Meminum ASI Istri Saat Bercinta, Begini Menurut Pandangan Islam

 Hubungan seks adalah salah satu kebutuhan biologis yang perlu dipenuhi terutama oleh pasangan suami istri. Jika berbicara tentang hubungan seks antara suami istri, tentu pasangan akan memiliki beragam cara atau gaya untuk saling memuaskan.


Umumnya sebelum bercinta, pasangan suami istri akan melakukan foreplay untuk memanaskan suasana ranjang. Salah satu yang umum dilakukan oleh suami adalah dengan memberikan rangsangan di area puting istri. Hal ini tentunya diperbolehkan dalam Islam, bahkan dianjurkan jika dilakukan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan dalam rangka memuaskan sang istri.

Namun, masalahnya ketika istri sedang menyusui dan melakukan hubungan seks kemudian sang suami menelan ASI sang istri apakah akan menjadi haram? Bagaimana Islam memandang hal tersebut? Terkait hal itu, Buya Yahya pun angkat bicara, seperti apa? Berikut ini penjelasannya.

"Boleh nyusu ASI rebutan sama anaknya," kata Buya Yahya seperti dalam tayangan YouTube Al Bahjah TV.

Kemudian, apakah dengan meminum ASI sang istri ketika melakukan hubungan seks tersebut, sang suami akan menjadikannya mahram? Menurut Buya Yahya, hal tersebut tidak serta merta akan menjadikan suami sebagai mahram atau anak sepersusuan sang istri.

"Apakah jadi mahram atau tidak? Seorang suami minum ASI adalah tidak akan menjadi mahram karena susunya," lanjut dia.

Buya Yahya melanjutkan, menyusui yang menjadi mahram adalah jika ibu memberikan ASInya pada bayi usia kurang dari dua tahun. Mahram sendiri kata Buya adalah seseorang yang tidak boleh dinikahi. Kemudian, jika ibu memberikan lima kali susuan yang cukup, maka bayi tersebut menjadi anak sepersusuanya.

"Artinya jika bayi menyusu, suka rela melepas balik lagi, lepas itu dua kali, suka rela melepas itu satu. Kalau sudah lima kali itu jadi ibu susuannya. Maka waspada ibu harus diikuti fikih ketika lihat anak tetangga nangis kasihan nyusuin, minggu depan nangis lagi karena ibunya ke pasar, kalau lima kali anak susuan Anda, dia tidak boleh menikah dengan anak Anda," jelas Buya.

Ketiga, susu diambil saat ibu hidup biarpun diberikan saat mati. Artinya, susu itu disimpan seperti di bank ASI untuk diberikan kepada anak yang membutuhkan.

"(Jadi kesimpulannya) bapak itu tetap menjadi suaminya tidak menjadi anak susuannya. Air susu itu suci," jelas beliau.

Oleh : Adinda Permatasari, Isra Berlian
sumber : https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/1333846-meminum-asi-istri-saat-bercinta-begini-menurut-pandangan-islam, akses tgl 10/01/2021.

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget