Mengenal Beauty Food, Makanan Yang Bisa Bikin Cantik

Apa, sih, yang dimaksud dengan beauty food? Menurut Prof. Dr. Ir. Nuri Andarwulan, MSc,  Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian, IPB, Bogor, beauty food antara lain adalah bahan pangan alami yang dapat berpengaruh pada kesehatan kulit. Umumnya, makanan ini mengandung nutrisi, seperti asam ferulat, beta karoten, dan vitamin (A, C, dan E).


Asam ferulat adalah nutrisi yang dipercaya bisa menyehatkan kulit, termasuk kulit wajah. Nutrisi ini di antaranya ada pada tomat, beras merah, dan jagung. Dengan asupan yang cukup, wajah akan terjaga dari penuaan dini. Ada pula beta karoten, penangkal sinar UV dan radikal bebas.

Beta karoten antara lain ada pada wortel, mangga, dan pepaya. Sama halnya dengan vitamin yang membantu regenerasi sel sehingga kelembutan kulit terjaga. Selain makanan yang mengandung nutrisi di atas, yang juga termasuk beauty food adalah makanan dan minuman bergizi yang mampu membantu membersihkan pencernaan.

“Dengan pencernaan yang bersih, otomatis akan menjaga sistem metabolisme tubuh dan keseimbangan hormon. Ini berpengaruh pada kesehatan kulit, sehingga kulit tampak mulus dan bersih,” papar Nuri.

Lalu, apakah benar tempe termasuk dalam beauty food? 

Bukan hanya tempe, makanan fermentasi lainnya, seperti miso, kimchi, yoghurt, dan kombucha yang kini sedang tren, juga ada dalam daftar ini.

Makanan atau minuman fermentasi didapat dari proses pengubahan karbohidrat dalam bahan pangan menjadi alkohol dan karbondioksida atau asam amino organik, menggunakan ragi, bakteri, jamur, atau kombinasi ketiganya.

"Sederhananya, produk pangan yang diolah dengan bantuan mikroorganisme (ragi, bakteri, jamur),” ujar Nuri.

Makanan fermentasi juga sangat baik dikonsumsi karena bergizi tinggi dan menambah jumlah bakteri baik (probiotik) dalam usus.

Tingginya jumlah bakteri baik membantu melancarkan sistem kerja pencernaan yang melambat seiring bertambahnya usia. Pencernaan yang baik dan bersih menjaga metabolisme tubuh dan keseimbangan hormon, khususnya yang berhubungan dengan kesehatan dan peremajaan kulit.

“Jika keseimbangan hormon tidak terjaga, maka salah satu dampak langsung yang dirasakan tubuh salah satunya adalah proses penuaan dini,” imbuh Nuri.

Hormon DHEA misalnya. Hormon prekursor yang dihasilkan kelenjar adrenal ini bisa dibilang sebagai ‘bahan bakar’ untuk peredaran darah, serta perubahan dan kematangan fisik. Nah, pada pertengahan hingga akhir usia 20-an, DHEA menurun dan muncul proses penuaan dini.

Ada pula hormon progesteron yang memainkan fungsi penting dalam tubuh. Di antaranya, untuk mengatur jam biologis serta meningkatkan kekebalan tubuh dan fungsi otak. Jika tidak dijaga keseimbangannya, fluktuasi kadar hormon ini akan menyebabkan gejala yang sering dikaitkan dengan penuaan dini, seperti kurang tidur, mood yang tak beraturan, hingga meningkatnya hormon kortisol penyebab stres.

Hormon testosteron, yang sering kali dikaitkan dengan pria, juga bisa berpengaruh pada wanita. Dalam proses penuaan, hormon ini berkontribusi terhadap penurunan energi, daya ingat, mood, massa otot, kekuatan tubuh, serta elastisitas kulit.

Pada wanita, hormon estrogen banyak berperan dalam proses penuaan. Selain merangsang pertumbuhan dan perkembangan fisik, juga menjaga kerja sistem kardiovaskular, usus besar, metabolisme tubuh, dan kepadatan tulang, agar tubuh tetap bugar walau sudah dimakan usia. (f)

sumber : https://www.femina.co.id/health-diet/mengenal-beauty-food-makanan-yang-bisa-bikin-cantik, akses tgl 23/08/2019.

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget