SEBAGIAN besar masyarakat Indonesia menyukai aneka masakan pedas. Masakan pedas dinilai akan meningkatkan nafsu makan seseorang dan dapat menimbulkan sensasi menyenangkan saat mengonsumsinya.


Namun, tak sedikit dari mereka yang tak kuat menahan rasa pedas dari olahan cabai. Secara ilmiah rasa pedas timbul dari permainan sinyal yang diterima oleh otak melalui lidah karena kepekaannya terhadap suhu.

Oleh sebab itu, para ahli menilai, toleransi untuk menangani makanan pedas adalah sesuatu yang Anda miliki sejak lahir, sementara ada sekumpulan peneliti lain yang percaya bahwa itu adalah seni yang dapat Anda pelajari. Tentunya hal ini memerlukan analisis terperinci apakah itu hanyalah permainan pikiran atau ada sesuatu yang benar-benar mendorong kita untuk menanganinya dengan kesabaran.

Lantas ha apakah yang menyebabkan tingkat resistensi seseorang terhadap pedas, berbeda satu sama lainnya? Melansir dari Times of India, Senin (12/8/2018), Okezone akan mengulasnya satu per satu:

1.Faktor genetik

Menurut ahli gizi Pooja Kapoor, cabai memiliki zat kimia aktif yang disebut 'Capsaicin' yang menstimulasi reseptor yang dikenal sebagai TRPV1 (reseptor potensial transien vanilloid) dan mendeteksi rasa pedas dalam makanan. Setelah dirangsang, reseptor ini mengirimkan rasa sakit ke otak yang memicu sensasi terbakar. Tingkat toleransi seseorang tergantung sepenuhnya pada tingkat TRPV1 yang mereka miliki sejak lahir. Dalam kasus yang jarang terjadi, ada orang yang lahir tanpa reseptor capsaicin.

2.Kebiasaan mengonsumsi makanan pedas secara teratur

Diyakini bahwa beberapa orang dilahirkan dengan ambang yang lebih tinggi untuk menahan makanan pedas sementara yang lain tidak. Ini telah terbukti ketika mereka yang makan makanan pedas berulang kali mengembangkan toleransi yang lebih tinggi. Menurut para ahli, jika Anda ingin dapat melatih diri untuk mengonsumsi makanan pedas, maka fenomena itu disebut 'desensitisasi capsaicin'.

3.Kepribadian seseorang

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada 2012, diyakini bahwa orang yang mencari sensasi lebih cenderung memilih makanan pedas. Penelitian ini mengungkapkan bahwa orang-orang seperti itu terbuka untuk mengeksplorasi aktivitas dan olahraga berbasis sensasi.

4.Bagaimana seseorang menyajikan suatu masakan

Seperti yang disebutkan di atas, rasa pedas hanyalah tipuan pikiran. Menurut ahli makanan, cara cerdas untuk melakukannya adalah dengan melengkapi bumbu dengan rasa dingin. Misalnya, Anda dapat menyembunyikan kari India pedas dengan santan yang tidak hanya manis, tetapi juga mendinginkan cabai dan rempah-rempah.

Leonardus Selwyn Kangsaputra
sumber : https://lifestyle.okezone.com/read/2018/08/13/298/1935723/alasan-manusia-kuat-makanan-pedas-kamu-termasuk, akses tgl 17/02/2022.
Axact

PERSAGI Bandung

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment: