Top News

Jamur merupakan salah satu bahan pangan yang mempunyai nilai gizi yang tinggi non kolesterol. Dalam budidayanya, jamur dibudidayakan dengan ditanam dengan temperatur dan kelembaban yang terkontrol. Jamur Merang atau banyak yang mengenal dengan jamur kancing yang memang bentuknya seperti kancing banyak mengandung manfaat / khasiatnya. Jamur merang sudah banyak dijual di pasar swalayan atau supermarket.


Jamur merang saat ini menjadi salah satu jenis tanaman yang digemari untuk dikonsumsi di Indonesia. Budidaya yang tergolong sangat mudah mendukung semakin diminatinya tanaman berbentuk bulat yang satu ini. Jika melihat kandungan zatnya maka potensi sebagai tanaman obat tergolong tinggi. Saat ini pengobatan tradisional memang kian diminati masyarakat. Selain harganya relatif murah, terhindarnya dari kandungan kimia menjadi salah satu alasan mengapa lebih menyukai pengobatan dari alam.

Kandungan Gizi dan Manfaat Jamur Merang

Dari hasil penelitian, diketahui jamur merang memiliki kandungan gizi yang tinggi. Protein yang terkandung sebanyak 5.94 %, sedangkan kandungan karbohidrat setinggi 50,59 %, lemak 0,17 %, abu 1,14 %, dan mengandung serat 1,56 %. Selain itu juga kaya akan vitamin dan mineral. Per 100 gram tanaman segar mengandung sebanyak 1,9 mg besi, 17 mg fosfor, 0,15 mg vitamin B-1, 0,75 mg vitamin B-2, dan 12,40 mg vitamin C. Kandungan dari asam folat juga tergolong cukup tinggi, kalium dan tembaga. Dengan kadungan gizi yang kompleks seperti ini, potensi untuk mengarah ke bahan pangan masa depan tentunya juga tinggi.

Ternyata banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh darinya, jamur merang kaya akan protein, sebagai makanan anti kolesterol, dan menurut penelitian jamur juga dapat digunakan untuk mengobati kanker.

Sebagai perbandingan, tempe yang terbuat dari kedelai yang kaya serat dan juga sebagai sumber berbagai nutrien seperti calsium, Vitamin B, dan besi, mempunyai kandungan sebagai berikut: kalori 204, protein 17 gram, lemak 8 gram, karbohidrat 15 gram, calium 80 mg, Fe (Besi) 2 mg, dan Zn 0,2 mg.

Bisa dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram dan Vitamin C-nya juga 0,0 gram. Maka, kandungan gizi jamur masih lebih komplet sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan.

Jamur Merang juga merupakan sumber dari berbagai macam enzim terutama tripsin yang berperan penting untuk membantu proses pencernaan. Jamur Merang dapat juga digunakan sebagai pelindung, karena kandungan vitamin B – kompleksnya yang termasuk riboflavin serta memiliki asam amino esensial yang cukup lengkap.

Dari penjelasan di atas maka jamur pada umumnya dan jamur merang pada khususnya mempunyai kandungan gizi yang komplit dan baik bila dikonsumsi. Biasanya orang yang mengkonsumsi jamur bukan hanya karena rasanya yang lumayan lezat, akan tetapi bisa juga dikarenakan akan manfaat dari kandungan gizi yang terkandung dalam jamur itu sendiri. Faktor khasiat dan manfaat inilah yang faktor orang pada mengkonsumsi jamur. Di mana guna untuk menjaga kesehatan tubuh dan hal lain yang berkaitan dengan vitalitas. Tidaklah mengherankan jika berbagai jenis jamur kini menjadi bagian dari menu favorit di sejumlah rumah makan.


Pustaka:
  • http://opixwillurof.blogspot.com/2011/09/khasiat-jamur-merang-dan-menerima.html
  • http://bisnisukm.com/macam-macam-jamur-dan-manfaatnya.html
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur_merang
  • http://www.anneahira.com/manfaat-jamur-merang.htm
  • http://myz0ne.wordpress.com/2008/12/21/khasiat-jamur-merang/
  • http://www.peterparkerblog.com/3137/jamur-merang-alternatif-pengobatan-tradisional/
Nida Hanifatul Hasna, S.KM
Sumber: https://www.dakwatuna.com/2015/03/10/65449/khasiat-jamur-merang-untuk-kesehatan-tubuh/#axzz6R8eFSUZv, akses tgl 04/07/2020.


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ibu/Bapak yang dirahmati Allah...

Mungkin kita tidak pernah mencuri ayam goreng di restauran, tidak pernah mencuri uang di bank, tidak pernah mencuri TV di toko elektronik, tidak pernah mencuri makanan di rumah tetangga, dll. Namun, pernahkah kita membeli buah di kios buah atau di supermarket, lalu mencicipinya sebelum membeli?

Ibu/Bapak...

Adalah menjadi kebiasaan di tempat kita, dimana calon pembeli (atau kadang sekedar orang lewat) mencicipi buah yang dijual di kios buah atau di supermarket. Lalu bagaimana sebenarnya hukum mencicipi buah menurut Islam?

Ibu/Bapak yang dirahmati Allah,

Para ulama sepakat dan tidak berbeda pendapat bahwa mencicipi buah di kios buah atau di supermarket itu hukumnya HALAL, jika kita minta ijin dan diijinkan oleh penjualnya. Namun, jika kita asal mengambil atau mencicipinya, tanpa minta ijin pemiliknya, maka itu namanya mencuri. Mencuri itu hukumnya HARAM. Jangan sampai kita lupa, definisi MENCURI itu adalah mengambil sesuatu tanpa seijin pemiliknya yang sah.

Ibu/Bapak...mohon maaf. Sekedar mengingatkan, tumpukan buah di kios buah atau di supermarket, itu bukan barang suguhan. Itu barang dagangan...! Dan penjualnya saat ‘kulakan’ (saat membeli buah-buahan tersebut), kulakannya pakai uang …bukan pakai daun atau uang imitasi.

Lalu bagaimana kalau dulu kita pernah mencuri? Baik kita sengaja maupun tidak? Jawaban para ulama sangat jelas dan tegas: " Tidak apa-apa...! Tapi besok tidak boleh diulangi lagi!" Maka, mari kita evaluasi diri. Jika ingin mencicipi buah, hendaknya kita minta ijin kepada penjualnya. Allah Ta’ala berfirman:

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. Al Maidah: 38).

Rasulullah SAW. bersabda:

لعن الله السارق يسرق البيضة فتقطع يده ويسرق الحبل فتقطع يده

Allah melaknat pencuri yang mencuri sebutir telur, lalu di lain waktu ia dipotong tangannya karena mencuri tali.”(HR. Bukhari no. 6285).

 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan:

أن يراد بذلك أن هذا السارق قد يسرق البيضة فتهون السرقة في نفسه، ثم يسرق ما يبلغ النصاب فيقطع

 "Maksud hadits ini adalah seorang yang mencuri telur lalu dia menganggap remeh perbuatan tersebut sehingga kemudian ia mencuri barang yang melewati nishab hadd pencurian, sehingga ia dipotong tangannya.” (Syarhul Mumthi‘, 14/336-337).

Maka mari kita sekuat-kuatnya menjaga puasa kita. Belajar mengendalikan diri. Jangan sampai amalan ibadah puasa kita rusak oleh konsumsi makanan yang tidak halal…

 Allaahu a'lam bish-showwab.

 وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ahad, 26 April 2020

Nanung Danar Dono, Ph.D.
Pengurus Bidang Dakwah MIUMI DIY
sumber : http://www.halalunmabanten.id/halal/index.php/component/k2/item/323-pesan-ramadhan-hari-ke-3, akses tgl 03/07/2020.

Manfaat jamur tiram bisa kamu dapatkan dengan mengolahnya menjadi berbagai makanan yang menyehatkan dengan cara yang benar. Jamur tiram atau bahasa lainnya adalah pleurotus ostreatus, merupakan salah satu jamur pangan dari kelompok basidiomycota dan termasuk kelas homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem. Kemudian ciri-ciri lainnya adalah tundung dari jamur ini berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung.


Jamur tiram masih satu kerabat dengan pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom. Jamur tiram bisa ditemui di alam bebas bahkan sepanjang tahun di hutan dan pegunungan daerah yang sejuk.

Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamur ini merupakan salah satu jenis jamur kayu. Selain itu jamur ini juga bisa dibudidayakan menggunakan substrat seperti kompos serbuk gergaji kayu, ampas tebu atau sekam.

Di Indonesia banyak sekali yang sudah membudidayakan jamur tiram karena caranya yang cukup mudah. Namun beberapa syarat penting harus diperhatikan seperti substrat yang digunakan, bibit yang digunakan, suasana atau keadaan tempat untuk membudidayakan, dan faktor ketinggian. Biasanya jamur tiram dibudidaya menggunakan serbuk kayu yang dikemas dalam kantung plastik.

Banyak orang yang membudidayakan jamur tiram selain karena mudah, jamur tiram juga banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena ketika diolah rasanya enak. Selain itu jamur tiram juga memiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Berikut ini beberapa manfaat jamur tiram untuk tubuh yang sudah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (27/4/2019).

1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Sebuah peneletian yang dimuat dalam Journal of Traditional and Complementary Medicine menunjukkan bahwa jamur tiram berpotensi dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada manusia.

Bahan aktif yang terdapat dalam jamur tiram dapat merangsang makrofrag untuk bekerja lebih aktif. Makrofrag adalah salah satu bagian dari sel darah putih yang betugas untuk melawan virus, bakteri, dan mikroorganisme yang ada di dalam tubuh.

2. Menangkal Radikal Bebas

Manfaat jamur tiram selanjutnya adalah mampu menangkal radikal bebas. Jamur tiram dipercaya mengandung antioksidan yang bisa membantu menangkal radikal bebas.

Radikal bebas sangat berbahaya bagi tubuh karena bisa memicu berbagai gangguan kesehatan seperti gangguan jantung dan kanker. Kemudian, antioksidan juga berperan dalam meningkatkan sistem imunitas dan melindungi kulit dari penuaan.

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Manfaat jamur tiram selanjutnya adalah menjaga kesehatan jantung. Jamur tiram mengandung beta glucan yang bisa berperan besar dalam mengendalikan kadar kolesterol di dalam darah sekaligus menjaga kesehatan jantung. Selain itu, jamur tiram juga mengandung kalium yang berfungsi untuk menjaga fungsi jantung, otot, dan juga saraf.

Manfaat jamur tiram juga bisa menurunkan tekanan darah karena kandungan zat ergosterol yang mampu mengembangkan manfaat vitamin D dengan bantuan sinar matahari menjadi lebih efektif. Hal ini dapat menyebabkan tekanan darah menjadi turun dan stabil.

4. Menurunkan Kolesterol

Manfaat jamur tiram yang mengandung lovastatin bisa membantu mengatur sirkulasi kadar kolesterol dalam darah. Kemudian kandungan beta-glucan, yakni salah satu bentuk serat larut air yang ditemukan tinggi pada jamur tiram juga bisa memengaruhi kadar kolesterol.

Beta-glucan berfungsi menyerap kolesterol di aliran darah. Selain itu, jamur tiram juga dipercaya mampu membantu menurunkan kadar trigliserida dan gula darah pada penderita diabetes.

5. Mencegah Kanker

Sebuah penelitian terbitan International Journal of Oncology tahun 2008, menunjukkan bahwa suplemen yang terbuat dari ekstrak jamur tiram dapat menekan pertumbuhan sel kanker payudara dan kanker usus besar.

Suplemen yang sama juga bisa membantu mencegah penyebaran sel kanker kebagian tubuh lainnya. Jamur tiram juga mengandung betaglukan dan glokoprotein yang dapat meningkatkan respon antikanker tubuh secara alami.

6. Sumber Vitamin B3

Manfaat jamur tiram selanjutnya adalah sebagai sumber vitamin B3. Vitamin yang memiliki nama lain niacin ini memegang peran penting untuk membantu proses pertumbuhan, perkembangan, serta kerja organ-organ di dalam tubuh.

Selain itu vitamin B3 juga bertugas untuk membantu memecah karbohidrat, lemak, dan protein dari makanan yang kamu konsumsi agar bisa digunakan sebagai energi. Vitamin B3 juga dipercaya memiliki fungsi menjaga kesehatan jantung dan menurunkan kolesterol jahat.

7. Kaya Antioksidan

Manfaat jamur tiram lainnya adalah bisa menjadi sumber antioksidan yang baik untuk tubuh. Antioksidan dalam jamur tiram bisa untuk melawan berbagai efek buruk yang ditimbulkan oleh radikal bebas. Jamur tiram mengandung ergothioneine, yaitu zat antioksidan yang membantu mencegah terjadinya peradangan. Kemudian ergothioneine juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya pembentukan plak di pembuluh darah yang memicu penyakit jantung dan aterosklerosis.

8. Membantu Mengatasi Penyakit Liver

Manfaat jamur tiram yang terakhir adalah mampu membantu mengatasi penyakit hati atau liver. Jamur tiram memiliki sifat antibakteri dan antitumor yang membantu menetralisir racun-racun yang masuk dalam tubuh. Jamur tiram baik dikonsumsi untuk kamu dari berbagai usai yang baik untuk kesehatan hati.

Rizzaq Aynur Nugroho
sumber : https://hot.liputan6.com/read/3951589/8-manfaat-jamur-tiram-yang-luar-biasa-bagi-kesehatan-tubuh, akses tgl 03/07/2020.

Demi mengantisipasi kemungkinan krisis pangan yang terjadi akibat pandemi Covid-19. Berbagai langkah telah disiapkan oleh pemerintah untuk menjaga ketersediaan stok pangan. Langkah yang tengah gencar dilakukan pemerintah adalah dengan mengembangkan varietas pangan lokal sebagai upaya diversifikasi pangan.

Dalam upaya diversifikasi pangan tersebut, salah satu pangan lokal Indonesia yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai alternatif makanan pokok pengganti beras adalah sagu.

Sudah sejak lama, sagu merupakan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di sebagian besar wilayah Indonesia Timur, khususnya Maluku dan Papua. Masyarakat di sana umumnya mengenal sagu dalam struktur makanan utama mereka ketimbang nasi.

Sebagai makanan pokok, sagu banyak tumbuh di hutan atau lingkungan sekitar tempat mereka hidup. Ada yang tumbuh liar, tapi ada pula yang memang sengaja ditanam.

Sagu dihasilkan dari pohon rumbia atau olahan batang pohon sagu (Metroxylon sagu Rottb). Biasanya tumbuhan pangan ini hidup di sekitar tepian sungai atau wilayah dengan kadar air cukup tinggi seperti rawa. Pohon sagu dapat tumbuh hingga mencapai 30 meter. Dari satu pohon saja, dapat menghasilkan 150-300 kilogram bahan baku tepung sagu.

Untuk mendapatkan tepung sagu yang berkualitas, umumnya masyarakat Indonesia Timur mencari sendiri hingga ke hutan-hutan. Namun, bagi mereka yang sudah tinggal di perkotaan, sagu bisa mereka dapatkan di pasar-pasar.

Secara tradisional, masyarakat Indonesia Timur yang tinggal di pelosok, masih melakukan produksi sagu sendiri. Masyarakat di sana, biasanya mencari pohon-pohon sagu berkualitas hingga ke daerah aliran sungai dan rawa-rawa yang ada di pedalaman hutan.

Mengolah Sagu Sebagai Budaya

Mengolah sagu hingga menjadi panganan yang siap dikonsumsi merupakan budaya bagi sebagian besar masyarakat Indonesia Timur | Shutterstock.com

Bagi masyarakat Indonesia Timur, sagu merupakan makanan pokok yang sangat mudah diolah dan ditemukan. Karena sudah menjadi tradisi turun-temurun, umumnya masyarakat asli Indonesia Timur lebih menyukai sagu ketimbang beras untuk dijadikan makanan pokok mereka.

Dalam Jurnal Ilmiah bertajuk Sagu Sebagai Makanan Rakyat dan Sumber Informasi Budaya Masyarakat Inanwatan: Kajian Folklor Non Lisan yang ditulis oleh Quin D. Tulalessy dari Jurusan Bahasa, Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UNIPA Manokwari. Sagu, dikatakan lebih dari sekedar makanan, ia juga menjadi sumber informasi budaya manusia yang merupakan suatu kolektivitas (kelompok) yang menyatakan identitas (jati dirinya).

Menurutnya, sebagai sumber informasi budaya, pengetahuan mengenai proses pengolahan sagu diturunkan secara lisan dari generasi ke generasi. Karena itu, tidak heran jika masyarakat Indonesia Timur, khususnya Papua, sangat akrab dengan sagu dan cara mengolahnya untuk dijadikan sumber makanan pokok.

Untuk mengolah batang pohon sagu hingga menjadi tepung. Dibutuhkan beberapa proses yang harus dilalui sampai tepung sagu menjadi makanan yang siap disantap. Masyarakat biasanya mulai berangkat mencari pohon sagu yang berkualitas sejak pagi hari.

Umumnya mereka tidak pergi sendiri, tapi secara berkelompok. Mereka berjalan menyusuri hutan, daerah aliran sungai, hingga rawa-rawa demi mendapatkan pohon sagu yang berkualitas.

Dalam memilih pohon sagu yang berkualitas, para pencari sagu dengan cermat memperhatikan batang sagu yang memiliki diameter cukup besar dan terlihat kokoh. Semakin besar batangnya, maka semakin tua usia pohon tersebut dan berarti mempunyai kualitas sagu yang baik.

Walaupun dalam memilihnya tampak mudah, tapi tetap saja batang sagu tersebut harus diperiksa kondisinya karena tidak boleh ada bagian yang busuk sedikitpun.

Setelah mendapat batang sagu yang berkualitas, masyarakat biasanya akan mulai penebangan pohon sagu. Kemudian batang sagu hasil tebangan itu dipotong-potong menjadi beberapa bagian.

Sagu basah yang dibungkus dengan menggunakan daun pandan | Shutterstock.com

Proses selanjutnya adalah memisahkan kulit luarnya untuk diambil bagian daging batangnya. Bagian dalam yang merupakan daging itulah yang akan menjadi tepung sagu nantinya. Bagian dalam batang yang baik umumnya berwarna putih dengan serat-serat coklat muda.

Bagian daging dari batang sagu itu lalu digerus dengan mesin atau dicacah secara tradisional dengan menggunakan kapak maupun alat tradisional lainnya. Proses pencacahan itu akan diulang 2-3 kali sampai benar-benar mendapatkan bakal sagu yang halus.

Kemudian, bakal sagu yang telah halus tadi, akan disaring lalu diendapkan selama semalam. Bagian terakhir hasil saring tersebut akan menjadi tepung sagu yang masih berupa gumpalan atau batangan. Dari situ, tepung sagu siap diolah menjadi berbagai jenis makanan olahan.

Alternatif Pangan

Papeda dan ikan kuah kuning, menu yang paling populer dari bahan dasar sagu | Wikipedia

Makanan olahan berbahan dasar sagu yang paling terkenal dari wilayah Indonesia Timur adalah papeda. Papeda merupakan bubur sagu dengan tekstur yang kental seperti lem. Papeda biasa disantap dengan ikan tongkol yang dibumbui kunyit atau disebut ikan kuah kuning. Menu papeda dan ikan kuah kuning ini, sangat populer di daerah Maluku dan Papua.

Dalam sejarah Papua, papeda dikenal luas dalam tradisi masyarakat adat Sentani dan Abrab di Danau Sentani dan Arso, serta Manokwari. Makanan ini, kerap hadir pada saat acara penting yang sedang berlangsung di wilayah-wilayah tersebut. Berdasarkan berbagai peringatan penting tersebut, papeda masuk dalam daftar kuliner bersejarah yang dibuat dalam tradisi masyarakat setempat.

Selain papeda ada juga makanan lain yang terbuat dari sagu. Sebut saja sagu lempeng, sagu gula, sagu avatar, dan makanan lainnya.

Banyak makanan yang dapat dihasilkan dari sagu karena kemudahan dalam mengolahnya. Selain itu, karena sagu kaya akan karbohidrat, sudah tentu makanan ini dapat menjadi alternatif pengganti nasi yang cukup mengenyangkan. Meski kaya karbohidrat, tapi sagu sangat cocok bagi penderita diabetes karena memiliki kadar gula dan lemak yang rendah.

Sagu merupakan satu dari sekian banyak makanan asli Nusantara yang dapat menjadi alternatif bagi pemenuhan kebutuhan pokok. Potensi ini semestinya dapat lebih dioptimalkan sebagai cadangan makanan pokok bila suatu saat nanti persediaan beras menipis.

Apalagi jika mengingat ancaman krisis pangan akibat pandemi Covid-19 ini. Sagu, bisa menjadi sumber pangan lokal yang menyehatkan dan dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Referensi: Mongabay.co.id | Papuanews.id | Kebudayaan.kemdikbud.go.id | Gatra.com |Mediaindonesia.com | Indonesiakaya.com | Quin D. Tulalessy, “Jurnal Ilmiah: Sagu Sebagai Makanan Rakyat dan Sumber Informasi Budaya Masyarakat Inanwatan: Kajian Folklor Non Lisan.”

Pandu Hidayat
sumber : https://www.goodnewsfromindonesia.id/2020/06/06/sagu-alternatif-pangan-lokal-dari-indonesia-timur, akses tgl 02/07/2020.

Inilah Mengapa Jamur Tidak Boleh Digoreng?


Apakah Anda termasuk orang yang senang membeli camilan jamur goreng? Atau senang menggoreng jamur karena Anda menemukan resep jamur goreng yang enak?

Kalau kita perhatikan, pedagang jamur goreng kerap mencantumkan manfaat jamur bagi kesehatan. Namun, dengan cara digoreng, apakah jamur masih memiliki manfaat kesehatan seperti yang diklaim?

Sebagai konsumen yang cerdas, Anda tentu meragukannya. Demikian juga menurut Pakar Gizi, Siska Ariftyana S.Gz, yang kurang lebih menyimpulkan hal yang sama.

“Jamur mentah akan berkurang kandungan seratnya apabila digoreng,” jelas Siska. Menurutnya, suhu penggorengan yang tinggi akan menyebabkan minyak terserap banyak ke dalam jamur. Dan, jamur akan kehilangan banyak vitaminnya.

Suhu yang tinggi dalam proses penggorengan juga akan menyebabkan jamur berubah warna lebih gelap, yang menjadi pertanda kerusakan pada jamur. Maka itu Siska menyarankan “Ada baiknya pengolahan jamur tidak digoreng.”

Dipanggang – Cara Terbaik Mengolah Jamur

Menurut penelitian yang diterbitkan pada International Journal of Food Science and Nutrition, cara terbaik dan sehat mengolah jamur adalah memanggangnya di oven atau dimasak dalam microwave.

Kedua metode pengolahan tersebut dinilai dapat menjaga sifat antioksidan polifenol yang dikandung jamur. Untuk melipatgandakan manfaat kesehatannya, Anda dapat memanggang jamur dengan minyak zaitun

Mengukus jamur juga sebaiknya dihindari. Sama halnya dengan menggoreng, kandungan gizi di dalam jamur akan hilang dan meningkatkan kandungan lemak jamur.

Berbagai jenis jamur banyak diolah menjadi makanan yang lezat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ternyata jamur sudah dikenal sejak 3.000 tahun lalu lho. Di Cina, jamur dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan sejak 2.000 tahun silam.

Meski jamur merupakan tumbuhan sederhana, tidak berklorofil dan tidak berfotosintesis, serta banyak dijumpai di alam bebas, jamur bermanfaat jika dikonsumsi serta baik untuk kesehatan.

Jamur Untuk Makanan Dan Obat 

Sejatinya jamur dibedakan menjadi dua kategori, yaitu edible dan non-edible. Edible merupakan jamur yang aman dikonsumsi, lezat, bernutrisi. Non-edible adalah jamur yang umumnya hanya dikonsumsi dalam jumlah dan untuk tujuan tertentu, kurang lezat, sering dijadikan sebagai racikan obat, misalnya jamur ling zi.

Beberapa jenis jamur yang telah dibudidayakan masyarakat sebagai bahan pangan yaitu jamur kancing (Agaricus bisporus), jamur merang (Volvariella volvaceae), jamur kuping (Auricularia auricular), jamur payung shitake (Letinus edodes), dan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus), jamur kuping putih (Tremella fuciformis) dan jamur maitake (Grifola frondosa).

By Tyas Pratiwi
Sumber: https://www.paprikaliving.com/jamur-tidak-boleh-digoreng/, akses tgl 04/07/2020.


Allah Swt. dan Rasul-Nya mengharamkan kita mengkonsumsi daging ular dan Kelelawar.

Ular diharamkan karena:

  1.  Karnivora (binatang pemakan daging)
  2.  Binatang yang disuruh untuk dibunuh (bukan disembelih).

Kelelawar diharamkan karena:

  1.  Binatang yang tidak boleh dibunuh.
  2.  Binatang yang menjijikkan (al khobits).

Hadits-hadits tentang haramnya kelelawar

 Dari ‘Abdullah bin ‘Amru, ia berkata:” Janganlah kalian membunuh katak, karena suaranya adalah tasbiih. Jangan kalian pula membunuh kelelawar, karena ketika Baitul-Maqdis roboh ia berkata: ‘Wahai Rabb, berikanlah kekuasaan padaku atas lautan hingga aku dapat menenggelamkan mereka”. (HR. Al Baihaqi dalam Al-Kubraa 9: 318 dan Ash-Shughraa 8: 293 no. 3907, dan Al-Ma’rifah hal. 456. Al Baihaqi berkata bahwa sanad hadits ini shahih).

 Imam Nawawi rahimahullah berkata:

والخفاش حرام قطعا قال الرافعى وقد يجئ فيه الخلاف

“Kelelawar itu haram secara mutlak."

 Dalam Kitab Al Mughni (11: 66) disebutkan bahwa: Imam Ahmad ditanya mengenai orang yang makan kelelawar dan ditanyakan pula mengenai _khuthaf_ (sejenis kelelawar). Imam Ahmad menjawab, “Saya tidak tahu (mengenai hukumnya).

An Nakho’i mengatakan: Setiap burung itu halal kecuali kelelawar. Kelelawar diharamkan karena khobits (kotor/menjijikkan), orang Arab menganggapnya demikian dan tidak memakannya.”

 Allah Ta’ala berfirman:

وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

Dan diharamkan bagi mereka segala yang khobits (buruk).”(QS. Al-A’raf : 157).

 Hadits-hadits tentang haramnya ular:

 Dari Ibnu Mas’ûd  ra. berkata Rasûlullâh SAW, bersabda, “Bunuhlah semua ular, barangsiapa yang takut pada dendam mereka, maka ia bukan dari golonganku." (HR. Abu Daud, Shahih, al Misykah no. 4140).

 Ular juga merupakan binatang buas pemakan daging (karnivora). Maka diharamkan mengkonsumsi dagingnya. Hurairah ra. berkata dari Nabi SAW.  bersabda:

كُلُّ ذِي نَابٍ مِنْ السِّبَاعِ فَأَكْلُهُ حَرَامٌ

 “Setiap binatang buas yang bertaring, maka memakannya adalah haram.” (HR. Muslim no. 1933).

 Dari Abi Tsa’labah, beliau berkata: “Rasulullah SAW. melarang memakan setiap hewan buas yang bertaring.” (HR. Bukhari no. 5530 dan Muslim no. 1932).  Dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata: “Rasulullah SAW. melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring, dan setiap jenis burung yang mempunyai kuku untuk mencengkeram.” (HR. Muslim no. 1934).

Salah satu kaidah fiqih menyebutkan bahwa:

الحكم يدور مع العلة المأثورة وجودا وعدما

 "Al-hukmu yaduuru ma'a al-'‘illati. Wujudan wa 'adaman".(Suatu hukum itu ditetapkan karena ada sebabnya. Jika ada sebabnya, maka ada hukumnya).

Ilmu pengetahuan jaman sekarang menunjukkan bahwa konsumsi daging ular dan atau kelelawar diduga menjadi sebab wabah *2019-nCoV* atau yang lebih dikenal dengan Novel Corona Virus.

Allaahu a'lam bish-showwab.

Nanung Danar Dono, Ph.D.
Direktur Halal Research Centre
Fakultas Peternakan UGM
sumber : http://www.halalunmabanten.id/halal/index.php/component/k2/item/291-haram-konsumsi-daging-ular-dan-kelelawar, akses tgl 03/07/2020.