TRENDING NOW

 Beberapa makanan suguhan Imlek bukan hanya enak dan menggoda selera tapi juga memiliki makna. Seperti aneka buah yang dipercaya membawa keberuntungan ketika dimakan saat Imlek.


Ada beberapa makanan yang selalu hadir saat Imlek, seperti olahan ikan bandeng, mie panjang umur hingga kue keranjang. Masing-masing makanan memiliki makna sekaligus menjadi simbol keberuntungan.

Selain kue dan makanan utama, buah yang disuguhkan saat Imlek pun tak boleh sembarangan. Ada buah yang pantang disajikan, namun ada juga buah yang 'wajib' hadir karena memiliki makna keberuntungan.

Dilansir dari Top China Travel (27/1) beberapa buah yang dianggap membawa keberuntungan antara lain jeruk, apel, anggur dan delima. Tak heran kalau masyarakat China selalu menyajikan aneka buah ini saat momen pergantian Tahun Baru China.

Buah ini juga populer dijadikan hantaran atau hadiah untuk keluarga atau kerabat. Setiap buah memiliki makna berbeda mulai dari keberuntungan, kemakmuran hingga kesuksesan.

Berikut beberapa buah yang dianggap membawa keberuntungan saat Imlek:

1. Jeruk

Di China, jeruk selalu menjadi daftar belanjaan wajib untuk Tahun Baru Imlek. Orang China sangat menyukai warna emas, mereka percaya bahwa buah jeruk ini akan membawa mereka kebahagiaan, kemakmuran, dan keberuntungan dalam menghasilkan uang.

Sementara bentuk bulat pada buah jeruk menjadi simbol keberuntungan dan kebersamaan. Semakin bagus kualitas jeruknya maka dipercaya juga keberuntungan akan semakin memihak. Beberapa orang China bahkan membeli pot pohon jeruk dan meletakkannya di rumah. Cara ini diyakini bisa mendatangkan keberuntungan di rumah.

2. Pomelo

Pomelo menjadi buah yang dianggap membawa keberuntungan sehingga masyarakat China akan menyajikan pomelo untuk disantap bersama keluarga atau kerabat. Secara alami, musim panen buah pomelo berlangsung saat momen Imlek di Cina. Dengan demikian, masyarakat China berpikir bahwa buah pomelo melambangkan momen kumpul keluarga.

Dalam bahasa China, buah pomelo memiliki nama yang mirip dengan arti melindungi. Menyajikan buah ini sama artinya dengan mengharapkan semua kehidupan berjalan dengan baik. Di Indonesia, orang-orang kerap mengganti pomelo dengan jeruk Bali.

3. Apel

Dalam bahasa China, apel memiliki pengucapan yang artinya mirip dengan kata 'aman dan damai'. Dengan demikian ketika orang makan apel saat Imlek, harapannya adalah mendapatkan kedamaian sepanjang tahun. Beberapa toko buah bahkan menyediakan paket buah berisi apel yang bisa dijadikan hadiah Imlek.

Apel yang biasa jadi pilihan adalah jenis apel merah. Apel ini punya rasa manis yang sekaligus menjadi harapan akan kehidupan yang berjalan manis.

4. Anggur

Anggur tumbuh bergerombol dalam tangkai, ini melambangkan kelimpahan atau penghasilan rezeki yang baik dan banyak. Dengan makan anggur di hari Imlek, harapannya adalah agar mendapatkan keberuntungan yang selalu menyertai.

Tidak ada patokan untuk jenis anggur yang disajikan dan dikonsumsi, kamu bisa memilih anggur hijau atau anggur merah. Anggur merah melambangkan rasa hormat dan keanggunan, sementara anggur hijau menjadi lambang kesuburan dan kemakmuran.

5. Nanas

Nanas melambangkan kekayaan dan keberuntungan. Beberapa orang China bukan hanya menyantap nanas sebagai buah saja tetapi juga juga menggunakan nanas untuk memasak makanan .

Saat Tahun Baru Imlek, masyarakat China akan membeli dua buah nanas untuk diletakkan di rumah. Dalam bahasa Hokkien, nanas disebut ong lai yang artinya keberuntungan akan datang. Jadi nanas merupakan buah yang biasa dinikmati saat Imlek.

6. Delima

Memiliki makna yang mirip dengan buah anggur, buah delima juga menjadi simbol kesuburan, panjang umur dan kemakmuran. Ketika membuka satu buah delima, kamu akan melihat biji permata di dalamnya yang berwarna merah terang, itu adalah buah keberuntungan untuk Tahun Baru Imlek.

Karena ada banyak biji di dalam buah delima, buah delima dianggap sebagai simbol kesuburan dan harapan memiliki lebih banyak anak dan cucu. Selain itu, delima juga merupakan simbol keberuntungan karena warnanya yang cerah.

7. Tebu

Tebu sebenarnya bukan buah namun beberapa orang China menganggap tanaman batang ini sebagai buah karena memiliki rasa manis. Tebu dianggap sebagai makanan keberuntungan bagi masyarakat China Selatan.

Punya tampilan yang mirip seperti bambu, tebu memiliki batang yang kekar dan beruas-ruas, ini melambangkan sebagai peningkatan karir dan peningkatan kehidupan sosial seseorang. Tebu bisa disajikan dalam keadaan sudah dikupas. Cara mengonsumsinya yakni dengan dikunyah untuk mengeluarkan sari tebu yang rasanya manis.

Devi Setya
sumber : https://food.detik.com/info-kuliner/d-5917251/dimakan-saat-imlek-7-buah-ini-dipercaya-bawa-keberuntungan?single, akses tgl 27/01/2022.

 Jelang imlek banyak beredar mitos atau kepercayaan yang berhubungan dengan makanan. Seperti makanan yang berkaitan dengan monster hingga dewa.


Datangnya tahun baru China atau imlek disambut meriah di berbagai negara. Meski budayanya cukup berbeda di setiap negara, tapi ada beberapa mitos Imlek yang hampir sama.

Mitosnya ini masih berhubungan dengan makanan. Seperti tradisi makan malam saat Imlek yang wajib mengenakan baju merah, ternyata berhubungan dengan mitos monster Nian.

Kemudian ada juga asal usul permen manisan yang ternyata dulu mitosnya digunakan orang-orang untuk menyogok dewa Zao Jun.

Dilansir dari Chinese New Year Net (10/02), berikut lima mitos makanan saat imlek yang ada sejak dulu.

1. Tradisi Makan Pakai Baju Merah

Salah satu acara wajib saat Imlek adalah makan malam bersama dengan keluarga. Biasanya acara makan malam ini dihiasi dengan ornamen warna merah.

Para anggota keluarga juga biasanya memakai baju merah untuk menyemarakkan acara Imlek. Tapi ternyata penggunaan warna merah saat makan malam Imlek ini berhubungan dengan mitos monster Nian.

Dulu ada monster bernama Nian yang hidup di bawah laut. Monster ini mucnul setahun sekali untuk memangsa hewan dan manusia. Saat itu ada seorang pengemis yang berhasil mengusir Nian, dengan ornamen warna merah serta ledakan kembang api yang membuat monster ini kabur.

Sejak saat itu banyak orang yang makan malam saat Imlek mengenakan pakaian warna merah. Banyak juga yang percaya bahwa warna merah ini bisa membuat monster Nian takut.

2. Asal-usul Tusu


Tusu dikenal sebagai wine yang diminum saat perayaan tahun baru China atau imlek. Minuman beralkohol ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Minuman ini dibuat dari rhubarb semacam pohon keladi berwarna merah yang dipercaya memiliki banyak manfaat. Selain itu paduan herbal lainnya membuat tusu ini semakin populer.

Tapi ternyata dulu mitosnya tusu ini diciptakan setelah satu kampung di China terserang wabah mematikan. Ada seorang pria yang kemudian membagikan herbal, daun hingga gandum untuk direndam para tetangganya.

Kemudian pria itu menyuruh mereka meminum air rendaman itu saat tahun baru. Di mana minuman ini berhasil menyembuhkan wabah tersebut. Nama tusu sendiri diambil dari wilayah tempat pria itu tinggal.

3. Manisan untuk Sogokan

Zao Jun merupakan dewa yang dipercaya menangani makanan orang-orang di bumi. Ia merupakan dewa yang paling sering berinteraksi dengan manusia.

Dewa Zao Jun sendiri punya hubungan yang erat dengan tradisi makanan manis, atau manisan sejenis permen yang selalu ada saat perayaan Imlek.

Dikisahkan bahwa sebelum Imlek tiba, Zao Jun kembali ke surga. Ia akan melaporkan nilai setiap keluarga selama setahun ke Kaisar Jade.

Setelahnya Zao Jun akan kembali ke bumi untuk membawa keberkahan bagi keluarga yang baik. Serta hukuman bagi keluarga yang memiliki nilai buruk.

Untuk itu banyak orang-orang yang mulai meletakan permen serta manisan di depan pintu rumah mereka. Tujuannya untuk menyogok Dewa Zao Jun dengan makanan manis, sehingga nantinya Zao Jun hanya akan melaporkan hal yang baik kepada Kaisar Jade di surga.

Ada juga mitos yang menyebutkan bahwa permen dan manisan ini digunakan untuk membuat mulut Dewa Zao Jun tertutup rapat. Sehingga ia tidak bisa melaporkan apa-apa ke surga.

4. Jiaozi dan Kuping


Dumpling merupakan jenis hidangan pangsit yang cukup populer saat Imlek. Disebut juga sebagai jiaozi, makanan yang satu ini dianggap dapat membawa keberuntungan. Bentuknya disebut mirip seperti koin emas.

Selain itu jiaozi juga punya mitos yang cukup menarik. Menurut kisah kepercayaan orang China, dulu ada dewi bernama Nuwa.

Dewi Nuwa membuat manusia dari tanah liat. Saat itu ia sadar bahwa bagian kuping manusia akan pecah jika terkena udara dingin. Dari sana ia menjahit bagian kuping manusia, sehingga tidak akan jatuh atau pecah.

Dari sana lah banyak orang yang mulai membuat adonan seperti bentuk kuping. Bagian dalamnya mereka isi dengan daging dan sayuran. Muncul lah jiaozi yang terkenal hingga sekarang.

5. Makanan Orang Miskin

Perayaan Imlek syarat dengan tradisi dan kepercayaan. Ada beberapa makanan yang dianggap dapat membawa kesialan atau nasib buruk di tahun yang akan datang.

Seperti mitos yang melingkupi bubur. Sejak dulu bubur dianggap sebagai makanan murah, yang biasa dimakan oleh orang-orang miskin. Meski kini bubur sudah naik tingkat dan populer, tapi menyajikan bubur saat Imlek masih dihindari.

Orang-orang percaya bahwa bubur bisa membawa pengaruh buruk, atau membawa hal-hal yang kurang baik. Karenanya orang-orang tidak mau menyantapnya di awal tahun baru.


Sonia Basoni
sumber : https://food.detik.com/info-kuliner/d-5368917/5-mitos-makanan-imlek-ini-berkaitan-dengan-monster-dan-dewa?single, akses tgl 27/01/2022.

 sumber : https://www.youtube.com/watch?v=yvgMAkNZSX8, aksdes tgl 05/09/2022.

 sumber : https://www.youtube.com/watch?v=LG32y9U4zNc, aksdes tgl 05/09/2022.