TRENDING NOW

 sumber : https://www.youtube.com/watch?v=_oh7InIA-cM, akses tgl 31/12/2021.

 Minum kopi memang bisa menambah energi dan fokus, namun tak sedikit orang yang merasakan efek mual usai minum kopi. Berikut tiga alasan mual setelah minum kopi dan cara mengatasinya.


Banyak orang tak bisa memulai hari tanpa 'suntikan' semangat dari kopi, namun tak sedikit juga yang sensitif terhadap kandungan kopi. Mereka biasanya merasakan efek samping usai minum kopi, seperti jantung berdebar, mulas, dan mual.

Bagi kamu yang sering merasa mual usai minum kopi, ternyata ada tiga kemungkinan penyebabnya. Hal ini terkait kondisi kesehatanmu dan caramu menikmati kopi.

Melansir Livestrong (11/1/2022), inilah 3 alasan mual setelah minum kopi:

1. Asam lambung naik

Asam lambung jadi 'musuh' bagi sebagian besar peminum kopi. Banyak dari mereka yang alami kondisi asam lambung naik usai menenggak minuman berkafein ini. Kemudian salah satu dampak yang ditimbulkan adalah mual.

Mengapa hal ini terjadi? Kebanyakan kopi memiliki derajat keasaman (pH) dari 4.85 hingga 5.10, yang berarti kopi termasuk minuman asam, menurut sebuah penelitian yang dimuat tahun 2018 di Scientific Reports. Lalu perut manusia sendiri sebenarnya memiliki lingkungan yang asam.

Ketika kamu minum kopi, maka kadar keasaman di perut otomatis meningkat sehingga menimbulkan rasa tak nyaman di perut. Kehadiran asam ini bisa mempercepat pencernaan makanan di perut yang memicu beberapa orang langsung ingin ke toilet usai minum kopi.

Adanya asam berlebih juga bisa menimbulkan gejala mual. "Bagi mereka yang memiliki refluks asam, minum kopi sebenarnya bisa membuat Anda mual," kata ahli gizi, Marie Spano. Karena hal ini, mereka yang mengalami refluks asam kronis alias GERD mungkin lebih rentan terhadap mual setelah minum kopi.

2. Minum kopi dalam kondisi perut kosong

Banyak orang langsung minum kopi setelah bangun tidur, bahkan sebelum sarapan. Hal ini jadi pemicu utama mual setelah minum kopi. Pada kasus lebih parah, seseorang bisa jadi muntah usai minum kopi dalam keadaan perut kosong.

"Kopi bersifat sangat asam ketika masuk ke perut kosong sehingga bisa mengiritasi lapisan perut Anda dan dapat menyebabkan mual pada beberapa orang," kata ahli gizi Mehak Naeem. Keasaman kopi bukan satu-satunya hal yang bisa disalahkan, melainkan juga kafein dalam kopi.

Menurut sebuah studi di Prosiding National Academy of Sciences Amerika Serikat pada juli 2017, kafein merangsang sekresi asam lambung yaitu cairan pencernaan yang membantu memecah makanan.

"Kafein merangsang pelepasan gastrin yang menyebabkan perut tertekan saat diproduksi dalam jumlah berlebihan. Ini juga membuat Anda merasa mual. Jadi sebelum minum kopi, konsumsilah beberapa makanan," kata Naeem.

3. Berada dalam pengobatan

Mual merupakan efek samping yang umum dari beberapa obat dan interaksinya dengan kafein dalam kopi. Ini dapat mencakup obat antibakteri (seperti Cipro), beberapa antidepresan (seperti MAOI), dan obat asma (seperti albuterol dan teofilin).

"Mual adalah salah satu dari banyak kemungkinan efek samping akibat interaksi obat-kafein," kata ahli gizi dan ahli herbal klinis, Jenna Volpe. "Orang-orang harus selalu memastikan memeriksa label (obat) dengan hati-hati saat mengambil obat apa pun untuk menghindari interaksi obat-makanan," sambungnya.

Guna mengatasi mual setelah minum kopi, ada 3 tips yang bisa diikuti. Tips ini diungkap pakar kesehatan untuk seseorang yang mau perlahan lepas dari kopi. Berikut caranya:

1. Pilih kopi rendah asam

Mengonsumsi kopi rendah asam bisa jadi pilihan. Jenisnya ada kopi yang dibuat dari biji kopi dark roast, kopi decaf, atau cold brew.

Ahli gizi menyebut kopi rendah asam relatif lebih aman dikonsumsi mereka yang memiliki pencernaan sensitif. Sifatnya lebih 'lembut' bagi perut.

2. Tambahkan susu atau krim

Rasa mual usai minum kopi juga bisa dipicu konsumsi 100% kopi hitam. Untuk mengatasinya, coba kombinasikan kopi dengan susu atau kirim.

Penambahan dua bahan ini bisa membuat kandungan asam kopi berkurang. Kopi pun jadi lebih mudah dicerna tubuh.

3. Minum kopi sambil ngemil

Satu lagi cara mengatasi mual usai minum kopi. Saat meminum minuman favoritmu, coba ditemani dengan makanan.

"Jangan minum kopi dalam keadaan perut kosong kalau kamu merasa mual. Konsumsi makanan tinggi kalsium sebelum minum kopi dan tambahkan asupan air mineral harian. Kalsium pada makanan bantu menetralisir asam di perut dan keasaman kopi," jelas Naeem.


Andi Annisa Dwi Rahmawati
sumber : https://food.detik.com/info-sehat/d-5901951/mual-setelah-ngopi-ini-3-penyebab-dan-cara-mengatasinya?single, akses tgl 20/02/2022.

 Panduan wisata dunia asal Kroasia, Taste Atlas, meluncurkan daftar 50 Kuliner Terbaik Dunia (50 World's Best Cuisines) edisi Juni 2022.  


Kuliner terbaik dari berbagai negara tersebut dibagi berdasarkan kategori negara. Ada Indonesia dalam daftar ini, yang berada di peringkat ke-14.  

Kuliner Indonesia mendapat nilai 4,46 dibandingkan peringkat pertama kuliner Italia yang mendapatkan nilai 4,78.  

Sistem penilaian daftar 50 Kuliner Terbaik Dunia diklaim berdasarkan 100.00 nilai semua makanan dan produk makanan di Taste Atlas.  

Taste Atlas tidak menyebutkan perihal pemberi nilai makanannya. Namun, situs ini pernah menulis dalam daftar Sup Terenak se-Asia 2020 bahwa nilai sebuah makanan didapatkan dari kritikus restoran dan survei terhadap pembaca.  

Makanan Indonesia yang memiliki nilai terbaik di Taste Atlas terdiri dari soto betawi, nasi campur bali, gulai daging, pisang goreng, gulai ayam, gorengan, rujak, nasi pecel, nasi padang, rawon, dan tempe mendoan.  

Masih ada bubur ayam, bakso goreng, rujak cingur, serabi, ayam goreng, bawang goreng, dan batagor.  

Berikut daftar 50 Kuliner Terbaik Dunia versi Taste Atlas Juni 2022:  

  1. Italia  
  2. Yunani
  3. Spanyol
  4. Rumania
  5. Perancis
  6. Jepang
  7. Meksiko
  8. Kroasia
  9. Portugal
  10. India
  11. China
  12. Brasil
  13. Amerika Serikat
  14. Indonesia
  15. Polandia
  16. Bulgaria
  17. Turki
  18. Jerman
  19. Filipina
  20. Hungaria
  21. Thailand
  22. Republik Ceko
  23. Korea Selatan
  24. Afrika Selatan
  25. Iran
  26. Aljazair
  27. El Salvador
  28. Georgia
  29. Serbia
  30. Chile
  31. Maroko
  32. Peru
  33. Argentina
  34. Jamaika
  35. Suriah
  36. Makedonia Utara
  37. Azerbaijan
  38. Ukraina
  39. Venezuela
  40. Albania
  41. Lebanon
  42. Slovakia
  43. Lituania
  44. Tunisia
  45. Pakistan
  46. Malaysia
  47. Mesir
  48. Bolivia
  49. Uruguay
  50. Slovenia


Penulis : Silvita Agmasari
Editor : Silvita Agmasari
sumber : https://www.kompas.com/food/read/2022/06/08/141310675/50-kuliner-terbaik-di-dunia-versi-taste-atlas-ada-indonesia?page=all#page2, akses tgl 19/06/2022/

 Kedua sumber karbohidrat tersebut, terkadang banyak yang mengkonsumsinya secara bersamaan. Saya yakin kebanyakan orang sering mengganti nasi putih dengan mie, dengan asumsi bahwa asupan kalori tidak setinggi ketika Anda mengonsumsi nasi dengan lauk. Namun, apa kelebihan dan kekurangan dari mengonsumsi karbohidrat?


Ketahui jenis karbohidratnya

Sebelum membahas lebih lanjut nasi dan mie, yang terbaik adalah menentukan apa yang merupakan karbohidrat. Karbohidrat adalah salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Berfungsi sebagai sumber energi primer. Di dalam tubuh, karbohidrat diubah menjadi glukosa, yang kemudian berfungsi sebagai bahan bakar untuk sel-sel tubuh kita. Dalam mengonsumsi karbohidrat, sebagaimana yang dilansir Harvard TH Chan School of Public Health, jenis atau kualitas karbohidrat yang dikonsumsi lebih penting daripada jumlah yang Anda konsumsi, jadi utamakanlah kualitas daripada kuantitas.

Secara umum, ada dua jenis karbohidrat, sederhana dan kompleks. Contoh karbohidrat sederhana adalah roti, kue kering, dan kue. Jenis karbohidrat sederhana ini juga dikenal sebagai biji-bijian olahan, yang berarti bahwa makanan ini berasal dari biji-bijian olahan. Pemerosesan biji-bijian tersebut bertujuan untuk meningkatkan umur penyimpanan produk, tetapi pada saat yang sama menghasilkan banyak nutrisi yang hilang, seperti vitamin dan mineral.

Jenis karbohidrat ini memainkan peran utama dalam meningkatkan berat badan Anda dan menyebabkan peningkatan cepat dalam kadar gula darah Anda, yang dapat memicu resistensi insulin dalam jangka panjang, yang mengarah pada diabetes mellitus.

Sementara itu, karbohidrat kompleks adalah jenis karbohidrat yang lebih sehat. Karbohidrat kompleks biasanya tidak melalui proses, atau sangat sedikit. Contohnya adalah roti gandum, quinoa, beras merah, beras hitam, sereal, biji-bijian, sayuran dan buah-buahan. Karbohidrat jenis ini kaya akan vitamin, mineral, serat dan fitonutrien. Tidak seperti biji-bijian olahan, biji-bijian utuh masih sepenuhnya utuh untuk kulit mereka, sehingga mempertahankan vitamin dan mineral penting. Disarankan agar orang mengonsumsi karbohidrat yang lebih kompleks.

Antara Nasi & mie, manakah yang lebih sehat?

Jadi, mana yang lebih sehat, nasi atau mie? Pada dasarnya keduanya adalah sumber karbohidrat. Sebagai perbandingan, 100 gram nasi putih mengandung 175 kalori. Jumlah kalori yang sama dapat ditemukan dalam 50 gram mie (kering, mentah). Jadi untuk jumlah yang sama (misal: 100 gram) mie akan berkontribusi kalori lebih tinggi. Tetapi ketika Anda bertanya mana yang lebih sehat, maka mie atau nasi yang biasa Anda konsumsi kurang lebih sama. Sekali lagi, jenis karbohidrat lebih penting daripada jumlah asupan.

Keduanya adalah produk biji-bijian olahan

Mie yang biasa kita konsumsi adalah produk tepung olahan. Jika mie tidak diproduksi dari biji-bijian utuh, maka itu adalah produk dari biji-bijian olahan. Sementara itu, nasi putih memang merupakan biji-bijian olahan. Oleh karena itu, dari jenisnya kita dapat menyimpulkan bahwa beras dan mie adalah produk dari biji-bijian olahan. Konsumsi biji-bijian olahan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik. Biji-bijian olahan juga dapat memicu peradangan dalam tubuh yang dapat menyebabkan penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, stroke dan diabetes.

Keduanya memiliki indeks glikemik yang tinggi

Indeks glikemik adalah unit pengukuran yang digunakan untuk mengukur bagaimana makanan dapat mempengaruhi kadar gula darah. Semakin tinggi indeks glikemik, semakin tinggi kemampuan makanan untuk meningkatkan kadar gula darah. Indeks glikemik dianggap tinggi jika lebih dari 70, sedang jika sekitar 56-69, dan rendah jika di bawah 55. Beras putih memiliki nilai indeks glikemik 73, sedangkan makanan seperti mie dan pasta biasanya jatuh pada nilai sedang pada indeks glikemik tersebut. 

Kesimpulan

Cara Anda mengonsumsi makanan ini juga menentukan seberapa sehat makanan. Jika Anda mengonsumsi mie instan alih-alih nasi bersama lauknya, berharap untuk mengurangi asupan kalori, Anda mungkin perlu mempertimbangkan kembali pilihan Anda. Satu paket mie instan bisa mencapai 400 kalori. Belum lagi tingginya kadar lemak jenuh dan natrium. Jika Anda mengonsumsi 100 gram nasi dengan porsi daging non-lemak ukuran sedang, asupan kalori mungkin tidak mencapai lebih dari 300 kalori. Tambahkan buah-buahan dan sayuran, yang cenderung rendah kalori, dan Anda mendapatkan makanan bergizi lengkap dengan jumlah kalori yang sama dalam satu paket mie instan.

Jadi, jika Anda dihadapkan dengan pilihan nasi atau mie, beberapa hal yang mungkin ingin Anda pertimbangkan adalah:

Jenis karbohidrat: mie gandum utuh lebih baik dibandingkan dengan nasi putih (karena itu adalah gandum olahan secara default). Pengecualian untuk beras merah dan hitam.

Metode penyajian: nasi goreng mungkin mengandung kalori lebih tinggi dibandingkan mie. Sebaliknya, mie instan mungkin mengandung kalori lebih tinggi daripada hidangan nasi.

BYHIBATUL WAFI
sumber : https://pai.unida.gontor.ac.id/antara-nasi-mie-manakah-yang-lebih-sehat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=antara-nasi-mie-manakah-yang-lebih-sehat, akses tgl 25/02/2022.

 Dokter spesialis gizi klinik, Diana F Suganda, mengatakan, orang tua perlu memperkaya pengetahuan dan kreativitas dalam memenuhi nutrisi seluruh keluarga dengan menyertakan bahan-bahan bergizi di tiap masakan, termasuk garam beryodium.


“Pengetahuan sebagian masyarakat mengenai manfaat dari yodium masih terbatas pada upaya pencegahan penyakit gondok. Padahal, dampak dari kekurangan yodium jauh lebih luas dan dapat terjadi pada semua usia. Kekurangan yodium dapat mengakibatkan perkembangan otak terganggu,” kata Diana, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/2/2021).

Menurut Diana, diperkirakan, 20 juta orang Indonesia menderita gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI), yang mengakibatkan hilangnya IQ setara 140 juta poin. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan yodium harus diperhatikan dari hulu ke hilir, sejak 1.000 hari pertama kehidupan atau di dalam kandungan, hingga ke tahapan usia selanjutnya.

Guru besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Dodik Briawan mengatakan, Indonesia masih memiliki beban hidden hunger (kelaparan tersembunyi) yang besar. “Kondisi yang timbul akibat kekurangan zat gizi mikro seperti yodium, zat besi, vitamin A, dan zink telah menimbulkan beberapa masalah kesehatan yang berkepanjangan,” katanya.

Dia mencontohkan, riset kesehatan dasar pada 2018 memperlihatkan, 48,9 % ibu hamil menderita anemia, dan riset kesehatan dasar 2013 melaporkan, 14,9% anak usia sekolah berisiko kekurangan yodium.

“Masyarakat seringkali masih abai akan masalah ini, karena meskipun makanan yang dikonsumsi tidak memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, penderitanya tidak merasa kelaparan karena asupan gizi makronya sudah terpenuhi. Jika tidak segera mendapatkan perhatian, akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang, baik secara fisik maupun psikis,” tambahnya.

Asupan zat gizi mikro dapat dipenuhi dengan memastikan sajian makanan beragam di rumah sejak dini. Namun, langkah krusial ini masih belum dilakukan banyak orang tua.

Oleh : Bernadus Wijayaka
sumber : https://www.beritasatu.com/nasional/728189/spesialis-gizi-pengetahuan-sebagian-masyarakat-akan-yodium-masih-terbatas-penyakit-gondok, akses tgl 08/01/2022.

 Pemberian antibiotik yang tidak tepat berpotensi menurunkan bakteri baik dan memicu resistensi antibiotik yang berbahaya.

Gambar beberapa bakteri yang telah kebal terhadap antibiotik jika dilihat di bawah mikroskop yang telah dimodifikasi.

Mengobati bayi dengan antibiotik pada minggu pertama setelah kelahiran dikaitkan dengan penurunan bakteri baik di dalam usus. Padahal, sebagian bakteri baik ini diperlukan bayi, antara lain, untuk mencerna susu dan melawan bakteri jahat yang bisa memicu sejumlah penyakit.

Demikian hasil kajian para peneliti dari Universitas Edinburgh dan Birmingham, Rumah Sakit Spaarne, dan Pusat Medis Universitas Utrecht, Belanda, yang dipublikasi di jurnal Nature Communication, Rabu (16/2/2022).

Marta Reyman dari Department of Pediatric, Immunology, and Infectious Diseases, Wilhelmina Children’s Hospital and University Medical Center Utrecht, Belanda, menjadi penulis utama kajian ini.

Berdasarkan pedoman medis saat ini, antibiotik yang diperuntukkan mengobati berbagai bakteri—dikenal sebagai spektrum luas—bisa diresepkan untuk 4-10 persen dari semua bayi baru lahir yang diduga mengalami infeksi. Namun, dalam banyak kasus, antibiotik diresepkan secara tidak perlu karena hanya sebagian kecil bayi yang menerima antibiotik yang benar-benar didiagnosis infeksi.

Klebsiella pneumoniae yang resisten terhadap sefalosporin generasi ketiga di Indonesia mencapai 70-80 persen. Sumber: The Lancet, 2022

Dalam jurnal ini disebutkan, para peneliti melakukan uji klinis yang melibatkan 227 bayi untuk menganalisis bagaimana pemberian antibiotik memengaruhi mikrobioma bayi baru lahir. Sekitar 147 bayi dengan dugaan sepsis menerima satu dari tiga perawatan antibiotik standar. Hasil ini dibandingkan dengan 80 bayi tanpa infeksi yang dicurigai infeksi dan tidak diberi resep antibiotik.

Semua bayi diambil sampel fesesnya yang diambil sebelum dan sesudah perawatan pada usia satu, empat, dan 12 bulan. Sampel dianalisis untuk melihat mikroba yang membentuk mikrobioma yang baru terbentuk dan untuk melihat gen bakteri yang terkait dengan resistensi antimikroba.

Debby Bogaert, Ketua Pediatric Medicine di University of Edinburgh, yang memimpin studi, dalam keterangan yang dirilis Universitas Edinburg pada Jumat (18/2/2022) mengatakan, ”Kami terkejut dengan besarnya dan durasi efek antibiotik spektrum luas pada mikrobioma bayi bila dibandingkan dengan efek antibiotik yang sama pada orang dewasa. Ini kemungkinan karena pengobatan antibiotik diberikan pada saat bayi baru saja menerima mikroba pertama mereka dari ibu mereka dan belum mengembangkan mikrobioma yang tangguh.”

Kajian ini menemukan, bayi baru lahir yang telah diberi antibiotik mengalami penurunan tingkat spesies Bifidobacterium yang signifikan. Ini berbeda dibandingkan bayi yang tidak mendapat pengobatan antibiotik. Mikroba ini membantu mencerna air susu ibu (ASI) dan meningkatkan kesehatan usus sekaligus mendukung pertahanan kekebalan terhadap infeksi.

Tim juga menemukan, pada kelompok bayi yang menerima antibiotik terjadi peningkatan bakteri yang berpotensi menyebabkan penyakit. Jumlah dan kelimpahan bakteri ini terkait dengan resistensi antimikroba.

Meskipun secara bertahap bayi akan pulih dari waktu ke waktu, perubahan pada mikrobioma dan gen resistensi antimikroba bertahan setidaknya selama 12 bulan dan tidak membaik dengan menyusui, yang diketahui membantu meningkatkan sistem kekebalan bayi.

Sangat mengkhawatirkan bahwa setelah terapi antibiotik pada bayi baru lahir, kami mengamati peningkatan yang kuat spesies Klebsiella sp dan Enterococcus sp yang keduanya merupakan patogen penting yang resisten terhadap berbagai obat.

Dari tiga rejimen pengobatan antibiotik yang diuji, kombinasi penisilin dan gentamisin ditemukan memiliki efek paling tidak merugikan pada mikrobioma usus bayi dan jumlah gen resistensi antimikroba yang muncul.

Para peneliti menyimpulkan, kombinasi antibiotik khusus tersebut sebaiknya diresepkan saat mengobati infeksi yang dicurigai pada bayi baru lahir. Marlies van Houten, dokter anak di Rumah Sakit Spaarne, yang terlibat dalam kajian mengatakan, ”Fakta bahwa memulai pengobatan antibiotik tampaknya bertanggung jawab atas kerusakan mikrobioma. Ini menggarisbawahi bahwa kita perlu biomarker atau prediktor biologis yang lebih baik agar lebih akurat menentukan bayi mana yang akan mengalami infeksi sehingga memerlukan antibiotik dan mana yang tidak.”

Sementara Willem van Schaik, profesor mikrobiologi dan infeksi dari Universitas Birmingham, mengatakan, ”Sangat mengkhawatirkan bahwa setelah terapi antibiotik pada bayi baru lahir, kami mengamati peningkatan yang kuat spesies Klebsiella sp dan Enterococcus sp yang keduanya merupakan patogen penting yang resisten terhadap berbagai obat.”

Schaik juga menyarankan untuk lebih berhati-hati memberikan antibiotik kepada bayi baru lahir. ”Perlu ada ruang untuk mengembangkan intervensi baru, seperti bioterapi hidup—pengobatan yang dihasilkan oleh atau melibatkan sel-sel hidup—untuk secara efektif mengembalikan komposisi mikrobioma usus bayi setelah terapi antibiotik,” ujarnya.

Mikrobioma pencernaan diketahui merupakan kumpulan mikroorganisme yang membentuk koloni di usus manusia. Mikroorganisme ini didapatkan dari lingkungan dan memiliki peran penting bagi kesehatan manusia.

Oleh: AHMAD ARIF
sumber : https://www.kompas.id/baca/ilmiah-populer/2022/02/18/pemberian-antibiotik-pada-bayi-baru-lahir-turunkan-mikroba-baik, akses tgl 19/02/2022.

 Makanan dan kebahagiaan memiliki hubungan erat. 


Mulai dari kesenangan saat memasak, makan hingga perubahan kimia otak akibat makanan. Kita dapat menggunakan makanan untuk membuat diri kita lebih bahagia. 

Makan adalah salah satu kesenangan hebat dalam hidup. Menikmati makanan favorit kita bisa menjadi kesenangan nyata dan sesuatu yang membuat hidup benar-benar terasa berharga. 

Makanan memengaruhi pusat kesenangan dan penghargaan di otak manusia sebagaimana kinerja obat-obatan. Artinya, baik obat-obatan maupun makanan dapat menyebabkan manusia mengalami masalah atau kebahagiaan.

Orang-orang yang tidak bahagia seringkali melampiaskan ketidakbahagiaan melalui makanan untuk mengisi lubang dalam hidupnya. 

Orang yang tidak bahagia dan menggunakan makanan untuk menenangkan diri. Karena semua makanan melepaskan energi dengan sangat cepat ke dalam aliran darah seperti es krim, pasta atau kentang tumbuk. 

Makan es krim dapat membuat kamu merasa lebih baik untuk sementara waktu. Tetapi kamu akan merasa lebih buruk dari sebelumnya. Akibatnya, kamu membutuhkan lebih banyak es krim untuk memperbaiki keseimbangan. 

Jadi, tubuh akan mendambakan jumlah makanan manis berlemak lebih besar untuk mencoba menyeimbangkan suasana hati kita.

Makanan juga memengaruhi perilaku kita. Penelitian menunjukkan, makan makanan selain makanan manis berlemak, seperti buah dan sayuran segar, dapat meningkatkan perilaku kita menjadi lebih baik. 

Memasak juga bisa menjadi sumber kebahagiaan kita. Ketika mengalami hari yang sulit, kamu bisa melampiaskan dengan memotong bahan-bahan makanan untuk membuat makanan enak. 

Dewasa ini, terlalu banyak orang makan makanan siap saji dan makan siang di luar karena merasa tidak punya waktu untuk memasak. Tetapi sebenarnya, ada sesuatu yang sangat berharga yang hilang dalam diri kita. 

Memasak sebenarnya mudah tetapi ada sebagian orang yang takut memasak. Orang-orang tua generasi sekarang belum tentu bisa memasak. Karena mereka tidak yakin bisa melakukannya. 

Ada yang beranggapan memasak adalah sesuatu yang dilakukan oleh para profesional di restoran atau rumah makan. 

Padahal makanan siap saji dan memesan makanan dari luar bisa jadi berkualitas kurang baik, disimpan terlalu lama dan tidak sebaik makanan buatan sendiri.

Makanan adalah unsur mendasar dari kehidupan manusia dan menjadi awal yang baik bagi kita karena makanan membuat semua orang bahagia. 

Melansir First We Feast, makanan sehat tidak hanya membuat tubuh kita dalam kondisi baik untuk menghadapi penyakit, penuaan dan stres, tetapi juga membuat kita menjadi lebih bahagia dalam jangka panjang. 

Penelitian oleh psikolog Penn State, Dr Helen Handy dari menunjukkan, makanan berperan penting bagi suasana hati selama beberapa hari. 

Perasaan kita pada hari ketiga berkorelasi dengan apa yang kita makan di hari pertama. 

Konsumsi kalori, natrium, dan lemak jenus menghasilkan suasana hati negatif dua hari kemudian. Tetapi orang yang mengkonsumsi sayur akan merasa lebih baik di hari berikutnya.


Penulis : Arum Sutrisni Putri
Editor : Arum Sutrisni Putri
sumber : https://www.kompas.com/skola/read/2020/06/27/181500869/mengapa-makanan-membuat-kita-bahagia?page=all#page2, akses tgl 10/06/2022.

 Secangkir kopi di pagi hari bisa membangkitkan semangat dan stamina. Tak hanya itu, kopi juga bisa membuat kamu jadi awet muda dan panjang umur.


Kopi bukan hanya punya rasa dan aroma yang nikmat tetapi juga mengandung khasiat untuk kesehatan ketika dikonsumsi dalam takaran tepat. Bahkan dalam satu penelitian, kopi memberi pengaruh untuk membuat penikmatnya panjang umur.

Beberapa orang tertua di dunia mengaku punya kebiasaan minum secangkir kopi setiap pagi. Kopi dianggap memberi stamina dan tenaga untuk menjalani aktivitas.

Dilansir dari Eat This (16/2) kopi memiliki banyak manfaat kesehatan, mulai dari menambahkan energi hingga mencegah penyakit kardiovaskular. Kopi juga terbukti memperlambat proses penuaan karena memiliki sifat antipenuaan.

Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bukti bahwa kopi memberi efek positif pada kesehatan. Khususnya untuk kopi hitam tanpa tambahan gula atau bahan lainnya.

Minum kopi secara teratur dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Tidak hanya itu, kopi juga dapat membantu melawan penyakit degeneratif yang berkaitan dengan usia.

Menurut ulasan dari Journal of Alzheimer's Disease, minum kopi secara rutin juga dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena demensia dan penyakit Alzheimer pada orang tua. Hal serupa juga berkaitan dengan penyakit Parkinson yang umumnya dialami orang-orang berusia di atas 50 tahun.

Manfaat ini bisa didapatkan ketika kamu memilih untuk mengonsumsi kopi hitam. Lain halnya dengan kopi yang ditambah gula, susu ataupun krimer.

Kopi yang sudah ditambah gula akan kehilangan manfaatnya, bahkan terlalu banyak mengonsumsi gula juga akan berdampak negatif pada kesehatan. Bagi yang belum terbiasa minum kopi hitam memang rasanya agak getir di lidah. Namun cobalah untuk perlahan mengurangi jumlah gula dalam kopi.

Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi terlalu banyak gula dapat menyebabkan kulit lebih cepat menua, menyebabkan peradangan, meningkatkan risiko diabetes tipe 2, dan meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 430.000 orang yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer juga menemukan bahwa makan terlalu banyak gula dikaitkan dengan peningkatan kanker usus dan kerongkongan. Gula juga mempercepat proses penuaan sel sehingga membuat orang tampak lebih tua daripada usianya.

Jika kamu seorang pecinta kopi, maka pilihlah kopi hitam tanpa tambahan apapun. Kopi hitam yang dikonsumsi secara rutin dapat memberi manfaat jangka panjang.

Dengan menghilangkan tambahan gula pada kopi, kamu akan terlihat lebih awet muda. Kopi juga membuat lebih panjang umur dengan menjaga kesehatan jantung serta organ vital lainnya.

Menurut European Food Safety Authority, batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa adalah 400 mg per hari. Jumlah ini setara dengan 4 cangkir kopi per hari.

Namun jika kamu memiliki riwayat penyakit tertentu, porsi kopi yang dikonsumsi haruslah dikurangi. Kopi juga sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan karena bisa menyebabkan overdosis kafein yang efeknya menyebabkan sakit kepala, jantung berdebar, gangguan pada perut hingga mual dan muntah.


Devi Setya
sumber ; https://food.detik.com/info-sehat/d-5945672/kopi-hitam-bikin-awet-muda-dan-panjang-umur-ini-alasan-ilmiahnya, akses tgl 22/02/2022.