Top News

 Rasulullah SAW pernah mendapat hadiah satu bejana jahe.


Jahe merupakan salah satu jenis tanaman tua yang sangat digemari dalam sejarah peradaban manusia. Jahe konon diklaim berasal dari India. Tetapi, sebagian lain menyatakan, tanaman ini berasal dari Cina.

Dalam peradaban Islam, jahe termasuk satu dari sekian tanaman yang diabadikan dalam Alquran. Allah SWT berfirman,”Dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.” (al- Insan:17).  

Aroma dan rasanya yang khas bahkan juga kerap dijadikan sebagai pelengkap masakan. Tak heran, seperti diungkap oleh Abu Nu'aim dalam ath-Thibb an-Nabawi, Rasulullah SAW sangat suka mendapatkan hadiah satu bejana jahe dari Raja Romawi. Jahe berfungsi untuk mengembalikan metabolisme tubuh, memberikan efek kehangatan, penangkal masuk angin, dan lainnya.

Menurut Ibnu Masawih, seorang tabib atau farmakolog dan penerjemah di bidang kedokteran pada awal Islam (wafat tahun 243 H), jahe berguna bagi gangguan hati akibat cuaca panas ataupun dingin, mampu meningkatkan vitalitas pria dan mengobati gastritis pada lambung dan usus.

Namun jahe tidak bisa digunakan dalam bentuk bubuk karena dapat menimbulkan terjadinya radang pada kerongkongan ataupun lambung. Namun bagi penderita kanker, jahe berguna untuk meredakan mual yang muncul saat mengkonsumsi obat kanker. 

Menurut Ibnu Sina, jahe dapat meningkatkan daya tahan tubuh, memberikan rasa lembab pada kepala dan tenggorokan, mengobati gangguan akibat polusi udara. 

Akar batang jahe mengandung zat semacam lem, lemak resin, pati, dan minyak volatile yang beraroma wangi serta mengandung camphene dan linalool.  

Lemak resin nonvolatile yang dikandungnya adalah zingerone yang memberi rasa pedas dan berguna untuk mensterilkan dan memperkuat organ mulut serta antidemam. 

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah
sumber : https://republika.co.id/berita/ppusvn320/jahe-tanaman-herbal-kaya-manfaat-yang-disukai-rasulullah, akses tgl 14/11/2020.

 Ketumbar biasanya digunakan untuk bumbu masakan. Namun banyak juga yang memanfaatkan air ketumbar untuk kesehatan. Terutama jika dikonsumsi setiap pagi hari secara rutin. Anda dapat memperoleh manfaat air ketumbar di atas dengan mudah. Caranya, dengan mengolah air ketumbar yang berasal dari biji ataupun daunnya. 


Pertama, Anda bisa memasukkan beberapa lembar daun ketumbar ke dalam sebotol air putih Kemudian, masukkan ke dalam lemari es, diamkan semalaman. Anda dapat minum air ketumbar pada keesokan pagi harinya.

Kedua, cara membuat air ketumbar dari daunnya dengan cara di-blender. Caranya, masukkan secangkir penuh daun ketumbar yang sudah dipotong-potong ke dalam blender. Tambahkan air putih secukupnya, lalu haluskan .Anda dapat meminum air ketumbar dari daun yang sudah dihaluskan setiap pagi hari untuk mendapatkan hasil yang optimal

Sedangkan jika Anda ingin membuat air ketumbar dari bijinya, hal pertama yang dilakukan rebus air dalam panci yang berisi 1 sendok makan ketumbar. Diamkan selama kurang lebih 1 menit sampai wangi dan benar-benar mendidih. Jika sudah mendidih, matikan api kompor. Saring air rebusan ketumbar, lalu diamkan sampai dingin. Simpan air ketumbar dalam botol selama semalaman di dalam kulkas. Anda bisa menikmati air ketumbar pada keesokan paginya.

Berikut ini manfaat air ketumbar untuk kesehatan tubuh 

1. Meningkatkan sistem imun tubuh

Manfaat air ketumbar juga dikenal untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Hal ini tak terlepas dari kandungan antioksidan di dalamnya yang berperan dalam mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas. Selain itu, antioksidan di dalam biji ketumbar juga telah terbukti dalam melawan peradangan akibat infeksi penyakit tertentu dalam tubuh. 

2. Menangkal infeksi penyakit

Manfaat air ketumbar berikutnya adalah mampu menangkal infeksi penyakit. Beberapa hasil penelitian mengungkapkan bahwa manfaat air ketumbar dapat mengatasi infeksi penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella, keracunan makanan, hingga bakteri penyebab infeksi saluran kemih.

3. Menurunkan kadar gula darah

Manfaat air ketumbar ternyata dapat dirasakan oleh orang-orang yang harus mengendalikan kadar gula darah dengan baik. Sebuah hasil riset yang dilakukan pada hewan uji menunjukkan bahwa zat aktif pada biji ketumbar diyakini mampu menurunkan kadar gula darah dengan cara meningkatkan aktivitas enzim yang membantu menghilangkan gula dalam darah.

Hal ini masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui manfaat air ketumbar dalam menurunkan gula darah pada manusia. Pada orang-orang dengan kondisi gula darah rendah atau sedang menggunakan obat-obatan diabetes dari dokter, sebaiknya perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu sebelum mengonsumsi air ketumbar. Pasalnya, manfaat air ketumbar ini bisa saja menimbulkan efek samping pada orang-orang dengan kondisi kesehatan tersebut. 

4. Mengatasi gangguan pencernaan

Salah satu manfaat air ketumbar adalah mengatasi gangguan pencernaan. Ekstrak minyak yang terdapat pada biji ketumbar diyakini dapat meningkatkan pencernaan yang sedang bermasalah. 

5. Menurunkan berat badan

Manfaat air ketumbar satu ini baik bagi Anda yang tengah berjuang menurunkan berat badan. Ketumbar dapat merangsang enzim pencernaan yang pada akhirnya mampu meningkatkan sistem pencernaan. Ketika sistem pencernaan dalam kondisi yang baik maka penurunan berat badan dapat berjalan optimal. Sebaliknya, sistem pencernaan yang buruk dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Sebab, sistem pencernaan tidak dapat menyerap dan memecah nutrisi dengan baik.Tak hanya itu, saat sistem pencernaan sedang dalam kondisi tidak baik, maka tak dapat mengeluarkan zat sisa dari dalam tubuh secara efisien. Akibatnya, laju metabolisme tubuh jadi melambat sehingga sulit membakar kalori tubuh dengan optimal.

6. Mengeluarkan racun dalam tubuh

Manfaat air ketumbar yang tak kalah menarik adalah mampu mengeluarkan racun dalam tubuh.Ini karena air ketumbar bersifat diuretik sehingga dapat mengeluarkan zat-zat bersifat racun dalam tubuh bersama urine.Dengan demikian, tubuh Anda juga akan terasa lebih ringan dan membantu memaksimalkan penurunan berat badan.

7. Meredakan nyeri dan migrain

Manfaat air ketumbar juga dapat meredakan nyeri dan peradangan dalam tubuh. Sebuah penelitian mencoba membuktikan manfaat air ketumbar untuk meredakan migrain. Para peneliti meminta partisipan mengonsumsi 15 ml air ketumbar yang berasal dari rendaman daunnya yang dikombinasikan dengan penggunaan obat migrain setiap 3 kali sehari selama sebulan. Hasilnya, frekuensi, tingkat keparahan, dan durasi migrain cenderung berkurang.

8. Menurunkan risiko penyakit jantung

Sejumlah hasil studi yang dilakukan pada hewan uji menunjukkan bahwa ketumbar dapat menurunkan risiko penyakit jantung, termasuk menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat (LDL). Air ketumbar merupakan cairan bersifat diuretik yang dapat membantu tubuh membuang kelebihan natrium dan air. Manfaat air ketumbar inilah yang diyakini dapat menurunkan tekanan darah. Beberapa hasil penelitian lainnya juga mengemukakan bahwa manfaat air ketumbar dapat membantu menurunkan kolesterol. Salah satu hasil studi menyebutkan bahwa hewan uji tikus yang diberi air ketumbar mengalami penurunan kolesterol jahat secara signifikan.

9. Menjaga kesehatan kulit

Beberapa hasil penelitian mencatat bahwa kandungan antioksidan dalam ekstrak ketumbar dapat membantu mencegah kerusakan sel yang memicu penuaan kulit serta kerusakan kulit akibat radiasi sinar ultraviolet B (UVB). Selain itu, ketumbar juga kaya akan senyawa antijamur dan antibakteri serta zat besi yang diklaim dapat membuat kulit bersih, lembut, dan tampak bercahaya.Menarik, bukan manfaat air ketumbar satu ini?

10. Memperkuat helaian rambut

Ketumbar dikenal dengan kandungan berbagai vitamin, seperti vitamin K, C, dan A. Seluruh vitamin tersebut sangat penting untuk kekuatan dan pertumbuhan rambut.Dengan demikian, Anda bisa terbebas dari masalah rambut rontok dan rambut rusak.

Manfaat air ketumbar ini mungkin masih membutuhkan penelitian lebih lanjut guna membuktikan khasiatnya untuk kesehatan tubuh. Sebaiknya konsumsi air ketumbar dalam porsi yang wajar. Selain itu itu jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi air ketumbar.

Reporter: Sehatq.com
Editor: Yunia Pratiwi
sumber : https://cantik.tempo.co/read/1395472/segudang-manfaat-air-ketumbar-untuk-imun-tubuh-hingga-anti-penuaan, akses tgl 29/11/2020.

 Tahukah anda jika menambahkan daun pandan saat memasak nasi punya segudang manfaat?


Daun pandan sering kita temukan sehari-hari. Bahan ini juga biasa digunakan untuk memberikan aroma sedap pada masakan. Namun, apakah anda sering menambahkan daun pandan saat masak nasi?

Ternyata menambahkan daun pandan saat masak nasi dapat membuat nasi jadi lebih wangi dan pulen. Dengan begitu nasi pun jadi lebih nikmat untuk disantap.

Tapi ternyata tidak hanya itu lho manfaatnya.

Daun pandan memang terkenal sebagai bahan alami yang dapat memberikan aroma sedap pada masakan. Selain itu, baha ini juga banyak digunakan sebagai pewarna hijau alami. Tetapi, siapa sangka, jika kita sering menyertakan daun pandan dalam masakan sehari-hari, ada manfaat kesehatan juga yang akan kita dapat.

Manfaat Daun Pandan

Ketika kita memasak nasi menggunakan daun pandan ada banyak manfaat yang akan dirasakan. Ada banyak studi dan penelitian yang dilakukan untuk membuktikan manfaat lain dari daun pandan jika ditambahkan saat memasak nasi.

Seorang peneliti menemukan ada senyawa dalam daun pandan yang bisa menurunkan masalah tekanan darah tinggi. Ketika senyawa tersebut larut dalam air di suhu tinggi dan meresap ke dalam nasi saat dimasak, senyawa itu secara otomatis akan masuk ke tubuh ketika kita konsumsi. Apalagi jika ini dikonsumsi setiap hari secara rutin.

Risiko tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti stres, obesitas, makanan, usia, dan gaya hidup bisa ditekan.

Manfaat ini sama dengan ketika anda menggunakan 3 gram daun pandan dan merebusnya hingga menyusut jadi 1 gelas lalu meminumnya.

Dalam penelitian lain yang dilakukan oleh Raj et al (2014) menunjukkan bahwa ekstrak air akar dan daun pandan memiliki efek apoptosis, sitotoksik, antimitotik, dan antiproliferatif.

Semua senyawa itu merupakan obat herbal anti kanker yang ampuh untuk melawan racun yang menyebab timbulnya kanker.

Inilah yang juga akan bisa anda dan keluarga dapatkan jika memanfaatkan daun pandan untuk berbagai masakan.

Bagi yang belum tahu bagaimana cara memasak nasi menggunakan daun pandan, begini caranya.

  • Anda hanya perlu menyiapkan 1 lembar daun pandan yang sudah dicuci bersih.
  • Lalu potong menjadi 2 bagian dan ikat seperti hendak membentuk simpul.
  • Setelahnya, masukkan daun lembar tersebut ke dalam beras yang sudah diisi air dan siap dimasak.
  • Masak nasi seperti biasa.
  • Menggunakan rice cooker pun tidak apa-apa, karena anda akan tetap bisa mendapatkan manfaatnya.


Editor: Amirullah
sumber :
https://aceh.tribunnews.com/2020/10/25/coba-tambahkan-daun-pandan-saat-masak-nasi-penyakit-ganas-ini-akan-menjauh-dari-tubuh-anda, akses tgl 29/11/2020.

 Kunyit jamak dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi beragam masalah kesehatan. Salah satunya sebagai obat penyakit asam lambung alami. 


Berikut penjelasan manfaat kunyit untuk asam lambung sampai cara mengobati asam lambung dengan kunyit.

Manfaat kunyit untuk asam lambung 

Melansir Healthline, kunyit kaya akan senyawa antiperadangan dan antioksidan. Dalam pengobatan tradisional China dan Ayurveda, kunyit digunakan untuk mengobati nyeri haid, radang sendi, serta meningkatkan fungsi percernaan dan hati. Kunyit juga jamak digunakan untuk mengatasi gejala heartburn karena asam lambung naik, radang, dan sakit perut. 

Bahan aktif curcumin berperan besar dalam memberikan beragam manfaat kunyit untuk kesehatan. Curcumin adalah antioksidan polifenol. Antioksidan ini bertindak sebagai agen antivirus, antibakteri, dan potensial sebagai antikanker.

Kendati banyak orang menggunakan obat tradisional asam lambung kunyit, namun belum ada studi khusus pada manusia yang menguji efektivitas kunyit untuk penyakit asam lambung. Namun, ada studi yang mengaitkan manfaat tak langsung kunyit untuk mengatasi penyakit asam lambung naik atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

Penelitian pada 2007 menunjukkan, GERD dan penyakit asam lambung disebabkan peradangan dan stres oksidatif. Dari studi tersebut, cara mengobati asam lambung dan GERD perlu menggunakan zat dengan kandungan antioksidan dan antiinflamasi.

Studi laboratorium terpisah pada 2011 juga menunjukkan, zat antiinflamasi curcumin dapat mencegah peradangan esofagus.

Dengan demikian, kunyit dan ekstrak curcumin potensial digunakan sebagai obat asam lambung alami.

Cara mengobati asam lambung dengan kunyit

Cara membuat kunyit untuk asam lambung cukup sederhana. Cukup gunakan batang atau rimpang kunyit yang dikeringkan lalu ditumbuk menjadi bubuk. Gunakan bubuk kunyit ini untuk membuat minuman atau campuran memasak.

Melansir Web MD, dosis kunyit yang direkomendasikan untuk mengobati asam lambung adalah 500 miligram curcumin, setara 1/2 sendok teh bubuk kunyit per hari.

Hal yang perlu diingat, tubuh manusia tak mudah menyerap kunyit. Bahan alami ini diekstrak dengan cepat oleh hati dan dinding usus.

Salah satu cara untuk meningkatkan penyerapan kunyit bisa dengan mencampurkannya dengan lada hitam. Namun jangan berlebihan menggunakan lada hitam. Sejumlah penderita asam lambung sensitif dengan lada dan asupan pedas lainnya.

Perhatian, konsumsi kunyit berlebihan sampai 1.500 miligram curcumin atau 1,5 sendok teh bubuk kunyit bisa menimbulkan beragam efek samping. Efek samping penggunana kunyit berlebihan bisa menyebabkan mual, diare, dan alergi pada kulit.

Risiko dan peringatan 

Sebelum menggunakan kunyit untuk asam lambung, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter, terutama bagi pemilik penyakit penyerta. 

  • Kunyit merupakan zat pengencer darah alami. Anda tidak disarankan mengonsumsi kunyit apabila sedang minum obat pengencer darah atau akan menjalani operasi. 
  • Kunyit juga dapat menurunkan gula darah, menurunkan tekanan darah, dan terkadang menimbulkan efek samping pada penderita kandung empedu. 
  • Ibu hamil dan menyusui ada baiknya tidak mengonsumsi kunyit secara berlebihan. 
  • Jika Anda sedang menjalani pengobatan apa pun, bicarakan dengan dokter sebelum mengobati asam lambung dengan kunyit.


Penulis : Mahardini Nur Afifah
Editor : Mahardini Nur Afifah
sumber : https://health.kompas.com/read/2020/07/02/180600468/ingin-mengobati-asam-lambung-dengan-kunyit-begini-baiknya-, akses tgl 29/11/2020.

  Kayu manis merupakan salah satu jenis rempah yang keharumannya bisa untuk apa saja. Sebagai bahan parfum, pengharum dan penyedap makanan terutama roti dan penganan manis, diseduh sebagai minuman, sampai untuk obat.


Laman Sehatq menyatakan kayu manis mengandung berbagai zat yang baik untuk tubuh. Hanya saja, jangan berlebihan dalam mengkonsumsinya. Hindari penggunaan kayu manis jenis Cassia yang terlalu banyak karena kadar coumarin-nya tinggi. Coumarin atau sering juga disebut kumarin merupakan zat yang memicu aroma harum pada kayu manis keluar.

Jika kadar coumarin pada kayu manis terlalu tinggi, maka berbahaya untuk liver. Masyarakat disarankan menggunakan kayu manis jenis Ceylon dengan kadar coumarin yang lebih rendah. Bagi yang memiliki penyakit liver, sebaiknya konsultasi ke dokter sebelum mengkonsumsi kayu manis.

Selain peringatan tadi, berikut lima manfaat kayu manis untuk kesehatan:

1. Membantu menurunkan berat badan

Kayu manis dapat membantu menurunkan berat badan. Musababnya, kayu manis menurunkan efek dari makanan yang mengandung lemak tinggi serta menjaga kadar glukosa. Cukup taburkan satu sendok teh kayu manis dalam minuman guna meningkatkan rasa kenyang sebelum makan.

Meski begitu, jangan mengkonsumsi kayu manis setiap kali makan makanan yang mengandung lemak dan glukosa tinggi. Kamu tetap harus menjaga gizi seimbang dan berolahraga untuk menurunkan berat badan.

2. Menurunkan kadar gula darah

Kayu manis membantu menurunkan kadar gula darah dengan menekan jumlah glukosa atau gula yang masuk ke dalam darah. Kayu manis juga dapat menurunkan kadar gula darah dengan menyerupai insulin untuk meningkatkan penyerapan glukosa oleh sel tubuh.

3. Meningkatkan sensitivitas insulin

Kayu manis dapat menurunkan resistensi insulin atau kondisi saat hormon insulin yang mengatur metabolisme dan penyaluran gula dari darah ke sel tubuh tidak dapat bekerja dengan baik. Resistensi insulin menjadi pemicu penyakit diabetes. Sebab itu, kayu manis dapat mencegah diabetes dengan meningkatkan sensitivitas sel tubuh terhadap insulin.

4. Kaya antioksidan

Kayu manis mengandung polifenol atau senyawa antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas.

5. Melindungi saraf

Kayu manis dapat menghambat pembentukan protein tertentu pada otak yang memicu penyakit Alzheimer. Sebuah studi pada tikus yang mengalami penyakit Parkinson menunjukkan kayu manis mampu melindungi sel saraf dan berperan dalam stabilitas kadar senyawa kimia, hingga meningkatkan fungsi motorik. Hanya saja, kesimpulan awal ini masih perlu penelitian lebih lanjut.

Reporter: Sehatq.com
Editor: Rini Kustiani
sumber : https://gaya.tempo.co/read/1407969/5-manfaat-kayu-manis-untuk-kesehatan-bantu-menurunkan-berat-badan, akses tgl 29/11/2020.


Sebagai orang beriman, kita meyakini dan tentu harus pula mengimplementasikan hidup dengan konsumsi yang halal semata. Karena Allah telah memerintahkan kita, bahkan juga seluruh umat manusia, agar mengonsumsi yang halal. Perhatikanlah ayat Al-Qur’an yang bermakna: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah, 2: 168-169).

Sebagai perintah, maka itu berarti kita wajib untuk mengonsumsi yang halal. Karena mengonsumsi yang halal sangat penting, mencakup aspek lahir maupun batin. Pertama, konsumsi halal akan menghasilkan kesehatan secara rohani dan mendapat berkah dari Allah. Ini merupakan manifestasi dalam menaati tuntunan agama Allah. Orang yang taat kepada Allah tentu akan mendapat ridha dan berkah Allah. 

Berikutnya, dalam riwayat dijelaskan juga, orang yang mengonsumsi makanan yang tidak halal, atau tegasnya, mengonsumsi makanan yang haram, maka amal ibadahnya tidak diterima oleh Allah, doanya tidak pula diperkenankan, hidupnya pun tidak akan pernah tenang. Ia selalu diliputi oleh keresahan dan kecemasan yang tiada tentu, bahkan disiksa di neraka, tak terkira. Sungguh kerugian yang tiada tara.

Nabi saw. menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan panjang, rambutnya acak-acakan, dan badannya lusuh penuh debu. Sambil menengadahkan tangan ke langit ia berdoa, ‘Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku’. Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia selalu bergelut dan dikenyangkan dengan yang haram. (Maka Nabi saw. pun menegaskan), lantas bagaimana mungkin ia akan dikabulkan doanya.” (HR. Imam Muslim).

Kalau tidak mengonsumsi yang halal, berarti mengonsumsi yang haram. Pilihannya hanya dua, yakni halal atau haram. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi saw., dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya disekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Syubhat; de Facto Haram, maka Harus Dihindarkan

Dari hadits tersebut dapat dipahami, yang halal itu jelas, dan yang haram itu juga sudah jelas. Lalu di antara keduanya ada hal yang syubhat atau meragukan. Tapi dalam hadits tersebut, yang syubhat juga harus dihindarkan. Karena memang, yang syubhat itu secara de facto adalah haram. Sedangkan de jure dianggap syubhat atau meragukan. Sebab, dalam petunjuknya, yang syubhat itu harus dihindarkan, jangan dimakan, sampai terbukti kehalalannya. Jadi pemahaman dan implementasinya jangan dibalik, boleh memakan yang syubhat, kecuali kalau terbukti haramnya, sehingga menjadi terlarang. Bukan begitu! Maka jelas, yang syubhat itu tentu harus dihindarkan, karena terlarang. 

Oleh karenanya, proses sertifikasi halal oleh LPPOM MUI merupakan hal yang sangat penting untuk mengklarifikasi kondisi produk konsumsi yang syubhat itu, serta memberikan jaminan kehalalannya. Tidak setiap orang dapat menilai dan mengetahui status kehalalan kandungan bahan baku, bahan penolong, dan sebagainya dari produk yang akan dikonsumsi. Dalam hal ini, proses sertifikasi halal oleh LPPOM MUI dilakukan oleh para ilmuwan yang mumpuni, mengguasai aspek-aspek proses produksi barang-barang konsumsi, mulai dari bahan baku, pengolahan dan proses produksi, pengemasan, sampai menjadi produk yang siap konsumsi. Lalu dilanjutkan dengan penetapan fatwa oleh para ulama di MUI, yang diakui kapasistas dan kredibilitasnya.

Selanjutnya, karena mengonsumsi yang halal itu sangat penting, dakwah halal juga tentu menjadi hal yang amat urgen, yakni mengingatkan dan mengajak umat agar mengonsumsi hanya yang halal saja, mengikuti tuntunan agama. Apalagi kalau kita perhatikan kondisi kehidupan masyarakat, banyak dari mereka yang tampak tidak peduli terhadap aspek halal yang amat vital ini. Bahkan tidak kurang pula yang menganggap enteng, atau meremehkannya. Padahal, kalau mengonsumsi yang tidak halal, berapa pun kecil atau sedikit ukurannya, niscaya akan berdampak sangat signifikan, bahkan bisa menimbulkan bahaya yang amat besar.

Meski Sedikit, Makanan Tidak Halal Sangat Berbahaya

Sebagai contoh perbandingan, lazimnya obat yang dikonsumsi berukuran kecil atau dengan dosis tertentu yang amat sedikit, tidak sampai seukuran sesuap nasi. Namun, obat memberikan pengaruh yang amat besar. Badan yang demam-panas bisa berubah menjadi dingin; yang tensi darahnya tinggi, bisa menurun; dan seterusnya.

Lebih spesifik lagi, mari kita mencermati makna firman Allah yang termaktub di dalam surat Al-Baqarah, dengan arti sebagai berikut: “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: ‘Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?’ Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu  banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.” (QS. 2:26).

