Berdasarkan data dari Dog Meet Free Indonesia (DMFI), 13.700 anjing dibunuh untuk dikonsumsi di Solo Raya. 


Hal itu pula yang membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan agar pemerintah daerah di Jateng membuat peraturan larangan mengonsumsi daging anjing. Ganjar mengatakan, anjing bukanlah binatang untuk dikonsumsi. Bahkan hal tersebut juga telah diatur dalam perundang-undangan, yakni Undang-undang No 18 tahun 2012 tentang Pangan. 

Perlu diketahui mengonsumsi daging anjing juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Berikut 3 efek negatif mengonsumsi daging anjing: 

1. Rabies 

Salah satu bahaya terbesar mengonsumsi daging anjing adalah penyebaran rabies dari hewan ke manusia. Di Filipina, sekitar 10.000 anjing dan 300 orang terbunuh oleh rabies setiap tahun. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melakukan vaksinasi anjing secara massal untuk mencegah penyebaran rabies. Namun, perdagangan daging anjing yang telah melintasi perbatasan internasional membuat pencegahan rabies sangat sulit. 

Kita bisa saja terinfeksi rabies selama proses penyembelihan dan menyebarkan penyakit dari anjing ke manusia lainnya. 

Pada 2008, 20 persen anjing di rumah jagal di Hoai Duc, Vietnam ditemukan menderita rabies. Tahun sebelumnya, Vietnam menderita wabah rabies dengan sekitar 30 persen kematian disebabkan oleh pembantaian anjing untuk daging.

2. Infeksi parasit 

Mengonsumsi daging anjing diketahui bisa meningkatkan risiko infeksi parasit seperti E.Coli dan Salmonella. Daging anjing juga bisa meningkatkan risiko infeksi bakteri seperti antraks, brucellosis, hepatitis, dan leptospirosis. Infeksi bakteri tersebut dapat menyebar melalui daging ke manusia. 

Bakteri penyebab kolera juga mudah disebarkan dan berkembang melalui proses transportasi massal dan pembantaian anjing untuk dikonsumsi. 

Setelah wabah besar-besaran kolera di Vietnam, perwakilan WHO Jean-Marc Olive, memeringatkan bahwa mengonsumsi daging anjing dapat meningkatkan risiko teinfeksi bakteri hingga 20 kali lipat.

3. Trikinosis 

Banyak anjing bersentuhan dengan tikus dan kotoran yang dapat menyebabkan mereka menelan larva parasit trikinosis. Trikinosis adalah parasit zoonosis yang dapat dengan mudah ditularkan dari anjing ke manusia melalui konsumsi daging yang terinfeksi. 

Setelah parasit ini berada di tubuh manusia, mereka dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah yang menyebabkan pendarahan di dasar kuku dan mata, di samping kelemahan otot yang parah. 

Jika tidak diobati, trikinosis bisa berakibat fatal.


Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Editor : Sari Hardiyanto
sumber : https://www.kompas.com/tren/read/2019/12/05/183000565/3-efek-samping-mengonsumsi-daging-anjing?page=all#page2, akses tgl 22/03/2022.

Axact

PERSAGI Bandung

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment: