TRENDING NOW

 Keju menjadi salah satu makanan yang disarankan untuk dihindari saat menjalani program diet. Namun di lain sisi, banyak yang menyarankan untuk mengonsumsi keju karena memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh. Lalu, sebenarnya keju ini termasuk makanan yang sehat atau tidak?


Dilansir dari Dokter Sehat, pakar diet yang berasal dari Academy of Nutrition and Dietetics, Kelly Pritchett, menyebutkan bahwa keju termasuk dalam makanan yang sehat. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan kalsium, protein, dan seng dalam jumlah yang tinggi.

Sayangnya, keju termasuk dalam makanan yang memiliki jumlah kalori yang tinggi sehingga sebaiknya dikonsumsi dengan porsi yang kecil saja.

Tak hanya jumlah kalorinya yang tinggi, kandungan lemak jenuh di dalam keju juga tergolong tinggi sehingga jika dikonsumsi dengan berlebihan, dikhawatirkan bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Selain itu, adanya kandungan sodum atau garam dalam bahan makanan ini juga akan meningkatkan kadar kolesterol dan tekanan darah jika dimakan dengan berlebihan.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya kita tidak mengkonsumsi keju dengan berlebihan dan tidak mengkonsumsinya setiap hari demi mencegah asupan kalori atau lemak jenuh dengan berlebihan. Hanya saja, jika sedang menjalani program penurunan berat badan, ada baiknya memang kita menghindari bahan makanan ini terlebih dahulu. (*)

Publisher : Siska Febrina
Editor: Deasy Mayasari
sumber : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/160019/keju-makanan-sehat-atau-tidak, akses tgl 15/09/2022.

 Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan penyediaan pangan lokal seperti sorgum, bisa melepaskan Indonesia dari ketergantungan produk pangan impor.


Suwandi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis, mengatakan terdapat dua langkah yang dilakukan untuk menghadapi ancaman krisis pangan dunia yaitu memantapkan kapasitas produksi dari tanaman pangan lokal dan juga melakukan diversifikasi produksi dan konsumsi tanaman pangan lokal.

"Jepang, Korea itu kuat karena cinta produksinya. Jangan membeli produk orang lain. Belilah produk-produk petani kita," kata Suwandi.

Indonesia saat ini bergantung pada impor gandum dari luar negeri yang diolah menjadi mie dan roti sebagai alternatif pangan pokok utama yaitu masyarakat yaitu nasi. Untuk itu, beragam tanaman pangan lokal yang berpotensi menjadi pengganti gandum antara lain singkong, sorgum, sagu, ubi jalar, talas, dan lainnya.

Kementerian Pertanian saat ini tengah menggencarkan perluasan produksi sorgum karena memiliki kemiripan yang paling dekat dengan gandum. Selain itu, sorgum juga mudah dibudidayakan pada lahan yang tidak subur, bahkan tandus. Sorgum juga masih satu kerabat dengan gandum dalam penamaan ilmiah.

"Kelebihan sorgum adalah sekali tanam bisa dikepras dua kali. Artinya, setahun bisa tiga kali panen dengan sekali masa tanam," katanya.

Penyuluh Pertanian Lapang Kabupaten Lamongan Jawa Timur Esti Fauziah menambahkan sorgum tidak memerlukan persiapan banyak sebelum ditanam. "Bahkan di tanah berbatu saja sorgum bisa tumbuh dengan baik. Tidak seperti tanaman padi yang memerlukan air banyak, memerlukan olah tanah,” kata dia.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, sebaran lahan tanaman sorgum banyak berada di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat dengan produktivitas berkisar 3 hingga 4 ton per hektare.

Sementara di Jawa Tengah dan Jawa Timur produktivitasnya mencapai 4 hingga 5 ton per hektare. Total luas lahan sorgum di seluruh wilayah mencapai sekitar 15 ribu hektare.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional Risfaheri menilai semua tanaman pangan lokal Indonesia memiliki potensi untuk memperkuat ketahanan pangan dalam negeri sekaligus menurunkan ketergantungan terhadap impor gandum.

"Bayangkan kalau kita bisa mensubstitusi 10 sampai 30 persen terigu yang ada,” kata dia. Saat ini, impor gandum Indonesia mencapai sekitar 11 juta ton per tahun.

Namun Risfaheri mengakui tepung sorgum atau tepung pangan lokal lain tidak memiliki kandungan gluten yang bersifat mengembang layaknya terigu dari gandum. Namun, kata dia, hal tersebut bisa disiasati dengan teknologi pangan.

"Barangkali para peneliti bisa merekayasa komoditas pangan kita yang tidak punya sifat mengembang bisa disisipkan mungkin seperti zat yang bisa membuat mengembang,” katanya.

Satyagraha
sumber : https://www.antaranews.com/berita/3051405/kementan-pangan-lokal-bisa-lepaskan-indonesia-ketergantungan-impor, akses tgl 03/09/2022.

 Beberapa jenis makanan dianggap sebagai afrodisiak atau membangkitkan gairah seksual. Sementara beberapa makanan lain disebut dapat merusak sesi bercinta yang panas.


Ada beberapa makanan yang perlu dihindari sebelum berhubungan seks. Jika dikonsumsi, makanan-makanan ini bisa menimbulkan masalah.

Berikut diantaranya, mengutip berbagai sumber.

1. Kentang goreng atau popcorn asin

Makanan serba asin sebaiknya dihindari seperti kentang goreng, keripik, atau popcorn asin.

Robert Kominiarek, penulis dan praktisi kesehatan, mengatakan bahwa garam akan meningkatkan retensi air dan membuat perut kembung. Selain itu, Nicole Kasal, health and wellness coach, menyebut bahwa garam bisa mempengaruhi orgasme.

"Aliran darah adalah apa yang membuat orgasme mungkin terjadi, dan terlalu banyak garam akan membuat lebih sulit mencapai titik itu," jelas Kasal, seperti dikutip dari Good Housekeeping.

2. Buah-buahan

Buah sangat pas dijadikan makanan penutup, apalagi setelah menu makan malam yang cukup berat. Namun demi seks tetap panas, sebaiknya buah tidak dijadikan makanan penutup.

"Buah dicerna sangat cepat, lebih cepat daripada apa pun yang Anda makan," ujar Kasal.

Dia menambahkan, karena dicerna sangat cepat, buah akan memicu kram, gas, dan rasa tidak nyaman di perut. Pasti Anda tidak ingin ini jadi gangguan selama di ranjang.

3. Permen mint

Makanan yang perlu dihindari sebelum berhubungan seks selanjutnya adalah permen mint. Meski tak berbahaya, namun permen satu ini perlu dihindari jika ingin aktivitas seks tetap panas.

Sebagian orang mengandalkan permen mint untuk mengusir bau mulut dan menyukseskan agenda ciuman. Padahal, studi menemukan mint bisa bikin hasrat seks dan energi drop.

Kominiarek menambahkan, mint dalam bentuk permen karet bisa lebih buruk, sebab bisa membuat Anda menelan lebih banyak udara yang membuat perut cepat kembung.

4. Tahu dan tempe

Meski punya segudang manfaat, namun tahu dan tempe juga menjadi makanan yang bisa merusak sesi bercinta.

Kedelai mampu bertindak sebagai fitoestrogen nabati dan bisa menambah kadar estrogen. Dikutip dari Women's Day, estrogen berlebih dapat menurunkan libido.

5. Oatmeal

Menu ini sangat ideal untuk sarapan. Kandungan serat pada oatmeal akan memastikan perut tetap kenyang dalam waktu lama.

Jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, oatmeal tak akan mendatangkan masalah. Sebaliknya, kalau dimakan dalam jumlah banyak oatmeal bisa menurunkan libido.

Kandungan seratnya malah memicu rasa tidak nyaman pada perut dan terasa penuh gas.

6. Steak

Romantisme steak dan segelas wine dianggap awal yang baik sebelum berlanjut ke ranjang. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Potongan daging ini akan memicu bau tidak enak.

"Gas yang terkait dengan daging merah lebih berbau karena bahan kimia yang dihasilkannya di usus besar," jelas William Chey, profesor di University of Michigan, dikutip dari Cosmopolitan.

Coba tambahkan wine. Efek merusak ranjang jadi lebih kencang sebab alkohol akan menurunkan sensitivitas terhadap sentuhan dan melemahkan orgasme.

7. Brokoli, kembang kol dan Brussels sprout

Makanan yang perlu dihindari sebelum berhubungan seks lainnya adalah brokoli dan sayuran dari keluarga cruciferous lainnya. Makanan ini bisa menghasilkan gas yang bukan tak mungkin membuat Anda kentut saat bercinta.

(els/asr)
CNN Indonesia
sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20220816131935-262-835248/7-makanan-yang-perlu-dihindari-sebelum-bercinta-bisa-bikin-kentut, akses tgl 02/09/2022.

 Sebuah studi dalam jurnal Cancer Causes and Control menemukan hubungan antara konsumsi ikan dan kemungkinan risiko seseorang mengembangkan melanoma atau kanker kulit.


Dalam studi itu, para peneliti dari Brown University, menganalisis bahaya pola makan ikan dan hubungannya dengan melanoma. Temuan menemukan hubungan positif antara keduanya.

Seperti disiarkan oleh Medical Daily pada Selasa, studi tersebut fokus pada konsumsi tuna dan ikan non-goreng. Para ilmuwan meneliti data dari 491.367 orang yang direkrut ke National Institutes of Health (NIH) - American Association of Retired Persons (AARP) Diet and Health Study antara tahun 1995 dan 1996.

Mereka melibatkan para partisipan dengan rata-rata berusia 62 tahun yang sebelumnya diminta menjawab pertanyaan tentang pola konsumsi dan ukuran porsi ikan mereka.

Peneliti mempertimbangkan faktor-faktor seperti Indeks Massa Tubuh (BMI) setiap individu, tingkat aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi kalori dan kafein harian, riwayat kanker keluarga, dan paparan radiasi UV rata-rata di wilayah mereka.

Temuan memperlihatkan, selama periode penelitian total 5.034 peserta (1,0 persen) mengembangkan melanoma ganas dan 3.284 (0,7 persen) mengembangkan melanoma stadium 0, yakni suatu kondisi di mana ada pertumbuhan sel abnormal hanya pada lapisan luar kulit, juga dikenal sebagai melanoma in situ.

Insiden melanoma maligna terjadi 22 persen lebih tinggi di antara peserta dengan konsumsi ikan rata-rata 42,8 gram setiap hari dibandingkan dengan mereka yang asupan harian rata-ratanya 3,2 gram.

Selain itu, individu yang sama memiliki peluang 28 persen lebih tinggi untuk mengembangkan melanoma stadium 0. Rata-rata porsi ikan yang mereka masak memiliki berat sekitar 140 gram.

Salah satu peneliti studi Eunyoung Cho percaya hasil ini kemungkinan berkaitan dengan kontaminan pada ikan seperti bifenil poliklorinasi, dioksin, arsenik dan merkuri.

Mengutip keterbatasan dalam penelitian ini, Cho menambahkan, penelitian sebelumnya menemukan asupan ikan yang lebih tinggi dikaitkan dengan tingkat kontaminan lebih tinggi di dalam tubuh.

Studi terdahulu juga mengidentifikasi hubungan antara kontaminan ini dan risiko kanker kulit yang lebih tinggi.

"Namun, kami mencatat penelitian kami tidak menyelidiki konsentrasi kontaminan ini dalam tubuh peserta dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan ini," demikian kata dia.

Maria Rosari Dwi Putri
sumber : https://www.antaranews.com/berita/3087921/ada-hubungan-antara-konsumsi-ikan-dan-risiko-kanker-kulit, akses tgl 02/09/2022.

 Sebagian orang berpendapat bahwa teknik olahraga sit-up menjadi cara efektif untuk membantu meratakan perut buncit dan membakar lemak di perut. Apakah sit up menghilangkan perut buncit?


Namun, banyak ahli kesehatan yang mengungkapkan bahwa hal tersebut hanyalah mitos belaka. Sejauh ini, belum ada penelitian yang menyatakan olahraga dengan menargetkan bagian tubuh tersebut dapat membakar lemak pada bagian tersebut secara khusus.

Pasalnya, gerakan sit-up memang bagus untuk memperkuat otot perut dan punggung bagian bawah, tetapi tidak berdampak pada lemak tubuh yang tersimpan di area tersebut.

Gerakan ini dapat memperkuat dan mengencangkan rektus abdominis atau otot penyusun abdomen dan transversus abdominis atau lapisan terdalam dari otot perut, mengutip Cleveland Clinic.

Melakukan sit-up saja tentunya tidak akan membantu untuk mendapatkan perut yang rata. Gerakan sit-up tidak menargetkan bagian perut secara khusus, namun dapat membantu menghilangkan lemak di keseluruhan badan.

Melakukan sit-up dengan intensitas sedang selama 10 menit tanpa istirahat dapat membakar sebanyak 60 kalori, mengutip Times of India. Berat badan juga memiliki peran besar untuk dimainkan.

Jika berat badan kurang dari 68 kilogram, akan lebih sedikit kalori yang terbakar dalam waktu yang ditentukan. Jika berat badan lebih dari 68 kilogram, gerakan sit-up akan membakar lebih banyak kalori jika melakukan tujuh kali sit-up dalam satu menit.

Untuk mengurangi lemak perut dibutuhkan rezim disiplin dan dedikasi dari beberapa olahraga yang seimbang.

Jadi, jika Anda ingin menghilangkan lemak dari perut, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan lunge, leg raise, twist crunch, dan reverse crunch dalam rutinitas olahraga Anda.

Jangan terlalu ketat dengan diri sendiri di awal. Mulai secara bertahap dan terus tingkatkan jumlah lunge dan crunch yang Anda lakukan. Jangan lupa untuk melakukan pemanasan ringan sebelum memulai olahraga.

Untuk membakar lemak pada perut, diperlukan 45 hingga 60 menit aktivitas kardiovaskular intensitas tinggi seperti berlari, bermain sepak bola atau bola basket, lompat tali, dan berjalan kaki hampir setiap hari dalam seminggu.

Anda juga perlu mengurangi asupan makanan olahan, makanan cepat saji, dan alkohol. Jadi bagaimana menurut Anda, apakah sit up menghilangkan perut buncit?

(del/chs)
sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20220912134939-255-846678/apakah-sit-up-menghilangkan-perut-buncit-ini-faktanya, akses tgl 14/09/2022.

 Seiring tumbuh kembang bayi, Bunda tentu tak sabar mengenalkan bayi pada ragam jenis makanan, termasuk keju. Tak hanya lezat, keju untuk bayi juga mengandung nutrisi bermanfaat bagi tubuh, seperti kaya protein, kalori juga vitamin.


Lalu, kapan bayi boleh makan keju? Jenis keju seperti apa yang aman dikonsumsi bayi? Apa manfaat keju untuk tumbuh kembang bayi? 

Keju untuk bayi, kapan boleh diberikan?

Bunda bisa mengenalkan keju saat bayi mulai bisa mengunyah beragam jenis makanan, biasanya bermula saat bayi menginjak usia 6 hingga 9 bulan.

Menurut the American Academy of Pediatrics bagian Alergi dan Imunologi mengatakan, bayi boleh mulai mengonsumsi keju setelah ia mengenal makanan padat. Saat bayi sudah mengonsumsi sereal, puree daging, sayuran dan buah maka saat itulah orangtua bisa memasukkan keju dalam menu makanan harian.

Namun, perhatikan ya Bun, apakah bayi memiliki eksim kronis atau alergi makanan tertentu atau tidak? Keju memang bukan jenis makanan yang rentan menimbulkan alergi, namun kandungan protein susu di dalamnya tetap memungkinkan untuk menyebabkan alergi.

Hentikan pemberian keju jika timbul gejala alergi pada bayi.

Keju untuk bayi, apa manfaatnya untuk si kecil?

  • Kaya akan kalsium, keju efektif menguatkan tulang dan pertumbuhan gigi bayi
  • Protein dalam keju yang melimpah diperlukan bayi untuk tumbuh kembang optimal
  • Keju kaya kalori, sehingga dapat menjadi asupan tepat untuk suplai energi sepanjang hari
  • Menjadi menu diet efektif untuk bayi yang memiliki masalah berat badan berlebih, selain itu aman untuk melindungi gigi dari kerusakan
  • Bisa menangkal alergi susu yang kerap dialami bayi. Alergi akan pulih dengan cepat jika bayi dikenalkan pada keju di saat tepat.

Keju untuk bayi membawa manfaat menguntungkan, ini jenis keju aman dan tidak aman bagi bayi:

Kendati aman untuk bayi, Bunda sebaiknya memerhatikan dengan seksama jenis keju apa saja yang aman untuk bayi supaya tidak berakibat fatal untuk kesehatan si kecil. Berikut daftar yang bisa dijadikan panduan.

Rekomendasi keju aman untuk bayi:

  • Cheddar
  • Edam
  • Parmesan
  • Colby
  • Colby jack
  • Mozarella
  • Swiss
  • Romano
  • Monetary jack
  • Paneer
  • Babybel
  • Red Leicester
  • Provolone
  • Jarlsberg
  • Cheshire
  • Lancashire
  • Gouda
  • Grana Padano

Keju yang sebaiknya tidak dikonsumsi bayi:

  • Cottage Cheese
  • Mascarpone
  • Ricotta
  • Cream Cheese
  • Cheese spreads (keju olesan)

Selain itu, keju yang melalui terlalu banyak proses sebaiknya juga tidak diberikan pada bayi. Pastikan Parents memilih keju yang sepenuhnya terbuat dari bahan alami yang aman untuk pencernaan bayi.

Lalu, bagaimana cara mengenalkan keju untuk bayi? Perhatikan hal ini, Bun:

#1 Lelehkan keju

Untuk bayi yang baru mengenal makanan padat, Bunda bisa melelehkan keju lalu oleskan pada biskuit bayi sebagai kudapan sore.

#2 Potong keju dalam ukuran kecil

Mulut bayi yang masih kecil akan membuatnya rentan tersedak, apalagi pencernaan bayi juga masih sensitif. Pastikan Bunda sudah memotong keju dalam ukuran kecil sebelum memberikannya pada bayi. Pastikan ukurannya lebih kecil dari jari bayi sehingga aman untuk bayi.

#3 Padukan dengan makanan menyehatkan lainnya

Bunda juga bisa memadukan keju dengan makanan menyehatkan lain yang esensial untuk pertumbuhan bayi. Misalnya mencampurnya dengan sayuran rebus atau kukus yang sudah dipotong dadu, dikombinasikan dengan telur orak arik atau pasta yang lezat.

Hentikan pemberian keju pada bayi jika…

Memberikan keju pada bayi akan menjadi pengalaman makan menyenangkan ya, Bun. Namun, waspadai jika bayi malah menunjukkan reaksi alergi tertentu. Hentikan segera konsumsi keju dan konsultasi ke dokter jika bayi memperlihatkan beberapa tanda berikut:

  • Area wajah membengkak, termasuk lidah dan bibir
  • Gatal dan kemerahan di kulit
  • Napas mengeluarkan bunyi
  • Kram yang tidak wajar dan bayi menjadi rewel
  • Muntah dan diare
Penulis: Erinintyani Shabrina Ramadhini
Diedit oleh: Petty Lubis
sumber : https://lifestyle.sindonews.com/read/877365/155/5-ikan-pantangan-bagi-penderita-kolesterol-jangan-dilanggar-1662430174?showpage=all, akses tgl 14/09/2022.

 Umumnya keju cheddar di Indonesia berwarna kuning pucat. Namun, jika membeli keju cheddar impor kebanyakan warnanya kuning cerah atau oranye.  


Mengapa warna keju cheddar bisa berbeda? 

Dikutip dari TheSpruceEats, warna susu berkisar dari putih hingga kuning tua, tergantung dari apa yang dimakan sapi, jenis sapi, asalnya, bahkan rasio krim susu yang tersisa di dalamnya. 

Sejak abad ke-17 produsen keju mulai menambahkan pewarna nabati kedalam susu mereka, guna mengontrol konsistensi warna pada keju.

Sejauh ini sebagian besar produsen cheddar di New England, Amerika Serikat menyukai warna putih yang alami dari keju. 

Sementara pembuat keju di daerah Midwest, Amerika Serikat, dan di tempat lain cenderung menggunakan pewarna annatto, yang berasaal dari ekstrak tumbuhan dari pohon achiote. 

Annato tersebut dapat memberikan warna oranye khas pada keju mereka. 

Keju dengan annato biasanya digunakan oleh banyak orang Amerika ketika membuat burger keju, sandwich keju panggang, dan makaroni keju.

Annatto tidak mengubah rasa, tekstur, atau aroma keju. Jadi hanya warnanya saja yang berbeda, unsur lainnya tetap sama.

Jenis cheddar 

Jenis cheddar hanya dibedakan berdasarkan usianya bukan warnanya. Ketajaman keju cheddar tergantung dari lamanya proses penuaan keju. 

Biasanya varietas ringan (mild) keju cheddar berumur dua sampai tiga bulan, sedangkan cheddar premium ekstra tajam dibiarkan matang selama satu sampai lima tahun. 

Semakin lama usia keju maka semakin kuat rasanya. Keju yang berumur tua memiliki tekstur yang rapuh dan sudah mengkristal.

Penulis : Desy Kristi Yanti
Editor : Silvita Agmasari
sumber : https://www.kompas.com/food/read/2021/03/24/171200975/apa-bedanya-keju-cheddar-oranye-dan-kuning-, akses tgl 17/09/2022.