TRENDING NOW

 Tidak semua asupan berlabel makanan sehat benar-benar bermanfaat bagi tubuh. Beberapa di antaranya bahkan bisa mengundang bahaya.


Laju perkembangan teknologi yang semakin tinggi membuat segalanya berjalan semakin cepat. Seakan tak ingin ketinggalan, makanan juga terus berevolusi menjadi ragam bentuk dan rasa yang mungkin belum pernah Anda rasakan sebelumnya. Bahkan muncul juga makanan yang diklaim sebagai makanan sehat.

Sayang, variasi makanan yang semakin membuat lidah bergoyang tak sepenuhnya aman bagi kesehatan. Beberapa yang melabeli diri sebagai makanan sehat juga tidak benar-benar mampu memberikan manfaat yang tertulis di label kemasan. Bahkan, bukan tidak mungkin bahwa jenis makanan yang diklaim sehat itu justru mendatangkan marabahaya bagi kesehatan tubuh orang yang mengonsumsinya.

Makanan sehat yang ternyata berbahaya

Berikut adalah beberapa makanan ‘sehat’ yang ternyata berbahaya bagi kesehatan tubuh Anda:

1. Saus salad

Berbagai buah atau sayur yang dijadikan sebagai bahan dasar salad memang menyehatkan. Akan tetapi, kedua jenis asupan sehat tersebut akan terasa hambar tanpa hadirnya saus salad alias salad dressings.

Meski bisa menambah cita rasa, tahukah Anda bahwa saus salad tidak sepenuhnya aman bagi kesehatan? Ini karena saus salad pada umumnya memiliki kandungan yang tidak sehat, seperti kadar gula yang tinggi, lemak tersaturasi, dan berbagai bahan kimiawi lainnya.

Bagaimana dengan saus salad bebas lemak? Terkait ini, dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter mengatakan bahwa saus salad tersebut memang rendah akan kandungan lemak namun tinggi akan kandungan garam yang kurang baik untuk tekanan darah Anda.

“Dua sendok makan saus salad mengandung 500 miligram garam. Ini setara dengan sepertiga total garam yang boleh dikonsumsi dalam satu hari,” ujar dr. Karin.

2. Buah kering

Berdasarkan penuturan dr. Karin, buah kering tidak sepenuhnya sehat, apalagi bila Anda mengonsumsinya secara berlebihan. Pasalnya, seperempat porsi buah kering mampu menambahkan 100 ekstra kalori ke dalam tubuh Anda!

“Oleh karena itu, hindari mengonsumsi buah kering dalam jumlah yang besar layaknya makan kacang goreng. Daripada pilih buah kering, para ahli gizi menyarankan agar Anda mengonsumsi buah segar tanpa ada proses tambahan,” jelas dr. Karin

3. Buah dalam kaleng

Buah yang dikemas dalam kaleng dan dijual bebas di pasaran sering dijadikan pilihan sebagai camilan. Itu karena buah kalengan sangat praktis dan rasanya lebih enak daripada buah segar yang melewati proses apa-apa.

Akan tetapi, di balik segala kenikmatan yang ditawarkan, jenis makanan tersebut sebenarnya tidak membawa kebaikan apa-apa karena mengandung bahan kimia dan banyak zat pengawet di dalamnya.

Kepada KlikDokter, dr. Kartika Mayasari mengatakan bahwa terlalu sering mengonsumsi makanan yang mengandung pengawet bisa menyebabkan perubahan perilaku, kerusakan jantung dan pembuluh darah, asma, bahkan kanker.

4. Yoghurt

Yoghurt merupakan jenis makanan ‘sehat’ yang sering dipilih untuk dikonsumsi sebagai camilan lantaran memiliki kandungan bakteri baik untuk menunjang kesehatan saluran cerna; serta protein, kalsium, dan vitamin D untuk kesehatan tulang. Sayangnya, semua manfaat tersebut tidak hadir sendiri, alias diikuti oleh beberapa ancaman, seperti peningkatan berat badan yang bisa berujung pada penyakit jantung.

Sesuai yang dikatakan oleh dr. Karin, merek yoghurt tertentu memiliki kandungan gula dan lemak yang tinggi. Karenanya, bila dikonsumsi secara berlebihan bisa meningkatkan berat badan. Seperti diketahui, berat badan berlebih adalah salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung.

“Untuk menghindari hal tersebut, pilihlah yoghurt yang rendah lemak dan tanpa rasa,” tutur dr. Karin.

5. Jus buah kemasan

Selain praktis, jus buah kemasan juga disebut memiliki kandungan beragam zat gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, apakah Anda benar-benar yakin dengan hal tersebut?

Faktanya, jus buah kemasan yang biasa dijual di supermarket tidak sepenuhnya terdiri dari buah. Lantas, apa isinya? Mengutip laman Heathline, jus buah kemasan tersebut umumnya hanya terdiri dari bahan kimia yang memiliki rasa seperti buah.

“Jus buah kemasan umumnya juga tidak mengandung serat. Jadi isinya lebih banyak gula saja,” dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter menambahkan penjelasan.

Mengonsumsi makanan sehat memang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Meski demikian, mengomsumsinya secara berlebihan juga sangat tidak disarankan. Selain itu, pilihlah makanan sehat yang tidak diberi tambahan apa pun – seperti bahan pengawet serta kandungan garam dan gula yang tinggi – agar makanan yang Anda konsumsi tetap bermanfaat bagi kesehatan Anda.


(NB/ RVS)
Nur Budhi
sumber : https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3626640/5-makanan-sehat-yang-berbahaya-bagi-tubuh, akses tgl 16/02/2022.

 Kongres Halal Internasional 2022 di Bangka Belitung resmi ditutup pada Rabu (15/6/2022). Kongres yang ditutup Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud itu mencetuskan 9 butir Resolusi Halal Dunia.


Sekretaris Panitia Pengarah KIH 2022, KH Rafiqul Umam Ahmad, mengatakan Resolusi ini secara garis besar berisikan agenda dan dorongan-dorongan kepada pihak pemangku kebijakan terkait industri dan pariwisata halal baik lokal, nasional, dan internasional.

“Resolusi ini diharapkan mampu menjadi pendorong dan pengikat para penggerak dan pemangku kebijakan industri dan pariwisata halal,” kata dia Rabu malam.

Berikut sembilan butir Resolusi Halal Dunia hasil Kongres Halal Internasional 2022:

  1. Meningkatkan percepatan pengembangan Industri Halal dan Pariwisata Halal sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional dan global pasca pandemi. Salah satunya melalui gerakan bersama menjadikan Indonesia sebagai Produsen Halal Terkemuka Dunia mulai tahun 2024, menempati rangking pertama sektor Halal Food pada Global Islamic Economy Indhex tahun 2023, dan menempati rangking pertama pada Global Muslim Travel Indhex tahun 2023 dan mencapai ranking 10 besar dalam wisata ramah muslim di Global Islamic Economy Report 2023.
  2. Mewujudkan proses sertifikasi halal yang mudah, murah, professional, berintegritas termasuk menjunjung etika. Kami mendukung sertifikasi halal sesuai standar Syariah Governance, yaitu fatwa MUI, yang mengikuti standar mutu Internasional bagi Lembaga Sertifikasi Halal dan patuh pada standar mutu internasional laboratorium pengujian halal, untuk meningkatkan keberterimaan produk halal dalam perdagangan global.
  3. Bersepakat untuk melakukan Gerakan Bersama antara Pemerintah dan masyarakat dalam peningkatan pembinaan, penilaian dan pengawasan terhadap kompetensi dan profesionalisme tata kelola sertifikasi halal baik di tingkat nasional dan internasional.
  4. Meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia melalui pengembangan kurikulum berorientasi pasar Industri Halal dan Pariwisata Halal, di semua jenjang Pendidikan terutama perguruan tinggi, sebagai konstribusi nyata bidang Pendidikan mendukung Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia.
  5. Mendorong penguatan kolaborasi dan sinergi antar unsur supply dalam ekosistem halal yang terdiri dari partisipasi masyarakat, industri halal, commercial finance dan social finance agar diperoleh konektivitas dan dependency yang kuat untuk peningkatan nilai tambah dan akselerasi tumbuhnya produk halal yang kompetitif berorientasi pasar nasional dan ekspor.
  6. Mendorong inovasi dan tumbuhnya sektor ekonomi kreatif yang adaptif terhadap teknologi digital di setiap tahapan halal value chain untuk mempercepat dan menguatkan integrasi unsur eksositem Industri Halal dan Ekonomi Keuangan Syariah.
  7. Mendorong adanya insentif yang memadai bagi pelaku usaha industri halal termasuk UMKM serta Kawasan Industri Halal untuk merangsang pertumbuhan produk berorientasi ekspor dan pelaku industri pariwisata halal.
  8. Mendorong percepatan perkembangan Wisata Halal dengan mempertahankan inklusifitas sebagai arus utama tujuan Wisata untuk berbagai wisatawan melalui aksi strategis dan komprehensif oleh pemangku kepentingan (Akademisi, Bisnis, Komunitas, pemerintahan & Media) menggunakan tolak ukur global dan praktik unggulan dalam industri pariwisata khususnya industri pariwisata halal sehingga tercipta pariwisata halal yang berkelanjutan secara nasional dan global.
  9. Mendorong fatwa MUI sebagai rujukan standar halal global dalam rangka harmonisasi standar sehingga peningkatan pertumbuhan perdagangan produk halal dan pariwisata halal dapat terus meningkat.


sumber: www.mui.or.id
sumber : https://voa-islam.com/read/health/2022/07/02/80938/kongres-halal-internasional-2022-cetuskan-9-butir-resolusi-dunia/, akses tgl 28/07/2022.

 Sebanyak persen kasus katarak yang menimpa anak-anak disebabkan oleh infeksi toksoplasma, rubella, sitomegalovirus, dan herpes simpleks (TORCH). 


Hal itu dikatakan Ni Retno Setyaningrum, dokter spesialis mata dari Jakarta Eye Center pada Sabtu (24/8/2017) di Jakarta. 

“Biasanya karena ibu saat mengandung makan daging yang tidak diolah secara masak, seperti sate ayam yang kurang matang,” ujarnya. 

Daging yang kurang matang berpotensi menyimpan tokso dan rubella yang hidup di unggas. Saat hamil, ibu dianjurkan memakan daging yang matang sempurna. Hindari daging mentah. 

Ibu dianjurkan memakan daging yang telah dimasak dengan tingkat kematangan sempurna. Hindari daging mentah. 

Selain memilih makanan yang matang, para ibu hamil diminta sementara menghindari kontak dengan kucing. 

Hewan berbulu ini bisa menularkan virus tokso pada janin yang dikandung. Virus tokso tetap menempel pada bulu hewan tersebut kendati sudah dimandikan dan dibersihkan.

Kondisi rumah yang ditempati ibu hamil juga perlu diperhatikan supaya tidak ada tikus yang berkeliaran. 

Hewan yang gemar berkubang di kotoran ini, kata Ni Retno, juga membawa virus tokso dan rubella

“Virus TORCH ini merusak lensa mata janin, sehingga janin yang dilahirkan punya katarak. Kalau menempel di otak janin, otak dimakan virus itu,” kata Ni Retno. 

Akibatnya, bayi akan terlahir dengan kondisi microcephali atau kepala berukuran kecil, hanya separuh ukuran normal. 

Katarak pada anak hanya bisa dideteksi setelah janin dilahirkan. Dokter kandungan hanya sebatas mampu mendeteksi infeksi TORCH yang ada. 

Pada saat dilakukan tindakan ultrasonografi (USG), akan diketahui ada tidaknya virus TORCH yang menyusup di amnion (cairan dalam perut ibu). Pemeriksaan baru bisa dilakukan saat usia kandungan lima bulan, menunggu cairan terbentuk lebih banyak. 

“Dari USG terekamnya infeksi TORCH dan mikrosofali. Kalau katarak baru ketahuan setelah bayi lahir,” ujarnya. 

Pasangan yang akan menikah diminta Ni Retno untuk melakukan cek kesehatan  termasuk tes untuk mengetahui TORCH pada tubuh. 

Jika memang salah satu pasangan menyimpan virus TORCH, maka dokter bisa melakukan tindakan sedini mungkin untuk mengobati. Dengan demikian, risiko katarak pada anak yang dikandung kelak berkurang. 

“Namun sejauh ini, penyebab pasti katarak pada anak belum jelas. Selain infeksi TORCH, ada faktor genetik dan lingkungan,” pungkasnya.  


Penulis : Shela Kusumaningtyas
Editor : Yunanto Wiji Utomo
sumber : https://sains.kompas.com/read/2018/02/26/125001923/inilah-sebabnya-ibu-hamil-harus-hati-hati-saat-makan-sate?page=all#page2, akses tgl 21/07/2022.

 Ada masa ada cerita, begitupun dengan makanan tradisional yang ada di Sulawesi Selatan.


Sebagian besar wisatawan nusantara di Indonesia familiar dengan Coto Makassar. Setiap wisatawan nusantara datang ke Makassar, salah satu agenda utamanya adalah mencicipi Coto Makassar. Warung Coto Makassar, banyak ditemui di jalan-jalan protokol, bahkan di pusat belanja Mall.

Konon katanya, makanan tradisional khas Makassar ini sudah ada sejak kerajaan Gowa. Kala itu berpusat di Sombaopu sekitar tahun 1538 masehi, wilayah selatan kota Makassar.

Coto diketahui laiknya sup daging sapi.

Coto memiliki bumbu dengan segudang rempah, merupakan makanan bercita rasa tinggi.

Dalam catatan sejarah yang dikutip dalam arsip pemerintah di Makassar, pada abad 16, hidangan coto Makassar sebagai kuliner khas juga mendapat pengaruh dari kuliner Cina yang telah ada saat itu. Hal ini dapat dilihat dari jenis sambal yang digunakan yakni sambal tauco sebagai salah satu identitasnya.

Kelezatan yang memanjakan lidah ketika menikmati hidangan Coto Makassar ini tidak terlepas dari pengolaan berbagai jenis bumbu yang digunakan. Tidak tanggung-tanggung, dalam meramu jenis bumbu yang digunakan pada Coto Makassar ini dilakukan pencampuran 40 jenis bumbu lokal (rampa patang pulo) yang terdiri kacang, kemiri, cengkeh, pala, foeli, sereh yang ditumbuk halus, lengkuas, merica, bawang merah, bawang putih, jintan, ketumbar merah, ketumbar putih, jahe, laos, daun jeruk purut, daun salam, daun kunyit, daun bawang, daun seledri, daun perei, lombok merah, lombok hijau, gula tala, asam, kayu manis, garam, pepaya muda untuk melembutkan daging, dan kapur untuk membersihkan jeroan.

Rasa dan aroma khas yang dihasilkan oleh bumbu pada hidangan coto Makassar ini juga berfungsi sebagai penawar zat yang terdapat dalam hati, babat, jantung, dan limpah yang banyak mengandung kolesterol.

Pallubasa

Namun perlu diketahui, sejak dahulu kala, rupanya Coto Makassar punya tandingan. Dia adalah Pallubasa. 

Awal mula makanan berkuah yang dicampur kelapa parut goreng ini hanya diperuntukkan untuk kelas pekerja seperti kuli bangunan, tukang becak, dan kelas pekerja lainnya. Mengapa demikian, karena pada masa itu pallubasa merupakan makanan termurah yang dapat dijangkau oleh kelas pekerja tersebut.

Dari catatan sejarah 10 ikon Makassar, alasan sehingga pallubasa menjadi makanan murah karena campuran isi atau daging yang ada di dalam setiap mangkuknya itu bagian yang tidak dibutuhkan oleh pemilik sapi tetapi diberikan kepada si pemotong sapi sebagai jatah atau upah (tawana papolonga).

Bagian-bagian sapi yang tidak dibutuhkan antara lain bakal susu (kandala’po’, bentuk bakal susu yang ketika diangkat dari dandang bentuknya seperti asap knalpot), baluta (darah segar sapi saat disembelih yang ditadah menggunakan batang bambu yang kemudian dibekukan), susu sapi (payudara sapi), biji pelir sapi, usus lurus (parru’ lambusu’), Latto-latto’ (bagian daging yang bercampur dengan tulang rawan) dan gantungan jantung. Papolong inilah yang kemudian mengolah sisa-sisa tersebut menjadi makanan yang disebut pallubasa.

Pallubasa merupakan makanan berkuah lainnya yang sepintas terlihat sama dengan coto Makassar namun keduanya sangat berbeda. Letak perbedaannya terdapat pada proses memasaknya. Jeroan untuk pallubasa direbus dalam waktu yang lama. Setelah matang, jeroan dan daging diiris dan dihidangkan dalam mangkuk.

Perbedaan lainnya pada kuah pallubasa ditambahkan kelapa parut yang telah disangrai sehingga kuahnya menjadi kental dan gurih, aromanya pun, karena santan, lebih kental dan serbuk kelapa yang menyatu dengan kuah.

Tambahan lain yang membuat pallubasa lebih spesial adalah dengan ditambahkannya telur ayam yang dimasak setengah matang.

Awalnya pallubasa disantap berpasangan dengan burasa yang berukuran cukup besar, kira-kira berukuran 3-4 kali lipat dengan ukuran burasa sekarang. Namun saat ini, Pallubasa akan terasa pas jika disajikan dengan nasi putih yang masih panas.


Oleh Saldy Irawan, di Makassar 
(Senin 16 Desember 2019)
sumber : https://sulselprov.go.id/welcome/post/kuliner-sulawesi-selatan-coto-makassar-dan-pallubasa-serupa-tapi-tak-sama, akses tgl 24/07/2022.

 Harga telur di pasaran mengalami penurunan yang drastis. Meski sedang murah, konsumsi telur dalam sehari juga harus tetap diperhatikan agar tak kolesterol.


Belakangan ini, harga telur mengalami penurunan yang cukup landai di beberapa daerah. Di Jakarta harga telur ayam terkini dibanderol Rp. 17.500 per kilogram, bahkan di Blitar sempat Rp 13.000 per kilogram.

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak megnatakan bahwa harga telur bahkan berada di bawah harga pokok penjualan (HPP). Ia juga mengatakan bahwa HPP telur maupun ayam hidup lebih tinggi dari harga jualnya, seperti dikutip dari detikNews (11/9).

Banyak peternak telur yang mengalami kecemasan. Apalagi kondisinya makin diperparah dengan harga pakan ayam yang tinggi dan ketidakseimbangan antara supply dan demand telur ayam, seperti yang disampaikan Pakar peternakan IPB University Niken Ulupi, dikutip dari detiKFood (23/9).

Meski harga telur sedang mengalami penurunan, kamu juga tetap perlu mengontrol konsumsi harian telur. Karena, mengonsumsi telur berlebihan juga dapat menimbulkan masalah kesehatan, salah satunya kadar kolesterol darah yang naik.

Lantas, seberapa banyak asupan telur per hari yang baik dikonsumsi? Dilansir dari Health Line (23/8), dalam sebutir telur berukuran sedang (49,6 gram) mengandung kolesterol sebanyak 186 miligram atau setara dengan 62 % asupan harian. Namun, kandungan kolesterolnya lebih banyak terdapat pada kuning telur, karena kandungan kolesterol putih telur cukup rendah.

Banyak ahli merekomendasikan untuk mengonsumsi telur dengan batasan maksimal 2-6 butir kuning telur per minggu. Namun, ada juga studi yang membuktikan kalau telur baik dikonsumsi sebanyak 1-3 butir per hari.

Dilansir dari Eat This (1/10/2020), ahli diet Jim White merekomendasikan untuk membatasi asupan telur harian hanya 1,5 butir telur dalam sehari dan sisanya harus diimbangi dengan makanan rendah kolesterol. Asupan telur harian ini dilihat dari batas maksimal kolesterol yang tak boleh lebih dari 200 miligram.


Yenny Mustika Sari
sumber : https://food.detik.com/info-kuliner/d-5737840/meski-telur-lagi-murah-batasi-konsumsi-hariannya-agar-kolesterol-tak-naik, akses tgl 23/02/2022.

 Daging adalah sumber protein, kalori, kalsium, zat besi dan lemak yang dibutuhkan oleh tubuh.


Seseorang yang memutuskan untuk mengubah pola makannya, atau memutuskan menjadi vegan, maka ia akan kehilangan asupan nutrisi yang biasanya dibawa oleh daging-dagingan. 

Apakah ada pengaruh pada tubuh jika kita berhenti makan daging? Apakah tubuh lantas akan kekurangan nutrisi? 

Dani Levy-Wollins, ahli gizi dari Thistle and Nourilife, mengatakan bahwa jika kita akan meniadakan daging dalam konsumsi harian, kita harus mempertimbangkan beberapa aspek agar peniadaan nutrisi dari daging tak mengganggu metabolisme tubuh. 

Karena pengaruh meniadakan daging dalam konsumsi harian berbeda-beda pada tiap orang, sangat tergantung pada banyak faktor. Mulai dari jenis daging yang biasa dikonsumsi, seberapa sering kita makan daging, dan cara pemasakan daging yang ada.

Plus minus berhenti makan daging 

Melansir Real Simple, protein hewani tak bisa dikategorikan ke dalam kelompok yang bagus untuk kesehatan maupun kelompok yang bisa membahayakan kesehatan. 

Karena daging memiliki plus minus masing-masing, tergantung dari cara pengolahan dan cara pengonsumsian masing-masing orang. 

"Daging menyediakan mikronutrien seperti vitamin B, zat besi dan zinc, juga menyediakan protein komplit," ujar Wollins.

Protein komplit di sini berupa asam amino lengkap yang bisa menunjang kesehatan, yang tak bisa diproduksi oleh tubuh sehingga tubuh harus mendapatkannya dari sumber makanan. 

Selain dari daging, kita bisa mendapatkan protein komplit ini dari telur, dari sajian yang mengandung susu, dan juga dari berbagai olahan kedelai. 

"Jadi ketika kita meniadakan daging dan tak menggantinya dengan sumber pangan yang mengandung protein komplit lainnya, kita bisa menderita kekurangan vitamin B12, zat besi, dan juga anemia," papar Wollins.

Lantas apa yang kita dapatkan ketika kita meniadakan asupan daging? 

Ketika tak lagi mengonsumsi daging merah dan daging prosesan seperti sosis, kita akan mengalami penurunan lemak jahat, kolesterol dan juga sodium dalam tubuh. Imbasnya, kita juga akan mengalami penurunan risiko terkena hipertensi dan gangguan kardiovaskular. 

Ketika seorang karnivora memutuskan melakukan pengurangan asupan daging atau malah meniadakan asupan daging sama sekali, mereka harus melakukan langkah-langkah ekstra guna memantau kesehatan tubuhnya. 

Hal ini dilakukan agar tubuh tak kekurangan nutrisi yang dibutuhkan oleh sistem metabolisme. 

"Ketika Anda ingin bebas dari daging selamanya, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter dan melakukan cek laboratorium secara rutin demi memantau kondisi nutrisi dalam tubuh." 

Lakukan pengamatan juga pada berbagai gejala kekurangan nutrisi yang bisa muncul. Seperti kekurangan vitamin B12 yang biasanya ditandai dengan kulit pucat dan tubuh yang mudah merasa lelah. 

Wollins juga menyarankan agar peniadaan daging dilakukan sedikit demi sedikit, dengan mengurangi porsi dari waktu ke waktu. Jika dilakukan dengan cara ekstrem, maka tubuh akan mengalami kesulitan dalam beradaptasi.


Penulis : Inten Esti Pratiwi
Editor : Inten Esti Pratiwi
sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2022/01/17/143000065/ini-yang-akan-terjadi-pada-tubuh-jika-kita-berhenti-makan-daging?page=all#page2, akses tgl 11/02/2022.

 sumber : https://www.youtube.com/watch?v=QOH4_7uNCMs, akses tgl 31/12/2021.




 Setiap tahun, puluhan miliar bungkus mi instan dinikmati – sebuah makanan sederhana yang hanya perlu tambahan air mendidih. Veronique Greenwood melihat proses penciptaan sebuah revolusi pangan.


Ada suatu masa dalam hidup saya di mana saya hanya makan semangkuk mi instan setiap harinya. Ketika Anda adalah remaja 13 tahun yang pemarah, hanya sedikit sumber kepuasan, dan saat saya menulis tentang hal ini, saya kemudian tahu bahwa saya bukan satu-satunya orang yang bergantung pada mi instan untuk bertahan.

Banyak pembaca yang menulis bahwa mi instan adalah makanan yang membuat mereka merasa nyaman – mudah dibuat, konsisten, dan ternyata lezat.

Di Museum Ramen Internasional di Osaka, banyak orang datang setiap tahunnya untuk memberikan penghormatan. Di kamar dagang gratis untuk Nissin Foods, pembuat Cup Noodles dan Top Ramen, museum tersebut menampilkan periode waktu ratusan produk Nissin, dari Chikin Ramen sampai Spagheny sampai Cheese Curry Cup Noodles.

Berbagai benda yang berhubungan dengan ramen atau sebagai bentuk tribut juga ditempatkan di sekitar ruang pameran menuju objek utama, sebuah selasar besar di mana Anda bisa merancang dan membeli Cup Noodles Anda sendiri.

Salah satu objek favorit saya adalah pahatan yang menempel di batu, seolah objek tersebut adalah artefak arkeologi masa depan, dan menampilkan fosil, HP, dan sebuah Cup Noodle dengan warna terang, terbuka, dan siap dimakan, dan mi sudah diangkat oleh garpu plastik. Sebuah plakat menunjukkan judul pahatan tersebut: “Abadi.”

Mi instan bisa terasa sebagai hal yang mendasar maka mengejutkan saat saya mengetahui bahwa hal ini harus ada penemunya.

Namun menciptakan mi kuah yang menjadi andalan di lemari makan dan cepat dimasak ternyata tak sesederhana atau seintuitif itu.

Kisah Momofuku Ando yang sudah sering disampaikan menunjukkan bahwa penemuan mi instan adalah hal sulit: pengusaha asal Osaka yang kesulitan itu harus bereksperimen selama berbulan-bulan di gudang di belakang rumahnya sebelum meluncurkan Nissin pada 1958.

Masukan yang kemudian mempercepat penemuan mi instan adalah dengan menggoreng cepat mi tersebut setelah direbus, dibumbui, dan dikeringkan.

Menggoreng mi bisa menghilangkan air yang tersisa, sehingga meningkatkan keawetannya. Tapi kemudian mi menjadi padat mengisi ruang yang kosong. Saat mi dimasukkan lagi ke air mendidih, air menyelusup masuk, memasaknya dengan cepat dan mematangkannya dalam beberapa menit.

Meski begitu, tak seperti versi modernnya, mi instan pertamanya bukan makanan rumah. Saat Chikin Ramen karya Ando pertama masuk ke pasaran, harganya sama dengan membeli mi di restoran.

Ando adalah karakter yang unik, seorang pencipta paruh baya yang baru-baru ini dikenai hukuman dua tahun karena penghindaran pajak, dan kemudian dia menjadi semacam legenda, bahkan ketika harga mi instan menjadi murah.

“Ando mempromosikan produknya dengan keteguhan seperti halnya seorang pendakwah, seperti dia sedang dalam misi penting untuk memberi makan dunia – mengakhiri kelaparan dengan ramen,” tulis Karen Leibowitz dalam esai tentang Ando untuk Lucky Peach.

Pada 2000, ketika sebuah lembaga penelitian di Tokyo menyebarkan survey ringan tentang inovasi Jepang terpenting pada abad 20, mi instan ada di nomor satu. (Jika Anda ingin membandingkan, Pokemon ada di nomor delapan),

Makanan Jepang tradisional sebenarnya sangat berbeda dari mi instan.

Di sebuah penginapan tua di Kyoto tempat saya baru-baru ini tinggal menginap, makan malam yang disajikan adalah sembilan hidangan kecil yang disajikan satu per satu, dimulai dengan kolase mini gurita dan kacang merah. Jeli yang bisa meluncur, makanan laut yang sangat segar, dan diikuti ikan bakar yang renyah.

Semuanya sangat lezat dan sangat jauh dari ramen masa remaja saya. Terlepas dari hal ini, mi instan yang gampang dibuat adalah sebuah simbol nasional.

Di luar negeri, temuan ini pun sangat terkenal, dan hampir 98 miliar paket mi instan dimakan di seluruh dunia pada 2015, menurut Asosiasi Mi Instan Dunia.

Selama bertahun-tahun, Top Ramen, Maruchan Ramen, dan Cup Noodles adalah merek yang banyak tersedia bagi konsumen Barat, tapi kini sudah berubah.

Blogger Hans Lienesch sudah memberi penilaian pada mi instan sejak 2002 di The Ramen Eater.

Dia melihat ada peningkatan besar-besaran tipe mi instan yang tersedia di supermarket dan supermarket Asia, yang menurutnya adalah bagian dari upaya beberapa perusahaan untuk memenuhi keinginan konsumen – kini Anda bisa menemukan mi instan vegan, dan ada rasa yang khusus untuk memenuhi pasar Meksiko.

Salah satu perubahan terbesar yang dilihat Lienesch tak hanya soal kemasan bumbu yang tersimpan dalam bungkus mi. Pada 2013, Prima Taste, sebuah perusahaan Singapura, mengirimkannya sampel untuk dicoba.

“Varian Laksa dan La Mian (mi Cina) Kari mereka tak pernah saya rasakan sebelumnya,” tulisnya dalam email.

“Mi yang tebal dan kenyal, dan ada sachet isi pasta bumbu dan bubuk kelapa. Mereka ada di puncak daftar 10 Mi Instan Terbaik Sepanjang Masa Edisi 2013 di The Ramen Eater, dan benar-benar membuat saya kagum. Saya ingat membicarakan soal hal ini kepada beberapa orang di industri dan menyuruh mereka untuk mencobanya – bahwa mi ini benar-benar sesuatu yang akan mengubah industri. Dan tampaknya sejak itu, saya melihat banyak jenis, termasuk pasta bumbu, yang membuat kuahnya terasa sangat kaya dan penuh rasa.”

Tentu saja, kebiasaan lama sulit dilupakan. Di museum di Osaka, ribuan orang mengantri untuk memasukkan kepingan mi ke dalam mangkuk styrofoam, memilih bubuk kaldu dan bahan kering – dari mulai potongan daging sapi, kacang polong, wortel dan bawang goreng kering – dan ditutup untuk dimakan nanti.

Tak ada yang menganggap ini adalah hidangan berkelas, namun seperti halnya sesuatu yang menyamankan, mi instan bisa memuaskan.

sumber : https://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2016/09/160912_vert_fut_mi_instan, akses tgl 27/07/2022.