Kita tahu betapa kecilnya ukuran tubuh seekor nyamuk. Ia berseliweran terbang di sekitar kita, dengan suaranya yang berdenging khas, dan gigitan atau tusukan sungutnya membuat kulit menjadi pedih serta gatal. Menurut penelitian para ahli, di sungut nyamuk yang sangat kecil itu, yang berukuran jauh lebih kecil dari sehelai rambut manusia, ternyata terdapat banyak kuman penyakit yang hidup dan berkembang biak. Subhanallah, badan seekor nyamuk saja berukuran sedemikian kecil. Apalagi sungutnya, hampir-hampir tidak terlihat dengan mata telanjang. Terlebih lagi ukuran kuman penyakit yang hidup dan berkembangbiak di sungut nyamuk itu! Tentu jauh lebih kecil lagi, berukuran mikron, seperseribuan milimiter, dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron! 

Ketika seekor nyamuk menusukkan sungutnya ke tubuh seseorang untuk menghisap darah, kuman penyakit yang terdapat di sungutnya itu pun dapat berpindah, masuk ke dalam tubuh dan aliran darah orang yang dihisap darahnya oleh si nyamuk. Banyak kasus menunjukkan betapa kemudian si orang itu lalu menjadi sakit, yang bila dibiarkan tanpa pengobatan dan perawatan yang baik, niscaya dapat berakibat fatal. Penyakit bertambah parah atau bahkan nyawa pun melayang, tanpa dapat dicegah sama sekali. Memang, ternyata banyak penyakit berbahaya yang ditularkan oleh nyamuk menimbulkan kerugian material yang tiada terkira, bahkan hingga memakan korban nyawa. Beberapa penyakit yang bersumber dari nyamuk, di antaranya malaria, demam berdarah deungeu (DBD), kaki gajah atau filariasis, dan lainnya.

Perhatikanlah, meskipun nyamuk berukuran amat kecil serta halus, apalagi kuman penyakit yang terdapat di sungutnya. Apabila kuman penyakit itu masuk dan menyerang badan, niscaya dapat memberi dampak yang sangat berbahaya. Apalagi kalau ukurannya besar, tentu efeknya akan jauh lebih berbahaya lagi. Tiada dapat diduga!

Pelajaran Sangat Berharga dengan Dampak Dunia-Akhirat

Dari contoh kasus tentang nyamuk yang dijelaskan secara gamblang dalam ayat Al-Qur’an itu, sepatutnya kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dengan membuat analogi: betapa berbahayanya makanan yang tidak halal, kalau masuk ke dalam tubuh kita, sekecil apa pun ukurannya! Kuman penyakit dari nyamuk yang berukuran mikron saja dapat menimbulkan bahaya yang sedemikian rupa, apalagi makanan yang tidak halal masuk ke tubuh kita.

Bayangkan, bagaimana bila makanan yang dikonsumsi sehari-hari dihasilkan dari sumber haram. Artinya, kita, bahkan keluarga kita, tidak hanya mengonsumsi makanan haram satu atau dua suap, tapi berpiring-piring dan berhari-hari. Anak-anak kita tumbuh dengan makanan haram. Na’udzubillahi mindzalik! Padahal Allah telah memerintahkan kita untuk mengonsumsi makanan yang halal, dan dengan demikian berarti kita harus menghindari produk atau pangan yang tidak halal. 

Orang beriman yang menaati tuntunan Allah dan Rasul-Nya, di antaranya dengan mengonsumsi makanan yang halal, insya Allah akan selamat di dunia dan akhirat: “Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang mukmin dan beramal saleh ke dalam jannah yg mengalir di bawahnya sungai-sungai…” (QS. 47: 12).

Dampak mengonsumsi pangan yang tidak halal itu bukan hanya menimbulkan penyakit secara fisik dan material, melainkan juga mental dan spiritual. Lebih lanjut lagi, bahayanya bukan hanya dirasakan di dunia yang fana, sementara ini, melainkan juga sampai di akhirat yang abadi, selamanya, nanti! Na’udzubillahi mindzalik. “…dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.” (QS. 47:12)

Perhatikanlah makna ayat tersebut, betapa orang-orang kafir yang makan disebut sebagai binatang, antara lain karena mereka tidak mempedulikan aspek kehalalan makanan yang dikonsumsinya. Entah itu halal atau haram, semua terus dihantam. Karena mengonsumsi makanan yang tidak halal, maka dampak lebih lanjut adalah mendapat siksa di neraka! 

Perilaku Nakal dan Kerusakan Moral

Berkenaan dengan hal ini, perlu dilakukan penelitian yang detail, mengapa banyak terjadi kenakalan bahkan juga kerusakan moral di kalangan anak-anak dan remaja. Banyak juga dari mereka yang berperilaku menyimpang, seperti mengonsumsi bahkan kecanduan narkoba, sering tawuran menimbulkan korban, sampai pada perilaku yang sangat sadistis; tega menghabisi lawannya hingga meregang nyawa. Bisa diduga, sebagian penyebabnya adalah mengonsumsi makanan yang haram. Hal ini telah diisyaratkan lebih dari 14 abad silam, dalam hadits Nabi saw. yang terkenal, berupa wasiat Beliau saw. kepada sahabatnya, Ka’ab bin ‘Ujroh dengan makna: “Wahai Ka’ab bin ‘Ujroh, sesungguhnya tidak tumbuh daging yang berasal dari makanan yang haram, kecuali neraka lebih berhak untuknya.” (HR. At-Turmudzi).

Dalam proses biologis, jelas, makanan dan minuman yang dikonsumsi seseorang niscaya akan memengaruhi pertumbuhan sperma maupun ovum. Setelah terjadi pembuahan, ovum yang telah dibuahi akan tumbuh menjadi janin yang bersemayam di dalam kandungan. Saat di dalam rahim atau kandungan ini pun, makanan yang dikonsumsi oleh sang ibu akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan janin.

Dengan paparan ini patut direnungkan bersama, mengapa terjadi kasus kenakalan anak dan kerusakan moral remaja yang cenderung semakin meningkat. Dari sisi agama, dapat diperoleh petunjuk bahwa hal-hal negatif itu terjadi karena makanan yang dikonsumsi sejak di dalam kandungan adalah makanan dan minuman yang tidak halal. Sebaliknya, mereka yang istiqomah di jalan yang halal, dapat membina rumah tangga dan keluarga yang berkah; sakinah, mawaddah, warohmah.

Lebih lanjut lagi, dalam Kaidah Fiqhiyyah, makanan yang haram itu ada dua kategori; berupa dzatiyah dan ma’nawiyah. Secara dzatnya diharamkan dengan nash yang jelas, seperti bangkai, darah, serta daging babi. Sedangkan secara ma’nawiyah, yakni cara mendapatkan makanan itu yang tidak halal. Seperti dengan mencuri, korupsi, manipulasi, menipu, dan perbuatan terlarang lainnya. Maka dapat dipahami, mengonsumsi makanan yang haram itu berarti mengikuti jejak langkah setan. Ini merupakan perbuatan maksiat, melanggar tuntunan agama. 

Perhatikanlah makna ayat: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan saling meridhoi, suka sama-suka di antara kalian...” (QS. An-Nisaa’, 4:29). Termasuk juga perbuatan curang, mengurangi timbangan, menyalahi spek yang telah ditetapkan dan disepakati bersama dalam pekerjaan konstruksi proyek, misalnya. “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang...” (QS. Al Muthaffifin, 83: 1). Yang dimaksud dengan orang-orang yang curang di sini ialah orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang. Secara sosiologis ada yang menyebutkan, semua jejak langkah setan atau perbuatan terlarang itu sebagai “perilaku kenakalan orangtua”.

Dari penjelasan tersebut dapat diperoleh kesimpulan Mafhum Mukholafah, sebagai pemahaman yang sebaliknya. Mengonsumsi makanan dan minumam halal secara konsisten dengan penuh komitmen niscaya akan menangkal sifat dan perilaku nakal dan tercela yang dilarang agama, baik pada diri setiap individu maupun keluarganya. (USM)


Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag.
Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Wakil Ketua Umum MUI Pusat
Sumber: 
- Jurnal Halal 135
- http://www.halalmui.org/mui14/main/detail/konsumsi-produk-halal-menangkal-perilaku-nakal, akses tgl 05/11/2020.