TRENDING NOW

 Belakangan, pola makan vegetarian semakin populer lantaran digadang-gadang bisa mencegah dan meminimalisir berbagai penyakit. Bahkan, pola makan vegan yang jauh lebih esktrem dibandingkan vegetarian juga semakin digemari oleh berbagai kalangan. 


Dilansir dari Live Science, pola makan vegan adalah pola makan di mana Anda sama sekali tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang berasal dari hewan, termasuk daging, susu, dan telur. 

Gaya hidup vegan hampir mirip dengan vegetarian. Bedanya gaya hidup vegetarian masih mengonsumsi susu dan telur. Sedangkan vegan tidak. 

Perlahan, pola makan vegan mulai mendominasi dan menggeser pemakan daging karena dipercaya mampu menurunkan risiko penyakit. 

Namun, apakah pola makan vegan mampu membuat seseorang berumur panjang?

Risiko kematian vegan lebih rendah 

Penelitian yang diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine Journal menunjukkan, pola makan vegan memiliki risiko kematian lebih rendah jika dibandingkan pola makan si pemakan daging. Dalam penelitian itu, vegan memiliki risiko kematian 9 persen lebih rendah dari pemakan daging. 

Dilansir dari Healthline, studi lainnya menunjukkan bahwa vegan mempunyai risiko kematian 12 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang gemar memakan daging. 

Penelitian dari The American Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa pola makan vegan memang dapat menurunkan tingkat penyakit kronis tertentu. Namun, tidak dapat disimpulkan apakah hal ini berdampak pada kematian atau tidak. Artinya, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan bahwa pola makan vegan mampu membuat seseorang berumur lebih panjang.

Alasan mengapa vegan bisa berumur lebih panjang 

Para peneliti berteori bahwa beberapa vegan mampu hidup lebih lama dari rata-rata karena dua alasan, yakni pola makan dan gaya hidup. 

Berikut penjelasannya: 

1. Pola makan vegan 

Masih dilansir dari laman yang sama, pola makan vegan menghindari konsumsi makanan hewani, seperti daging, susu, telur, dan produk turunannya. Dengan begitu, pola makan vegan cenderung kaya buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan biji-bijian. 

Penelitian menunjukkan diet yang sarat dengan makanan nabati ini dapat membantu orang hidup lebih lama. 

Selain itu, pola makan vegan cenderung mengonsumsi lebih banyak serat, protein nabati, dan antioksidan. 

Diet kaya nutrisi ini diyakini melindungi terhadap obesitas, diabetes tipe 2, kanker, hingga penyakit jantung.

2. Vegan memiliki gaya hidup lebih sehat 

Kelompok dengan pola makan vegan cenderung menerapkan gaya hidup sehat. Misalnya, tidak merokok atau minum alkohol, menjaga berat badan, berolahraga secara teratur, dan menghindari makanan cepat saji yang diproses secara berlebihan. 

Para ahli percaya, peningkatan kesadaran kesehatan ini menjelaskan mengapa beberapa vegan hidup lebih lama daripada pemakan daging.

Tidak semua vegan berumur panjang 

Namun di sisi lain, tidak semua vegan berumur panjang. Sebab, tidak semua pola makan vegan kaya akan nutrisi. Faktanya, beberapa vegan mungkin sangat bergantung pada makanan olahan yang cenderung manis. 

Sebuah penelitian mengklaim bahwa pola vegan secara keseluruhan dapat menurunkan risiko kematian. Namun, pola makan vegan yang tidak sehat justru dapat meningkatkan risiko kematian hingga 32 persen. 

Menurut Reuters, penelitian di Inggris mengungkapkan bahwa pola makan vegan yang mampu mengurangi risiko penyakit jantung justru meningkatkan risiko penyakit stroke. 

Dalam penelitian itu, ahli epidemiologi nutrisi di University of Oxford di Inggris Tammy Tong menuturkan bahwa risiko itu berkaitan dengan nutrisi yang diperoleh.

Vegan akan menghindari telur dan susu yang mampu menurunkan kemungkinan penyakit arteri koroner daripada pemakan daging. Namun, vegan 20 persen lebih mungkin terkena stroke daripada yang lain, terutama stroke hemoragik. 

Peneliti kesehatan dan nutrisi masyarakat di Deakin University di Melbourne, Australia, Mark Lawrence merekomendasikan pola makan yang tepat untuk mengurangi risiko penyakit tersebut. 

"Pedoman diet merekomendasikan untuk meningkatkan asupan makanan bergizi lengkap, seperti buah-buahan dan sayuran dan mengurangi asupan makanan dan minuman yang terlalu banyak diolah," tandasnya.

Penulis : Alinda Hardiantoro
Editor : Inten Esti Pratiwi
sumber : https://www.kompas.com/tren/read/2022/10/08/160500565/mana-yang-lebih-berumur-panjang-si-pemakan-daging-atau-si-vegetarian-?page=all, akses tgl 13/10/2022.

 Paru-paru jadi salah satu organ tubuh yang punya peran vital. Beberapa makanan yang merusak paru-paru berikut perlu dihindari agar organ tetap sehat.


Paru-paru merupakan organ respirasi yang berhubungan dengan sistem pernapasan dan sirkulasi. Organ ini berfungsi untuk menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah. Kerusakan pada paru-paru bisa memicu masalah kesehatan lainnya.

Makanan yang Merusak Paru-paru

Penting untuk menjaga paru-paru tetap sehat. Salah satunya melalui asupan makanan.

Beberapa makanan diketahui bisa memicu sejumlah masalah pada organ paru-paru. Berikut diantaranya, mengutip berbagai sumber.

1. Sosis

Mengutip WebMD, dosis dan daging olahan lainnya ditemukan bisa mengganggu fungsi paru-paru.

Peneliti menduga, senyawa nitrit yang digunakan dalam memproses daging, dapat menyebabkan peradangan pada paru-paru.

2. Basreng

Makanan yang merusak paru-paru lainnya adalah basreng alias bakso goreng. Makanan ini diolah dengan jumlah penggunaan garam yang tinggi. Makanan kaya garam disebut dapat membuat fungsi paru-paru menurun.

Studi menemukan, orang yang sering mengonsumsi makanan tinggi garam lebih berpotensi mengalami bronkitis jangka panjang. Selain itu, asupan tinggi natrium juga bisa memperburuk gejala asma.

Selain basreng, masih banyak makanan tinggi garam lainnya yang tersedia. Mulai dari keripik kentang, camilan asin, gorengan, dan masih banyak lagi.

3. Gorengan

Makanan satu ini sebenarnya tak secara langsung merusak paru-paru. Namun, kandungan lemaknya yang tinggi membuat makanan tersebut lebih lama dicerna oleh tubuh dan bisa memicu sejumlah pencernaan. Mengutip Everyday Health, beberapa masalah pencernaan bisa berujung pada kesulitan seseorang untuk bernapas.

Selain itu, makanan yang digoreng juga bisa memicu penambahan berat badan. Saat tubuh kelebihan berat badan, paru-paru akan bekerja lebih ekstra sehingga membuat pernapasan jadi lebih sulit.

4. Roti putih

Karbohidrat sederhana seperti roti putih dapat berkontribusi pada kerusakan paru-paru.

"Diet rendah karbohidrat memungkinkan tubuh memproduksi lebih sedikit karbon dioksida, yang bagus untuk kesehatan paru-paru," ujar ahli gizi, Lisa Richards, mengutip Eat This Not That.

Penting bagi Anda untuk memilih asupan karbohidrat kompleks yang lebih sehat.

5. Brokoli

Dikenal sebagai 'superfood' alias makanan sehat, ternyata brokoli tak sepenuhnya memberikan dampak positif untuk tubuh.

Sama seperti gorengan, asupan brokoli dapat mengganggu kesehatan paru-paru akibat kecenderungannya untuk memicu kembung. Masalah pencernaan seperti kembung bisa memicu gangguan pada pernapasan.

6. Es krim

Susu, yang sering digunakan dalam pembuatan es krim, dapat meningkatkan produksi lendir, utamanya di saluran pernapasan.

Kondisi di atas kerap membuat seseorang mengalami batuk menerus, dahak berlebih, iritasi sinus, dan hidung tersumbat. Kesemuanya bisa mengganggu kesehatan paru-paru.

Selain es krim, Anda juga perlu menghindari produk susu lainnya seperti keju.

Demikian beberapa makanan yang merusak paru-paru. Anda perlu membatasi daftar asupan di atas jika menginginkan paru-paru yang sehat.

(asr/asr)
sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20220829151930-255-840403/6-makanan-yang-merusak-paru-paru-ada-sayur-yang-sering-dianggap-sehat, akses tgl 07/10/2022.


 sumber : https://www.youtube.com/watch?v=xOP5UxNal_8, akses tgl 11/10/2022.

 Disebut-sebut sebagai binatang yang hidup di dua alam, kehalalan kepiting banyak dipertanyakan. Begini penjelasan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).


Kepiting merupakan jenis seafood yang paling disukai banyak orang. Dagingnya yang lembut gurih bercampur dengan bumbu membuat siapa saja tak bisa menolak kelezatan kepiting.

Apalagi saat membuka cangkang untuk mendapatkan daging berikut telur kepiting dapat menambah sensasi yang berbeda ketika makan kepiting. Biasanya menu kepiting di restoran seafood adalah yang paling mahal.

Namun di balik kelezatannya ketetapan hukum mengonsumsi kepiting masih sering dipertanyakan. Sebab kepiting bisa hidup di dua alam, yaitu di air dan di darat.

Dalam fiqih, kepiting dikenal dengan istilah 'al-hayawan al-barma'i' atau binatang yang hidup di darat dan di air. Hal itu membuat para ulama masih berbeda pendapat soal ketetapan hukum mengonsumsinya.

1. Mazhab Ulama yang Menghalalkan

Ulama Malikiyyah dalam buku Fiqih Islam Wa Adillatuhu oleh Wahbah Az-zuhaili, menyatakan bahwa makan kepiting adalah halal. Alasannya karena tidak ada nash atau dalil shahih yang mengharamkannya.

Pendapat tersebut juga sejalan dengan para ulama mazhab Hanbali yang mengatakan:

"Dari dari Imam Ahmad tentang hukum kepiting dan berbagai binatang laut: ia halal sekalipun tidak sembelih, sebab kepiting tidak memiliki darah yang mengalir,".

2. Mazhab Ulama yang Mengharamkan

Sementara itu ketetapan haram mengonsumsi kepiting dinyatakan oleh para ulama mazhab Hanafi dan Syafi'i. Mereka berpendapat bahwa kepiting termasuk kategori khabaits.

Menurut ulama mazhab Hanafi, binatang laut yang halal dikonsumsi hanyalah ikan. Sedangkan binatang lain selain ikan hukumnya haram.

Dalam hal ini, Buya Yahya dalam dakwahnya yang disiarkan di channel YouTube Al-Bahjah TV menjelaskan bahwa hukum makan kepiting bisa dikembalikan berdasarkan jenis kepiting.

Artinya, kepiting laut halal dimakan, sementara kepiting hidup di dua alam haram dikonsumsi.

3. Hukum Menurut LPPOM MUI

Pada 2002 lalu, LPPOM MUI telah membahas tentang hukum makan kepiting. Dikutip dari situs resminya, Dr Sulistiono, Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB menyebut bahwa kepiting termasuk jenis binatang air.

Disebut demikian karena kepiting bernafas dengan insang, berhabitat di air, dan tidak pernah mengeluarkan telur di darat, melainkan di air karena memerlukan oksigen dan air.

Dengan penjelasan tersebut, Komisi Fatwa MUI menetapkan bahwa hukum makan kepiting adalah halal selama tidak menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia.


Riska Fitria
sumber : https://food.detik.com/info-kuliner/d-5824204/apakah-kepiting-halal-dikonsumsi-ini-penjelasan-mui, akses tgl 03/03/2022.

 Camilan dan minuman segar biasa menemani kita saat menonton film atau pertunjukan. Ternyata di zaman kuno, orang-orangnya melakukan kebiasaan yang sama seperti yang kita lakukan di zaman modern. Orang Romawi menikmati pertandingan gladiator sambil menyantap camilan. Ini diungkap oleh tim arkeolog yang melakukan penelitian di kota kuno dari masa Romawi.

Orang Romawi menikmati pertandingan gladiator sambil menyantap camilan. Kebiasaan ini terus berlanjut hingga zaman modern.

Sebuah tim arkeolog dari Austria mengeklaim bahwa mereka menemukan sisa-sisa toko dan kios. Toko serta kios yang menjual roti dan makanan siap saji itu melayani penonton pertandingan gladiator di Carnuntum. Ini adalah salah satu kota Romawi kuno yang berada di Austria modern. Tim juga menciptakan rekonstruksi digital yang mengungkap seperti apa area tersebut di masa kejayaannya.

Carnuntum modern

Kota tenang Carnuntum yang ada saat ini tidak terlihat seperti kota yang dulunya hidup. Di zaman Romawi kuno, Carnuntum merupakan kota terbesar keempat Kekaisaran Romawi selama abad ke-2 Masehi. Ini dibuktikan dari sisa-sisa struktur Romawi seperti Gerbang Heathen yang monumental dan amfiteater. Sisa-sisa peninggalan Romawi kuno itu menunjukkan masa lalu kota yang kaya akan budaya.

Sebagian besar sisa-sisa kota terletak di bawah tanah di bawah padang rumput. “Situs tersebut menjadi target para pemburu harta karun,” ungkap Theodoros Karasavvas dilansir dari laman Ancient Origins.

Pada tahun 2011, Wolfgang Neubauer, direktur Institut Ludwig Boltzmann, mengidentifikasi sekolah gladiator di Carnuntum. Sekolah tersebut lengkap dengan tempat pelatihan, pemandian, dan sel tempat ratusan gladiator menghabiskan hidup mereka sebagai tahanan.

Neubauer telah mempelajari kota bawah tanah untuk waktu yang lama dengan bantuan praktik non-invasif. Menggunakan fotografi udara, sistem radar penembus tanah, dan magnetometer, itu tidak merusak area tersebut.

Penelitian ungkap “distrik hiburan” kota

Selama penelitian, tim Neubauer menemukan “distrik hiburan” Carnuntum yang dapat menampung sekitar tiga belas ribu orang. Para arkeolog dari tim mengidentifikasi bulevar luas berjejer toko yang mengarah ke amfiteater.

Setelah membandingkan struktur yang baru diidentifikasi dengan bangunan yang diketahui ditemukan di kota-kota Romawi populer lainnya. Neubauer menyimpulkan bahwa banyak dari bangunan di sepanjang jalan itu kemungkinan besar berfungsi sebagai bisnis kuno.

“Lampu minyak dengan penggambaran gladiator dijual di sekitar area ini,” kata Neubauer. Selain toko suvenir, para peneliti juga menemukan deretan kedai minuman dan “termopolia” tempat orang membeli makanan di konter. “Itu seperti kedai makanan siap saji. Anda bisa bayangkan sebuah bar, di mana kuali dengan makanan tetap hangat,” tambahnya lagi. 

Para peneliti juga menemukan gudang untuk biji-bijian yang ditumbuk dengan oven besar, yang mungkin digunakan untuk memanggang roti. Objek yang biasanya terkena suhu tinggi seperti itu memiliki ciri geofisika yang dapat dibedakan. Jadi ketika tim Neubauer menemukan struktur persegi panjang besar dengan tanda tersebut, mereka menyimpulkan bahwa itu pasti oven untuk memanggang.

Reruntuhan kuno ungkap kebiasaan penonton Romawi

Sebuah penemuan baru di Carnuntum, Austria, menunjukkan sekali lagi betapa budaya Yunani-Romawi memengaruhi dan membentuk peradaban Barat. Seperti yang dilakukan kebanyakan penonton saat menghadiri acara olahraga, “penggemar olahraga” Romawi juga biasa membeli camilan saat pertunjukan. Toko roti, kios makanan siap saji, dan toko lain yang terdeteksi di area tersebut mengungkap kebiasaan orang Romawi. Menurut peneliti, penonton Romawi akan makan sebelum, selama, atau setelah acara gladiator.

Dalam penelitian itu, tim juga menemukan amfiteater kayu lain yang lebih tua, hampir 400 meter dari amfiteater utama.

Menonton pertunjukan atau pertandingan rasanya belum lengkap tanpa ditemani camilan atau suvenir sebagai kenang-kenangan. Dan ternyata, kebiasaan ini sudah ada sejak zaman Romawi kuno dan terus berlanjut hingga kini.

Sysilia Tanhati
sumber : https://nationalgeographic.grid.id/read/133385945/orang-romawi-menikmati-pertandingan-gladiator-sambil-menyantap-camilan?page=all, akses tgl 24/10/2022.

 Mineral adalah salah satu zat gizi penting agar tubuh bisa berfungsi optimal. 


Dilansir dari MedlinePlus, beragam organ vital seperti tulang, otot, jantung, sampai otak memerlukan nutrisi ini dalam jumlah cukup. 

Terdapat dua jenis mineral, yakni makromineral dan trace mineral. Pertama, makromineral dibutuhkan dalam jumlah cukup besar. Contohnya kalsium, fosfor, natrium, kalium, klorida, dan sulfur.; Kedua, trace mineral yang dibutuhkan dalam jumlah lebih kecil. Contohnya zat besi, mangan, tembaga, yodium, zinc, dan selenium. 

Fungsi mineral 

Setiap mineral memiliki manfaat yang berbeda-beda. Berikut beberapa fungsi mineral sesuai jenisnya: 

  • Fungsi kalsium 

Dilansir dari Netmeds, kalsium penting untuk pembentukan tulang dan gigi, menjaga kekuatan tulang dan gigi, mengaktifkan faktor pembeku darah, menjaga saraf agar bisa berfungsi normal, serta merangsang kontraksi otot. 

  • Fungsi zat besi 

Dilansir dari BetterHealth, zat besi berguna untuk mengangkut oksigen dalam darah, memasok energi ke sel, serta membantu sistem kekebalan tubuh berfungsi optimal saat melawan infeksi.

  • Fungsi zinc 

Zinc bermanfaat untuk menunjang kinerja organ vital, membantu tumbuh kembang agar bisa berjalan optimal, membantu sistem kekebalan tubuh. Selain itu, zinc juga membantu menghasilkan vitamin A dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. 

  • Fungsi klorida 

Mineral klorida berfungsi untuk memproduksi cairan asam lambung. Cairan ini digunakan untuk mencerna makanan. Mineral ini bersama dengan natrium juga bekerja sama untuk menjaga keseimbangan elektrolit di dalam tubuh.

  • Fungsi magnesium 

Magnesium bermanfaat untuk proses biokimia yang mengendalikan kontraksi otot dan impuls saraf. Selain itu, mineral ini juga membantu mengontrol gula darah, tekanan darah, dan memperkuat tulang. 

  • Fungsi fosfor 

Fosfot berguna untuk pertumbuhan tulang dan menjaga fungsi sel agar tetap normal. Mineral ini juga bekerja sama dengan vitamin B untuk mengubah makanan menjadi energi, agar bisa digunakan tubuh sebagai sumber tenaga.

  • Fungsi kalium 

Kalium berfungsi untuk menunjang kinerja sistem saraf, merangsang kontraksi otot, menjaga kebugaran tubuh, dan menjaga irama jantung agar tetap normal. 

  • Fungsi natrium 

Natrium bermanfaat untuk mengendalikan tekanan darah, menjaga fungsi otot dan saraf agat tetap normal, serta bekerja sama dengan klorida untuk menjaga keseimbangan cairan sel. 

Mengingat ada banyak fungsi mineral yang berbeda-beda sesuai jenisnya, pastikan Anda mencukupi kebutuhan nutrisi ini. Cara terbaiknya, dengan menjalankan pola makan bergizi lengkap dan seimbang agar bisa menjangkau seluruh sumber mineral ini.

Penulis : Mahardini Nur Afifah
Editor : Mahardini Nur Afifah
sumber : https://health.kompas.com/read/2022/09/27/120100868/8-fungsi-mineral-sesuai-jenisnya-yang-penting-diketahui?page=all#page2, akses tgl 08/10/2022.

 Siapa yang tidak suka dengan gorengan. Mengonsumsi gorengan atau makanan yang digoreng bisa disebut menjadi favorit banyak orang di Indonesia. 


Rasa yang dinilai nikmat pun membuat makanan yang digoreng ini disukai banyak orang. Di balik rasanya yang nikmat, ternyata jenis makanan yang satu ini menyimpan bahaya bagi tubuh. Salah satunya adalah senyawa akrilamida. 

Lantas apa itu akrilamida, dan apa bahayanya bagi tubuh? 

Akrilamida merupakan senyawa berbahaya yang timbul jika gorengan terlalu lama digoreng dalam minyak. Senyawa ini bahkan diketahui ada dalam asap rokok. 

Dokter sekaligus ahli gizi dr Tan Shot Yen menjelaskan, memproses makanan dengan cara menggoreng bisa menimbulkan senyawa bernama akrilamida. 

Prinsipnya, imbuh dr Tan, begitu dia arkrab disapa, akrilamida merupakan senyawa hasil menggoreng karbohidrat. 

"Semua yang ada kandungan karbo akan jadi akrilamida. Termasuk tempe dan tahu," ujarnya kepada Kompas.com, belum lama ini.

Risiko kanker 

Senyawa yang sama juga akan muncul saat menggoreng bahan pangan yang mengandung pati seperti tepung dan ubi. 

Akrilamida yang terbentuk dari proses pemanasan tersebut, jumlahnya akan semakin tinggi seiring dengan semakin lamanya waktu menggoreng. 

"Bahan pangan berpati, digoreng, dipanggang dengan suhu tinggi menyebabkan reaksi antar gula dan asam amino yang menghasilkan Acrylamide," sebut dr Tan dalam unggahan Instagram @drtanshotyen.

Sementara itu, berdasarkan laman Badan Obat dan Makanan AS (FDA), akrilamida merupakan senyawa kimia yang dapat terbentuk pada makanan selama diproses menggunakan temperatur tinggi, seperti dogreng dan dipanggang. 

Pada penelitian yang dilakukan, jumlah yang sangat tinggi dari senyawa akrilamida ini terbukti menyebabkan kanker pada hewan yang terpapar. 

Kendati demikian, FDA tidak mengharuskan untuk berhenti sama sekali dari mengonsumsi makanan yang diproses dengan cara digoreng atau dipanggang.

Pola makan sehat 

Hal yang terpenting dan yang harus dilakukan yakni dengan menerapkan pola makan sehat, termasuk buah, sayur, daging, ikan, kacang-kacangan, susu, dan lainnya. 

Selain itu, perlu diperhatikan juga untuk membatasi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, garam, dan gula tambahan. 

Berdasarkan pemberiaan Kompas.com (14/5/2020), senyawa akrilamida terbentuk akibat reaksi antara gula dan asam amino yang disebut asparagine

Makanan bertepung seperti produk kentang goreng dan makanan yang dipanggang biasanya memiliki konsentrasi akrilamida yang lebih tinggi.

Paparan akrilamida dalam dosis tinggi bisa merusak dan mengganggu sstem saraf serta memicu kanker. 

Dr Tan menambahkan, mungkin menjadi hal yang sulit bagi sebagian besar orang yang sudah terbiasa untuk membatasi konsumsi gorengan. 

Kebiasaan selama ini, sudah terlanjut baru benar-benar mengikuti apa yang sudah dianjurkan dokter. 

"Begitu lidah kecanduan, siapa yang bisa tarik tuas remnya? Sulit itu karena tidak ada pembiasaan dan pembelajaran. Kedua, belum kena getahnya. Coba kalau sudah mulai ada benjolan yang mencurigakan," papar dia. 

Saat disinggung terkait dengan batas aman atau toleransi untuk mengonsumsi gorengan, menurutnya tidak ada yang pasti. Pasalnya tingkat ketahanan atau sensitifitas tubuh seseorang berbeda-beda.

Cara sehat menggoreng makanan 

Masih dari pemberitaan Kompas.com, hal yang perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan dari makanan yang digoreng yakni dengan membuatnya sendiri di rumah agar semua bahan yang dipergunakan bisa dikontrol. 

Salah satu kunci untuk membuat gorengan yang sehat adalah minyak yang dipergunakan. Pasalnya jenis minyak yang dipergunakan untuk menggoreng sarat kandangan zat di dalam makanan. 

Untuk kesehatan, pilihlah minyak yang tahan terhadap suhu tinggi seperti minyak yang terbuat dari lemak jenuh dan tak jenuh tunggal. 

Minyak yang tahan terhadap suhu tinggi bisa mengurangi kadar akrilamida yang terbentuk. 

Selain itu, jangan gunakan minyak untuk menggoreng berulang kali. Setiap selesai menggoreng, gunakan tisu untuk merendam kelebihan minyak dari makanan.


Penulis : Luthfia Ayu Azanella
Editor : Sari Hardiyanto
sumber : https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/07/064442765/mengenal-apa-itu-akrilamida-senyawa-berbahaya-di-balik-nikmatnya-gorengan?page=all#page2, akses tgl 26/11/2022.

 Selain Porang, tanaman Suweg, Iles-iles, dan walur menjadi tanaman yang semakin banyak dicari, juga dibudidaya oleh masyarakat Indonesia saat ini. Namun, tahukah Anda meskipun tanaman-tanaman tersebut merupakan satu famili yang sama, yaitu Amorphophallus, faktanya memiliki ciri khas dan karakteristik tanaman yang berbeda. 


Guru Besar sekaligus Ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Edi Santosa  S.P M.Si mengatakan, dari 200 spesies tanaman Amorphophallus, hanya ada tiga jenis yang memiliki nilai ekonomi tinggi. 

Jenis tersebut adalah Amorphophallus konjac, A. paeoniifolius (suweg), dan A. muelleri (porang atau iles-iles).  Edi juga menegaskan, bahwa porang ini berbeda dengan acung (A. variabilis). 

“Dari tiga jenis tanaman komersial ini, di Indonesia yang paling banyak berkembang hanya ada dua, yaitu A. paeoniifolius  dan A. muelleri,” kata Edi kepada Kompas.com, Sabtu (4/4/2021). 

"Nah Porang yang sekarang ramai itu, sama dengan Iles-iles, tapi memang berbeda dengan Suweg dan Acung," tambahnya. 

1. Porang atau Iles-iles (A. muelleri


Edi berkata, meskipun seringkali masyarakat tertukar untuk menyebut Iles-iles atau Porang dengan Suweg, kedua tanaman ini jelas memiliki perbedaan. 

Berikut ciri-ciri tanaman Porang: 

  •  Batang Porang cenderung halus dan tidak berduri 
  •  Warna batangnya hijau dan dipenuhi bercak putih 
  •  Porang memiliki bubil (disebut katak Porang) muncul di setiap pertemuan batang 
  •  Katak Porang berbentuk bulat memanjang dan berwarna coklat-kehitaman 
  •  Daun Porang lebih besar dan berbentuk menjari panjang-panjang 
  •  Warna daun Porang hijau muda hingga hijau tua, atau hijau-kebiruan 
  •  Bentuk bunga seperti terompet dan berwarna merah muda saat mekar 
  •  Umbi Porang, jenis umbi tunggal karena hanya ada satu umbi pada tiap batang 

Manfaat Porang 

Dijelaskan Edi, saat ini Porang dijual dengan harga mahal karena memiliki banyak sekali kandungan manfaat dan kegunaan. Terlebih dari senyawa utama yang terkandung di dalamnya, yaitu karbohidrat glukomanan. 

Berikut ini beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari kandungan nutrisi di tanaman Porang: 

  •  Mencegah penyakit diabetes 
  •  Mengatasi peradangan 
  •  Menurunkan berat badan (diet) 
  •  Mencegah penyakit jantung 
  •  Merawat kesehatan kulit 
  •  Menurunkan risiko kanker usus 
  •  Menjernihkan air 
  •  Menjadi bahan baku barang Industri 

"Ya ini karena penggunaannya sangat luas itu, jadi relatif mahal," kata Edi. 

"Karena penggunaannya luas, barang itu banyak dicari orang," imbuhnya.

2. Suweg (A. paeoniifolius


Suweg adalah jenis Amorphophallus campanulatus. Disebutkan bahwa meski masih dalam satu marga yang sama dengan Porang, cara konsumsi umbi Suweg lebih mudah, karena mirip dengan mengelola singkong. 

Ciri-ciri tanaman Suweg  

Berikut ini beberapa ciri atau morfologi daripada tanaman Suweg: 

  •  Suweg memiliki daun yang berbentuk kecil 
  •  Batang Suweg dipenuhi dipenuhi duri sehingga terasa kasar 
  •  Umbinya berwarna putih, dengan semburat warna merah jambu atau ungu 
  •  Permukaan umbi yang penuh bintil 
  •  Tidak mengandung glukomanan 
  •  Suweg tidak memiliki bubil (katak di cabang tangkau daun) 

Manfaat Suweg 

Meskipun masih dalam satu marga yang sama, Suweg memiliki manfaat dan kegunaan yang sedikit berbeda dengan tanaman Porang. 

Di dalam umbi Suweg, terkandung senyawa khas yaitu mannan, dengan manfaat sebagai berikut: 

  •  Mengatasi diabetes 
  •  Baik untuk diet 
  •  Menjaga fungsi otot tubuh 
  •  Menyembuhkan jerawat atau bisul 
  •  Menjaga kesehatan organ pencernaan 

Kendati memiliki banyak manfaat dan kegunaan, Edi mengingatkan untuk tidak asal mengonsumsi umbi Suweg dan Porang, apalagi dalam jumah berlebihan.

3. Walur atau Acung (A. variabilis


Walur atau Acung adalah salah satu tanaman famili Amorphophallus, tetapi berjenis variabilis

Dituturkan Edi, Acung juga merupakan umbi-umbian yang dipergunakan oleh Jepang sebagai pangan yang dibawa untuk memenuhi kebutuhan logistik perang mereka, ketika sedang menjajah Indonesia di tahun 1942. 

"Paling banyak yang dibawa (pasukan Jepang) itu adalah Porang dan Acung," ucap dia. 

Ciri-ciri Walur atau Acung 

Berikut beberapa ciri tanaman Walur atau Acung yang diketahui: 

  •  Tanaman yang tumbuh liar 
  •  Umbinya kecil- 
  •  Memiliki tangkai yang panjang dan langsung 
  •  Bagian vegetatifnya berwarna hijau, cokelat, hingga keunguan atau kehitaman, dengan belang-belang lornag hijau muda, hijau tua, hitam atau putih 
  •  Bunga berbentuk segitiga memanjang 
  •  Buah berjejal-jejal, berwarna merah jingga dan berbiji 
  •  Daunnya memanjang atau lanset dengan ujung meruncing seperti ekor 
  •  Puncak tongkol tidak membulat seperti iles-iles, tetapi memanjang (makanya diberi nama Acung) 

Manfaat Walur atau Acung 

Walur atau Acung ini masih berkerabat dengan Iles-iles dan Suweg, tetapi pemanfaatan Walur kalah dibandingkan keduanya. 

Hal ini dikarenakan, umbinya yang kecil dan cenderung membuat gatal di mulut orang yang memakannya. 

Meskipun tidak banyak yang mau memakannya, umbi Walur juga kaya akan manan seperti Suweg. 

Jika diolah dengan baik dan benar, maka karbohidat manan ini tetap bisa dimanfaatkan oleh tubuh.

Penulis : Ellyvon Pranita
Editor : Bestari Kumala Dewi
sumber : https://www.kompas.com/sains/read/2021/04/21/163000623/perbedaan-porang-iles-iles-suweg-dan-walur-dari-ciri-hingga-manfaatnya?page=all#page2, akses tgl 07/10/2022.

 Setiap tahun, lima miliar kotak makan siang dibuat di Jepang.


Kotak makan siang ala Jepang—yang dikenal sebagai bento—berisi nasi, sayuran, daging, dan makanan lainnya. Konsumennya dari anak-anak hingga orang dewasa.

Faktanya, lebih dari 70% dari lima miliar itu untuk orang dewasa, karena bento menawarkan pilihan yang lebih murah dan lebih sehat bagi banyak pekerja, dibandingkan makanan cepat saji.

Tapi ekspektasi untuk membuat bento yang menakjubkan bagi anak-anak mereka setiap hari menjadi sumber stres dan tekanan bagi para ibu — terutama para ibu yang bekerja.


Kotak makan siang di Jepang juga bukan sekadar "makanan sisa semalam" seperti di tempat-tempat lain. Ada penekanan yang jauh lebih besar pada presentasi makanan. Bahkan di masa kanak-kanak, saya ingat ibu saya merasa stres karena kotak makan siang saya terlalu "coklat dan putih" (daging dan nasi).

Apa yang sering diangkat sebagai berita internasional adalah "bento karakter" - dikenal sebagai chara-ben - paket makan siang yang dibuat agar terlihat seperti panda, boneka beruang, atau bahkan wajah manusia.

Chara-ben bukanlah hal yang biasa, tapi fenomena itu menunjukkan berapa banyak waktu yang dihabiskan seorang ibu untuk membuat bento untuk anak-anak mereka.

"Kotak Bento adalah ungkapan cinta seorang ibu untuk anaknya, melalui komitmen waktu dan pikiran untuk menciptakan kotak makan siang yang sehat, inovatif, dan indah," kata Barbara Holthus, wakil direktur Institut Jerman untuk Studi Jepang di Tokyo.

"Ibu - dan anak-anak - disosialisasikan ke dalam pandangan ini."

Teman sekolah saya Miki Okamura, yang merupakan ibu dari dua anak, suka membuat chara-ben dan sering memamerkan karya-karyanya di media sosial.

"Saya mulai membuat mereka karena putri saya suka pilih-pilih makanan, jadi saya pikir jika saya membuatnya terlihat cantik, ia mungkin jadi terdorong untuk makan lebih banyak," katanya kepada saya.

"Begitu saya mulai membuat chara-ben untuk kedua anak saya, mereka mulai menantikannya, dan teman-teman serta gurunya juga mulai bertanya 'apa chara-ben kamu hari ini?' Jadi saya terus melakukannya selama dua tahun," kata Okamura.

"Mereka sekarang di sekolah dasar yang menyediakan makan siang, tapi begitu mereka masuk SMP, saya harus mulai membuatnya lagi setiap hari."

Okamura tidak berpikir ia akan membuat chara-ben lagi karena sekarang anak-anaknya sudah lebih dewasa, tetapi ia menyebut tugas membuat kotak makan siang sebagai "pekerjaan paling penting bagi seorang ibu".

"Tidak hanya Anda memastikan mereka makan makanan sehat, tapi Anda juga dapat mengekspresikan cinta Anda kepada anak-anak," katanya.

Asal-usul bento bisa ditelusuri sampai ke zaman Edo, sekitar tahun 1600 hingga 1830, ketika orang-orang membawa kotak makan ke teater dan acara lainnya.

Simbol status

Kata "bento" diperkirakan pertama kali diciptakan selama Zaman Edo yang berlangsung sekitar tahun 1600 hingga 1867. Wadah makanan yang didekorasi dengan indah dibawa ke teater dan acara rekreasi lainnya seperti piknik. Saat itu, bento menjadi simbol kekayaan dan status.

Dan di Jepang modern, masih ada penekanan pada estetika bento, meskipun dengan latar belakang masyarakat yang jauh lebih cepat dan bertekanan tinggi.

Sekarang, bento harus berwarna-warni dan menyenangkan, untuk membuat anak yang rewel mau makan sayur. Dan industri yang menjual wadah makanan imut, sendok-garpu, dan peralatan makanan lainnya bermunculan untuk memfasilitasi hal ini.

Ibu lainnya, Risako Kasahara, juga memamerkan gambar kotak makan siang putrinya di media sosial. "Awalnya bikin stres," katanya. "Tapi saya sudah belajar sejumlah trik. Jika saya lupa memasak nasi, saya akan segera merebus mie atau pasta, misalnya."

"Aturan pribadi saya adalah memasukkan lima warna: merah, kuning, hijau, hitam dan putih, karena jika Anda tidak berhati-hati, banyak hidangan cenderung berwarna cokelat."

"Saya mencoba membuat chara-ben waktu anak-anak saya masih kecil, tapi mereka tampaknya sulit untuk makan. Mereka pernah pulang tanpa menyentuh makanan karena tidak ingin memakan karakternya, jadi saya berhenti membuatnya," ia tertawa.

Chara-ben adalah fenomena relatif baru yang mendapatkan momentum pada 2000-an. Tapi bahkan ketika saya kecil, jika Anda membawa sandwich yang dibeli di toko, guru Anda akan bertanya apakah ibu Anda sakit.

Pada stau sisi Miki Okamura mengatakan apapun alasannya, ia tidak akan membiarkan membiarkan anak-anak membawa makanan yang dibeli di toko ke sekolah.

Di sisi lain, Risako Kasahara mengatakan bahwa "yang penting adalah mengemasnya dengan baik, karena jika anak-anak membawa makanan seperti yang Anda beli mereka di toko, kami ditegur oleh sekolah."

Untuk membuat kotak bento yang menarik, Risako Kasahara selalu memasukkan lima warna: merah, kuning, hijau, hitam, dan putih.

Seperti banyak hal, tekanan saat ini ada pada skala yang berbeda, terutama dengan media sosial.

Para selebritas yang dikenal sebagai "mama talent", seperti Nozomi Tsuji dan Yuko Ogura, punya ratusan ribu pengikut di media sosial, tempat mereka membagikan tampilan kotak makan siang buatan mereka.

"Bento-shaming"

Tapi media sosial bisa jadi tanpa ampun. Itulah yang dipelajari seorang komedian yang dikenal sebagai Highheel Momoko setelah ia bercanda bahwa "gadis berbaju merah muda" atau beruang yang gambarnya ia unggah terlihat seperti... mayat.

Dihakimi orang lain adalah sesuatu yang banyak orang pedulikan dan khawatirkan di Jepang - baik itu terkait bento atau yang lainnya. "Tekanan bahwa bento saya harus dinilai oleh para guru membuat saya semakin stres," kata Romi kepada saya di Twitter.

Saya ingat ketika membaca novel Eat Pray Love, yang mengatakan bahwa pasti ada satu kata yang bisa menggambarkan diri Anda dan kota Anda, saya berpikir dalam hati: "kata saya untuk Jepang adalah 'reputasi'."

Bagaimana saya dipandang? Apakah anak saya merasa malu karena saya (dan dalam hal ini, karena kotak makan siang saya yang tidak terlalu cantik)?

Setelah mengolok-olok desain bento yang tidak terlalu bagus, seorang komedian dituduh 'bento-shaming' di media sosial.

Sangat mudah bagi orang non-Jepang untuk mengabaikan tekanan sosial atau budaya ini, tapi itu selalu menyertai saya sepanjang hidup saya, meskipun saya sudah cukup lama tinggal di luar negeri.

Dalam bukunya pada 1946, The Chrysanthemum and the Sword, antropolog Amerika Ruth Benedict menyebut Jepang sebagai "masyarakat rasa malu", berlawanan dengan Amerika yang disebutnya "masyarakat rasa bersalah".

Meskipun ada banyak kritik terhadap karakterisasi tersebut, saya cenderung setuju bahwa rasa takut akan dikucilkan atau menjadi berbeda lebih besar dirasakan orang Jepang.

Banyak sejarawan percaya sifat tersebut bermula dari Zaman Edo, ketika penduduk desa dibagi menjadi kelompok-kelompok yang terdiri dari lima rumah tangga.

Mereka diharapkan saling membantu, tapi juga bertanggung jawab atas perilaku orang lain dalam kelompok — jadi jika satu orang melanggar aturan, semua orang dalam kelompok dapat dihukum.

Alat komunikasi

Masalahnya adalah: kotak makan siang tidak hanya untuk anak kecil di Jepang. Menurut sebuah survei baru-baru ini, banyak siswa sekolah menengah atas (usia 15 hingga 18) masih membawa kotak makan siang buatan rumah ke sekolah, dan sebagian besar dari mereka dibuat oleh ibu mereka.

Tetapi menurut Risako, yang telah membuat bento selama 10 tahun dan berencana untuk terus membuatnya sampai putrinya berusia 18 tahun, ini tentang membangun hubungan antara ibu dan anak-anak.

"Ketika remaja pemberontak sering berhenti berbicara dengan orang tua mereka, dengan makan makanan buatan ibu mereka, mereka masih merasakan cinta dan bersyukur," katanya.

"Saya juga bertanya kepada putri saya apa yang paling disukainya di kotak makan siang, jadi itu adalah alat komunikasi."

Banyak orang Jepang percaya bahwa makanan buatan rumah lebih sehat daripada yang dibeli di toko — alasan lain mengapa para ibu Jepang masih menyiapkan kotak makan siang anak-anak remaja mereka.

Saya pikir saya tidak akan melupakan ekspresi wajah teman saya ketika saya memberi anak saya yang baru berusia tiga tahun onigiri yang saya beli dari toko.

"Tahukah Anda berapa banyak pengawet makanan di sana?" Tanyanya.

Penelitian menunjukkan bahwa di Jepang sebagian besar pekerjaan rumah tangga masih jatuh pada perempuan, tapi tugas yang menegangkan untuk menyiapkan kotak makan siang semakin banyak dibagi dengan para ayah.

Hiroto Okada telah bertugas membuat kotak makan siang untuk putranya yang berusia 10 tahun selama enam bulan terakhir. Ia berencana untuk terus membuatnya sampai putranya berusia 18 tahun.

Dan meskipun ia tidak secara pribadi merasakan beratnya penilaian apakah putranya membawa makanan yang dibeli di toko atau chara-ben yang dibuat dengan rapi, ia khawatir tentang pengawet makanan.

"Saya memberi tahu putra saya bahwa saya tidak sempat chara-ben, jadi dia pulang dengan rumput laut yang sudah dipotong ini," ia berkata kepada saya.

Sementara budaya populer memperjuangkan ikumen - ayah yang dengan senang hati melakukan pekerjaan rumah tangga - sebagai cara mempromosikan keterlibatan ayah dalam kehidupan keluarga, ketika datang untuk memberi makan anak-anak mereka, saya berpendapat bahwa ayah tidak di bawah tekanan yang sama seperti ibu untuk membuat bento yang sempurna.

Tetapi setidaknya satu pengikut Twitter memberi tahu saya bahwa semuanya mulai berubah.

"Di sekolah anak saya, ibu yang bekerja tidak diharapkan membuat kotak makan siang yang luar biasa. Pada satu titik, donat dari toko menjadi 'hal keren untuk dibawa ke sekolah' dan para guru dan anak-anak lain juga berbagi beberapa makanan ringan. "

Pada pokoknya, ini bukan hanya tentang membuat kotak makan siang berwarna-warni. Ini adalah tentang semua tekanan seputar keibuan yang "sempurna".

Ketika negara ini berjuang dengan penurunan angka kelahiran, mungkin sudah saatnya untuk mengatasi tekanan sosial semacam ini — terutama karena perempuan berusia 20-an masih ingin menjadi ibu rumah tangga, bahkan ketika generasi yang lebih tua memilih karier.

Mariko Oi
sumber : https://www.bbc.com/indonesia/vert-cap-50230761, akses tgl 10/10/2022.