Apakah kamu suka makanan pedas? Penggemar makanan pedas pasti tahu reaksi tubuh saat makan makanan pedas. 


Ketika kamu makan makanan pedas, akan muncul reaksi tubuh seperti rasa terbakar di bibir dan lidah, berkeringat hingga ingus keluar dari hidung. 

Tahukah kamu mengapa saat makan makanan pedas timbul reaksi demikian? Apakah mengonsumsi makanan pedas sehat bagi tubuh? 

Capsaicin 

Dikutip dari Wonderopolis, panas yang timbul dalam makanan pedas biasanya berasal dari cabai. Ada banyak jenis cabai di dunia ini mulai dari cabai rawit hingga paprika. 

Semua jenis cabai tersebut mempunyai kesamaan yaitu mengandung senyawa tanaman yang disebut capsaicin. 

Capsaicin bersifat iritan yang bisa menimbulkan iritasi. Artinya, ketika capsaicin masuk, tubuh akan berusaha melawannya. Reaksi tubuh terhadap capsaicin mirip dengan ketika merespons alergen atau sesuatu yang menimbulkan alergi. 

Setelah tubuh mengetahui adanya capsaicin, respons segera terjadi. Selaput lendir (membran mucous) berubah ke mode pertahanan. 

Maka dari itu, saat kamu makan sesuatu yang pedas dan mengandung capsaicin, reaksi tubuh adalah membuat banyak lendir (ingus) untuk membilas capsaicin. 

Reaksi tubuh terhadap capsaicin 

Tetapi tidak hanya di hidung, reaksi terhadap capsaicin sebenarnya terjadi di seluruh tubuh. Kamu pasti menyadari ingus mengalir di hidung. Tetapi reaksi yang tidak kamu sadari adalah selaput di perutmu juga akan membuat cairan ekstra. 

Dilansir dari Time, ahli THT dari University of Kentucky College of Medicine, Dr. Brett Comer mengatakan perut dan bagian dalam usus juga akan mulai mengeluarkan cairan berlebih. 

Orang yang tidak tahan pedas bisa jadi mengalami diare atau sakit perut akibat lendir ekstra yang dikeluarkan ke saluran pencernaan sebagai respons terhadap makanan pedas. 

Anthony Dickenson, peneliti dan profesor neruofarmakologi dari University College London menjelaskan capsaicin menyebabkan eksitasi yang mengarah pada perasaan panas atau nyeri yang membakar, dilatasi pembuluh darah, kemerahan pada kulit dan peningkatan suhu tubuh. 

Semua itu sebagai respons terhadap panas yang membuat makanan pedas terasa enak bagi kebanyakan orang, terutama orang Indonesia. 

Manfaat capsaicin pada makanan pedas 

Apakah capsaicin menyebabkan makanan pedas menjadi berbahaya? Dalam kebanyakan kasus, sebenarnya capsaicin tidak menyebabkan makanan pedas berbahaya untuk dikonsumsi bahkan berpotensi bermanfaat bagi kesehatan. 

Penelitian dari Cina menunjukkan kaitan antara konsumsi makanan pedas mengandung capsaicin dengan tingkat kematian yang lebih rendah. 

Sejumlah peneliti lain mengatakan capsaicin tampaknya meningkatkan fungsi jantung dan metabolisme. 

Para ahli menemukan bukti, capsaicin dapat memicu bentuk kematian sel yang sehat, yang dapat memperlambat atau mencegah jenis mutasi yang mengarah pada kanker. 

Capsaicin juga terbukti melindungi jantung dan menjaga bentuk pinggang. Menurut ulasan pada 2017, capsaicin memiliki efek anti-obesitas. 

Pada 2015, sebuah penelitian menemukan, capsaicin dapat menangkal akumulasi lemak visceral, yaitu jenis lemak yang menumpuk di usus dan organ sekitar yang menimbulkan penyakit. 

Sebuah studi terhadap 36 orang dewasa mengungkapkan, menambahkan capsaicin dalam makanan selama empat minggu dapat meningkatkan fungsi jantung dan arteri, kemungkinan dengan meningkatkan pelebaran pembuluh darah yang sehat.


Penulis : Arum Sutrisni Putri
Editor : Arum Sutrisni Putri
sumber : https://www.kompas.com/skola/read/2020/03/01/190000569/reaksi-tubuh-akibat-makan-pedas?page=all#page2, akses tgl 17/06/2022.

Axact

PERSAGI Bandung

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment: