Ahli mengingatkan masyarakat agar tidak berebut dalam memborong susu sapi steril. Sebab, semua produk susu, yang bukan dari sapi sekalipun, memiliki kandungan nutrisi yang bagus. 


Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Teknologi Hasil Ternak Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Ir Epi Taufik SPt MVPH MSi IPM kepada Kompas.com, Senin (5/7/2021). 

"Susu bukan obat atau vaksin, karena susu adalah bahan pangan (makanan)," jelasnya. 

Meskipun susu bukanlah obat maupun vaksin, tetapi kandungan nutrisi di dalam susu dipercaya dapat membantu kita meningkat dan menjaga imunitas tubuh. 

Komposisi nutrisi susu 

Setiap susu yang dihasilkan dari sumber yang berbeda, jelas sekali akan memiliki komposisi kandungan nutrisi yang berbeda pula. Berikut perbedaannya. 

1. Susu sapi (Lembu) 

Produk susu sapi mengandung nutrisi berikut: 

  • Air sebanyak 87,2 persen 
  • Protein sebanyak 3,5 persen 
  • Lemak sebanyak 4,5 persen 
  • Gula sebanyak 4,7 persen 
  • Asid (acidity) sebanyak 4,7 derajat T 
  • Berat jenis (density) sebanyak 1,033 kg/m3 

2. Air susu ibu (ASI) 

ASI mengandung beberapa nutrisi berikut: 

  • Air sebanyak 87,4 persen 
  • Protein sebanyak 2,4 persen 
  • Lemak sebanyak 3,9 persen 
  • Gula sebanyak 5,8 persen 
  • Berat jenis (density) sebanyak 1,02 kg/m3 

3. Susu kuda 

Susu kuda mengandung nutrisi berikut: 

  • Air sebanyak 92 persen 
  • Protein sebanyak 2,1 persen 
  • Lemak sebanyak 1,8 persen 
  • Gula sebanyak 6 persen 
  • Asid (acidity) sebanyak 8 derajat T 
  • Vitamin C per liter sebanyak 85 
  • Berat jenis (density) sebanyak 1,033 kg/m3 

4. Susu kambing 

Dalam susu kambing mengandung nutrisi: 

  • Air sebanyak 85,8 persen 
  • Protein sebanyak 4,4 persen 
  • Lemak sebanyak 4,4 persen 
  • Gula sebanyak 4,6 persen 

5. Susu biri-biri 

Dalam susu biri-biri mengandung nutrisi berikut. 

  • Air sebanyak 82,5 persen 
  • Protein sebanyak 6,5 persen 
  • Lemak sebanyak 6,1 persen 
  • Gula sebanyak 4,5 persen 

Kandungan lain dalam susu 

Namun, selain kandungan komponen makronutrien seperti di atas, Epi menjelaskan bahwa susu juga mengandung mineral, vitamin, mikronutrien dan konstituen minor lainnya. Di antaranya seperti berikut: 

1. Enzim  

Di antaranya seperti lipase, katalase, fosfatase, peroksidase. 

Seperti diketahui, Enzim memiliki peranan penting dalam proses pencernaan makanan maupun proses metabolisme zat-zat makanan dalam tubuh. 

2. Vitamin 

Umumnya vitamin yang terkandung dalam susu dibagi menjadi tiga, yakni yang larut dalam lemak, larut dalam air, dan antioksidan. 

Vitamin yang larut dalam lemak adalah vitamin A dan D. 

Kemudian ada vitamin yang larut dalam air, yakni vitamin B1, B2 dan C. 

Ketiga ada asam askorbat atau yang dikenal juga sebagai antioksidan, yakni vitamin A dan C. 

3. Mineral 

Susu mengandung banyak sekali mineral, di antaranya seperti berikut. 

  • Besi 
  • Magnesium 
  • Nikel 
  • Silikon 
  • Tin 
  • Arsenik 
  • Selenium 
  • Kromium 
  • Florida 
  • Iodine 
  • Kalsium 
  • Sodium 
  • Sulfat 
  • Karbonat 
  • Citric Asid 
  • Potassium dan lain sebagainya. 

Epi menjelaskan, nutrisi Zinc (seng) yang terkandung dalam susu cukup banyak, dan zinc dikenal dapat membantu mengatasi inflamasi dan peningkatan kekbalan tubuh. 

4. Komponen bioaktif 

Ada beberapa komponen bioaktif yang terkandung di dalam susu dan memiliki fungsi-fungsi metabolis tertentu. 

Pertama, komponen bioaktif dari lemak susu.  

Komponen bioaktif di dalam lemak susu yaitu seperti asam butrat (antikanker), asam lemak bercabang (anti kanker), asam linoleat terkonyugasi  atau CLA (anti tumor dan meningkatkan imunitas tubuh). 

Kedua, komponen bioaktif dari protein susu. 

Komponen yang ada yaitu seperti Laktoferin (antimikroba, antikanker), dan colistrinin (mencegah kerusakan syaraf). 

Tidak hanya itu, ada pula peptida bioaktif yang berfungsi dalam meningkatkan daya tahan atau imunitas tubuh, dan menurunkan tekanan darah. 

Ketiga, komponen bioaktif dari karbohidrat susu. 

Adapun, komponen yang terkandung dari karbohidrat susu ini adalah Oligosakarida sebagai antipatogen dan prebiotik. 

Dengan begitu, ditegaskan Epi, mengonsumsi susu dalam konteks pola makan sehat dan berimbang serta sesuai saran penyajian dapat membantu menjaga dan meningkatkan status kesehatan tubuh termasuk didalamnya meningkatkan imunitas tubuh terhadap serangan patogen dan virus. 

"Oleh karena itu, konsumsi susu dapat membantu menjaga kondisi fisiologis tubuh dan meningkatkan imunitas tubuh untuk mencegah infeksi Covid-19," jelasnya.


Penulis : Ellyvon Pranita
Editor : Gloria Setyvani Putri
sumber : https://www.kompas.com/sains/read/2021/07/07/120300323/semua-menyehatkan-ini-kandungan-asi-susu-sapi-hingga-susu-kambing?page=all#page2, akses tgl 21/06/2022.

Axact

PERSAGI Bandung

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment: