dan halus yang kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari. Benang kemerahan inilah yang menjadi salah satu rempah-rempah yang paling mahal.

Tantangan

Di Kashmir, rempah-rempah adalah sumber kebanggaan dan telah mendorong ekonomi dan budaya wilayah tersebut selama berabad-abad. Namun selama bertahun-tahun, penanamannya menghadapi masalah karena perubahan iklim, fasilitas irigasi yang buruk, dan impor saffron dari Iran yang lebih murah. Perselisihan di wilayah tersebut juga berdampak pada produksi dan ekspornya.

HIdangan dari saffron

Sebagian besar kunyit Kashmir ditanam di Pampore, sebuah kota kecil di selatan kota utama kawasan itu, Srinagar. Di Kashmir, rempah-rempah ini banyak digunakan di Kehwa, teh hijau manis yang diseduh dengan rempah-rempah seperti kayu manis dan kapulaga dan dihiasi dengan almond.  Saffron juga digunakan di Wazwan, makanan pernikahan tradisional Kashmir yang dimasak oleh koki khusus yang mencakup lebih dari 30 hidangan.(chs)

Tim, CNN Indonesia
sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20201119105351-262-571785/perjalanan-saffron-dari-bunga-jadi-rempah-termahal-dunia, akses tgl 28/12/2020.

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget