Godaan makan banyak saat lebaran paling sulit untuk ditolak. Setelah puas, kamu bisa terapkan diet mikrobiom ini untuk bersihkan pencernaan.


Lebaran identik dengan lauk pauk dan ketupat yang melimpah dan bisa ditemukan di setiap rumah yang disambangi untuk bersilaturahmi. Ketika datang ke rumah kerabat pastinya akan selalu disuguhkan makanan yang membuat sulit untuk menolaknya.

Selain ketupat dan lauk pauknya, ada juga hidangan kue kering hingga kue-kue manis lainnya yang tidak pernah gagal menarik perhatian. Tanpa sadar, banyak orang yang kemudian dibuat kalap dengan berbagai hidangan yang disuguhkan saat lebaran ini.

Beberapa orang juga mengaku menyesal setelah makan banyak. Tetapi tidak perlu khawatir lagi. Ada sebuah jenis diet yang disarankan oleh ahli kesehatan dan ahli gizi untuk diterapkan guna membersihkan usus dan saluran pencernaan.

Berikut ini 5 fakta diet mikrobiom untuk membersihkan pencernaan menurut Byrdie:

1. Pola diet yang ampuh untuk bersihkan usus

Diet mikrobiom tidak jauh berbeda dengan pola diet lainnya yang juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan ketika sudah berlebih. Diet mikrobiom ini diciptakan oleh ahli gizi Raphael Kellman yang mengembangkan program diet ini berawal dari pengobatan yang diberikan untuk pasiennya.

Sebenarnya diet ini telah dipopulerkan sejak tahun 2014 lalu. Diet mikrobiom menkankan upaya pada membersihkan usus dan saluran pencernaan untuk membantu mnegurangi tumpukan bekas makanan yang sangat memengaruhi berat badan dan kesehatan.

Kellman juga percaya bahwa diet mikrobiom ini membantu tubuh untuk mengonsumsi makanan-makanan yang baik bahkan secara tidak langsung dapat membuat perasaan menjadi lebih bahagia. Nama mikrobiom untuk diet ini sendiri diambil dari usaha untuk meningkatkan bakteri dan mikroorganisme menguntungkan yang dapat membantu keseimbangan usus.

2. Tiga tahap penting diet mikrobiom

Berbeda dengan diet lainnya yang bisa dilakukan dengan cukup mudah, diet mikrobiom ini cukup berbeda. Untuk bisa melakukan diet mikrobiom ada tiga tahapan yang harus dilakukan. Tahapan pertamanya adalah dengan mengurangi, memilih dan mengganti bahan makanan yang berdampak buruk untuk tubuh.

Kemudian, menambahkan asupan makanan dan suplemen yang tepat untuk membantu perkembangan bakteri dan mikrobiota. Pada tahap ini disarankan untuk mengonsumsi makanan berbahan nabati atau setidaknya telur ayam selama sembilan hari berturut-turut untuk meningkatkan jumlah bakteri dan mikrobiota pada usus.

Tahap ketiga atau tahapan yang terakhir adalah melanjutkan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan usus secara berkelanjutan. Turley, selaku ahli kesehatan, mengatakan bahwa pada tahapan ketiga ini setidaknya 70% kebiasaan sehat harus tetap dijaga dengan ketat.

3. Makanan yang disarankan

Pada diet mikrobiom, ada bahan-bahan makanan tertentu yang disesuaikan dengan tahapan yang sedang dijalankan. Untuk tahapan pertama, kedua dan ketiga semuanya membutuhkan makanan-makanan tertentu.

Pada tahap pertama makanan yang disarankan cenderung masih berlemak tetapi mulai diimbangi dengan sayur-sayuran hijau. Misalnya seperti daging sapi, ayam, ikan, domba, asparagus, brokoli, pakcoy, timun dan berbagai makanan lainnya.

Sedangkan pada tahap kedua, kamu diperbolehkan untuk menambahkan telur, kentang hingga biji-bijian yang bebas gluten. Tetapi ada beberapa makanan yang juga wajib dihindari pada setiap tahapannya seperti susu sapi yang disarankan untuk diganti dengan susu kambing.

4. Manfaat diet mikrobiom

Menurut Kellman dan kawan-kawan, manfaat dari diet mikrobiom ini adalah dapat meningkatkan sistem pencernaan dan kognisi otak. Diet mikrobiom konon juga dapat membantu untuk mengatasi permasalahan kulit seperti jerawat dan sebagainya.

Usus memang telah diungkapkan oleh para ahli menjadi pusat utama untuk mengendalikan kesehatan tubuh yang hampir menyeluruh. Menjaga pola makan yang baik dan menjaga kesehatan usus dapat memberikan berbagai manfaat seperti meningkatkatkan fungsi imunitas, kognisi dan fokus otak hingga menjaga perasaan lebih bahagia.

Banyak literatur kesehatan yang juga menyetujui bahwa menjaga kesehatan usus sama dengan menjaga kesehatan hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh. Bahkan menjaga kesehatan usus juga bisa dapat mengatasi autisme hingga beberapa jenis kanker.

5. Efek samping diet mikrobiom

Walaupun menjanjikan banyak manfaat sehat tetapi juga ada beberapa efek samping yang bisa saja ditimbulkan oleh diet mirkobiom ini. Para pakar kesehatan mengatakan bahwa diet mikrobiom atau sejenisnya kurang cocok jika diterapkan oleh para pelaku diet alami yang cukup ketat.

Diet mikrobiom juga bisa mengurangi manfaat kesehatan yang didapatkan dari konsumsi buah-buahan, pati dari sayuran, biji-bijian dan beberapa makanan lain yang juga cukup bermanfaat untuk tubuh. Beberapa makanan yang dihindari pada diet tertentu seperti diet mikrobiom ini sebenarnya juga memiliki vitamin dan mineral yang tetap dibutuhkan oleh tubuh.

Hal lain yang perlu diperhatikan dari diet mikrobiom ini adalah kurang bisa diterima oleh beberapa orang dengan kondisi tertentu. Menurut pengamatan yang telah dilakukan, sebagian besar penderita eating disorder cenderung akan kesulitan mengikuti diet ini.


Diah Afrilian
sumber : https://food.detik.com/info-sehat/d-6062389/5-fakta-diet-mikrobiom-untuk-bersihkan-usus-setelah-makan-banyak?single=1, akses tgl 16/08/2022.

Axact

PERSAGI Bandung

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment: